Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh terhentinya pengelolaan instalasi hidroponik sistem rakit apung milik KWT Sumber Makmur setelah sebelumnya mengalami kegagalan panen selada. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh masih terbatasnya pemahaman anggota mengenai proses budidaya hidroponik secara menyeluruh.
Melalui kerja sama dengan Loka Pangan Ngawi, pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai konsep dasar hidroponik, tetapi juga dilengkapi dengan praktik secara langsung. Narasumber dari Loka Pangan Ngawi memberikan materi mengenai tahapan budidaya, mulai dari persemaian, pindah tanam, pengontrolan pH dan PPM, perawatan tanaman, hingga proses panen dan pascapanen.
Rangkaian kegiatan diawali dengan presensi dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Kersikan, Ketua KWT Sumber Makmur, serta Ketua KKN 183 UNS. Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti demonstrasi langsung yang diberikan oleh narasumber untuk memperjelas tahapan pengelolaan tanaman hidroponik.
Baca Juga
Kepala Desa Kersikan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi pertanian yang dimiliki masyarakat Desa Kersikan.
Ketua KWT Sumber Makmur juga menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya pelatihan dan pendampingan hidroponik tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu anggota KWT memperoleh pemahaman yang lebih baik sehingga instalasi hidroponik yang sebelumnya sempat terhenti dapat kembali dimanfaatkan.
Hasil pelatihan kemudian terlihat melalui pertumbuhan tanaman selada pada etalase hidroponik yang digunakan dalam kegiatan. Tanaman tersebut berhasil tumbuh dan dipanen tanpa mengalami kegagalan seperti pada pengelolaan sebelumnya. Keberhasilan tersebut menjadi contoh awal yang dapat digunakan KWT Sumber Makmur sebagai acuan untuk pengelolaan hidroponik berikutnya.
Ke depan, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh anggota KWT dalam mengelola instalasi hidroponik. Hasil budidaya juga berpotensi menjadi produk yang dapat dipasarkan melalui Bank Sayur, sehingga kegiatan hidroponik tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga dapat mendukung pengembangan kegiatan ekonomi berbasis masyarakat di Desa Kersikan.
Dengan adanya pelatihan dan praktik secara langsung, KWT Sumber Makmur memiliki pengalaman awal dalam mengelola hidroponik secara lebih terarah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KKN 183 UNS bersama masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pertanian Desa Kersikan melalui pengembangan keterampilan dan inovasi budidaya yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.






















