Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menerima kunjungan studi tiru dari Lapas Kelas IIA Sidoarjo sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan berbagi informasi mengenai kegiatan kerja serta pembinaan kemandirian warga binaan, Selasa (15/9/2026). Kunjungan ini menjadi momentum bagi kedua satuan kerja untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan program kegiatan kerja.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Lapas Kelas IIA Sidoarjo meninjau area Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Mojokerto, khususnya kegiatan budidaya ikan lele dan itik. Selain melakukan peninjauan secara langsung, kedua jajaran juga melakukan sharing informasi dan bertukar ilmu mengenai pengelolaan, pemeliharaan, serta pengembangan kegiatan kerja yang melibatkan warga binaan.
Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Mojokerto, Aviudin Kusuma, menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru menjadi kesempatan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. “Kami menyambut baik kunjungan dari Lapas Kelas IIA Sidoarjo. Melalui kegiatan ini, kami dapat saling bertukar informasi dan pengalaman mengenai pengelolaan kegiatan kerja, khususnya budidaya lele dan itik. Semoga apa yang dibagikan dapat menjadi bahan pengembangan kegiatan kerja di masing-masing satuan kerja,” ujarnya.
Perwakilan Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Hendri Lukmananto, mengapresiasi sambutan serta keterbukaan Lapas Mojokerto dalam berbagi informasi. “Kami mendapatkan banyak informasi dan pengalaman dari kegiatan studi tiru ini, terutama mengenai pengelolaan kegiatan budidaya lele dan itik. Pengetahuan yang kami peroleh akan menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan kegiatan kerja dan pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Sidoarjo,” ungkapnya.
Terpisah, Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan studi tiru sebagai bentuk penguatan kolaborasi antarsatuan kerja pemasyarakatan. “Kami mendukung kegiatan seperti ini karena menjadi ruang untuk saling belajar, bertukar ilmu, dan berbagi inovasi. Kami berharap kolaborasi dapat terus terjalin sehingga kegiatan kerja dan pembinaan kemandirian warga binaan semakin produktif serta memberikan manfaat sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

























