Yogyakarta, 4 September 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di SMK Negeri 4 Yogyakarta melalui pemanfaatan kain perca menjadi produk tote bag dengan hiasan sulaman aplikasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026 dan diikuti oleh 36 peserta didik kelas XI Program Keahlian Tata Busana. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran Pembuatan Hiasan Busana yang mengintegrasikan keterampilan vokasi Tata Busana dengan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus wujud pendampingan dan edukasi mahasiswa PK UNY di sekolah mitra. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui upaya mengurangi limbah dengan menggunakan kembali bahan yang masih bernilai guna, sekaligus mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena memperkuat kompetensi vokasional peserta didik yang relevan dengan dunia kerja.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman kepada 36 peserta didik mengenai permasalahan limbah tekstil yang dapat dihasilkan dari kegiatan praktik Tata Busana. Mahasiswa PK UNY mengajak peserta didik untuk mengenali bahwa kain perca yang tersisa dari proses pemotongan bahan masih dapat dimanfaatkan sebagai material untuk menghasilkan produk baru. Peserta didik kemudian diperkenalkan dengan konsep reuse dan upcycling sebagai bagian dari penerapan sustainable fashion, sekaligus memperdalam pemahaman teknis mereka dalam mata pelajaran keahlian Tata Busana. Setelah memahami konsep tersebut, peserta didik memilih kain perca yang masih layak digunakan, menentukan ide dan desain hiasan, serta menyesuaikannya dengan ukuran dan bentuk tote bag. Selanjutnya, peserta didik memotong kain perca sesuai desain dan mengaplikasikannya pada permukaan tote bag menggunakan teknik sulaman aplikasi. Selama proses praktik, mahasiswa PK bersama guru memberikan demonstrasi, pendampingan, serta arahan mengenai penggunaan alat dan bahan, teknik penyulaman, kerapian, dan penyelesaian produk  proses yang sekaligus menjadi sarana pembelajaran keterampilan bernilai bagi 36 peserta didik tersebut.
Kegiatan tersebut memberikan dampak positif ganda: dari sisi lingkungan, kain perca yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat digunakan kembali sebagai hiasan sehingga menghasilkan produk yang memiliki fungsi dan nilai estetika (SDG 12); dari sisi pendidikan, peserta didik meningkatkan keterampilan teknis, kreativitas, ketelitian, dan tanggung jawab yang menjadi bekal kompetensi vokasi mereka (SDG 4). “Menurut saya kegiatan ini sangat positif dan menarik. Peserta didik tidak hanya belajar keterampilan menjahit dan membuat tote bag, tetapi juga belajar memanfaatkan kain perca agar tidak menjadi limbah. Jadi, kegiatan ini bisa meningkatkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian mereka terhadap lingkungan,” ujar Ibu Sri Mulyani, guru pembimbing mata pelajaran Pembuatan Hiasan Busana SMK Negeri 4 Yogyakarta. Hal senada disampaikan oleh salah satu peserta didik, Cantika, dari kelas XI Program Keahlian Tata Busana. “Hal baru yang saya pelajari adalah ternyata kain perca yang sudah tidak terpakai masih bisa dibuat menjadi barang yang berguna seperti tote bag. Menurut saya, kain perca sebaiknya dimanfaatkan kembali daripada dibuang, karena bisa mengurangi limbah dan juga melatih kita untuk lebih kreatif,” ungkapnya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi PK Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pencapaian SDG 12 dan SDG 4 di lingkungan pendidikan vokasi.
Melalui kegiatan pemanfaatan kain perca ini, diharapkan peserta didik dapat menerapkan kebiasaan menggunakan bahan secara bijak serta tidak langsung membuang sisa bahan yang masih dapat dimanfaatkan, sembari terus mengasah kompetensi vokasional mereka. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat dikembangkan pada berbagai produk Tata Busana lainnya. Dengan adanya kegiatan berkelanjutan tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta berkomitmen agar penerapan prinsip reuse, upcycling, dan sustainable fashion, sekaligus penguatan pendidikan vokasi berkualitas, dapat menjadi bagian dari budaya pembelajaran di lingkungan sekolah serta membekali peserta didik dengan keterampilan dan kesadaran lingkungan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.






















