Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Juara 3 bukan garis akhir bagi Nur Ahmad Wafiy Ramadhani. Murid kelas XIIB MAN 1 Yogyakarta itu justru menjadikan podium ketiga sebagai pijakan untuk melaju lebih jauh dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Sains 2026 bidang Geografi Terintegrasi.
Wafi meraih juara 3 pada OMI Sains tingkat Kota Yogyakarta yang digelar Senin (7/9/2026) di MTsN 1 Yogyakarta. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan diikuti murid madrasah tingkat MA/SMA sederajat.
Berbeda dengan kompetisi yang hanya menguji penguasaan satu-dua topik, Geografi Terintegrasi menuntut peserta memahami berbagai konsep sekaligus mampu menghubungkannya dengan fenomena kehidupan. Materi yang dihadapi Wafi mencakup geografi fisik, geografi manusia, lingkungan, keruangan dan kewilayahan, peta dan pemetaan, serta berbagai materi Geografi lainnya.
Karakter soal yang terintegrasi membuat kemampuan analisis menjadi salah satu modal penting. Peserta tidak cukup hanya mengetahui konsep, tetapi juga dituntut membaca fenomena secara lebih utuh dan menghubungkan berbagai konsep Geografi secara komprehensif.
Penilaian dilakukan berdasarkan jawaban peserta terhadap soal-soal yang diberikan panitia, dengan memperhatikan ketepatan jawaban dan sistem penilaian yang telah ditetapkan dalam kompetisi.
Menghadapi lomba tersebut, Wafi tidak mengandalkan belajar dalam waktu singkat. Ia memulai persiapan dengan meninjau kembali materi Geografi secara menyeluruh, terutama topik yang kerap muncul dalam olimpiade.
Ia juga memperkaya referensi dan mengikuti perkembangan berbagai isu geografis agar terbiasa menghadapi persoalan secara kontekstual. Diskusi bersama guru pembimbing menjadi bagian lain dari persiapannya untuk mengurai soal dan mengidentifikasi materi yang masih perlu diperdalam.
“Saya melakukan persiapan dengan mempelajari kembali materi-materi Geografi secara menyeluruh, membaca berbagai referensi, serta mengikuti perkembangan isu-isu geografis agar lebih terbiasa menganalisis fenomena secara kontekstual,” ujar Wafi.
Dalam proses persiapan tersebut, Wafi mendapat pendampingan dari Dhany Melyana dan Eddy Sukarsa. Capaian sebagai juara 3 disambut Wafi dengan rasa senang, syukur, dan bangga. Namun, ia tidak ingin terlalu lama berhenti pada hasil yang sudah diraih.
Untuk menghadapi kompetisi di tingkat provinsi, Wafi akan meningkatkan intensitas latihan. Fokusnya diarahkan pada soal-soal analisis dan materi dengan tingkat kedalaman yang lebih tinggi. Ia juga akan memperbanyak diskusi bersama guru pembimbing serta melakukan simulasi pengerjaan soal olimpiade.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi prestasi yang diraih Wafi.
“Prestasi Ananda Wafi patut diapresiasi karena untuk mencapai podium dalam kompetisi seperti OMI diperlukan penguasaan materi, kemampuan analisis, dan proses persiapan yang tidak sebentar. Yang lebih penting, Wafi mampu menjadikan hasil ini sebagai motivasi untuk terus berkembang,” ujar Edi.
Ia berharap Wafi dapat menjadikan pengalaman di tingkat kota sebagai modal untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi. (dee)























