Pelataran, Jakarta, (27/9/2026) – Prestasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam mengawal keamanan ekosistem data nasional mendapat apresiasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Malam Anugerah Hari Statistik Nasional (HSN) 2026. Penghargaan tersebut diterima Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Sabtu malam, 26 September 2026, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi BSSN dalam membangun fondasi keamanan siber untuk melindungi integritas, validitas, dan ketahanan data statistik nasional.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti kepada Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi. Prosesi tersebut berlangsung di hadapan sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu. Kehadiran para pejabat tersebut turut memperlihatkan besarnya perhatian terhadap pengelolaan statistik, keamanan data, dan perkembangan transformasi digital sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan serta pembangunan nasional.
Penghargaan tersebut hadir pada momentum ketika data memiliki kedudukan yang semakin penting dalam berbagai proses pengambilan kebijakan. Statistik yang berkualitas menjadi salah satu landasan untuk membaca kondisi dan perkembangan berbagai sektor, sementara keakuratan informasi sangat berkaitan dengan bagaimana data dikumpulkan, diolah, disimpan, serta dilindungi. Perkembangan teknologi digital membuat proses tersebut semakin terhubung dengan sistem informasi, sehingga keamanan ruang siber menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pengelolaan data negara. BSSN menjalankan peran strategis dalam memastikan ruang digital yang digunakan untuk berbagai kepentingan negara memiliki perlindungan terhadap ancaman siber. Pengamanan tersebut menjadi semakin relevan seiring meluasnya transformasi digital pemerintahan dan perekonomian digital. Sistem yang semakin terhubung membutuhkan fondasi keamanan yang mampu menjaga informasi strategis agar tetap terlindungi serta mendukung pemanfaatan data secara aman dan dapat dipercaya.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada BPS atas penghargaan yang diberikan. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap dedikasi seluruh jajaran BSSN dalam menjaga dan mengawal ekosistem data nasional. Apresiasi tersebut juga memperkuat komitmen BSSN untuk terus mendukung proses transformasi digital pemerintahan melalui penguatan keamanan siber dan sandi. Menurut Nugroho, digitalisasi pemerintahan harus disertai fondasi keamanan yang kuat agar berbagai sistem dan data yang digunakan dapat terlindungi dari ancaman di ruang siber. Transformasi digital membawa perubahan besar terhadap cara pemerintah mengelola informasi dan menjalankan berbagai aktivitas, sehingga keamanan siber perlu menjadi bagian yang berjalan beriringan dengan proses tersebut.
“Sesuai arahan Presiden RI, digitalisasi pemerintahan mutlak harus dilakukan. Namun, di balik transformasi dan perekonomian digital tersebut, harus ada fondasi yang kuat, yaitu keamanan siber dan sandi. Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari dedikasi seluruh jajaran BSSN dalam menjaga dan mengawal ekosistem data nasional, termasuk dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia agar terbebas dari ancaman siber,” ujar Kepala BSSN Nugroho. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keamanan siber memiliki hubungan erat dengan keberhasilan transformasi digital pemerintahan. Sistem digital yang digunakan untuk mengelola berbagai informasi strategis membutuhkan perlindungan agar data yang berada di dalamnya tetap terjaga. Penguatan keamanan siber dan sandi menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang mampu mendukung pengelolaan data negara secara aman.

Penghargaan dari BPS juga diberikan atas kontribusi BSSN dalam membangun fondasi keamanan siber untuk melindungi data statistik nasional. Integritas, validitas, dan ketahanan data menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan statistik karena data tersebut digunakan sebagai sumber informasi dalam berbagai kebutuhan pembangunan. Perlindungan terhadap data menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga agar informasi yang tersedia tetap dapat diandalkan ketika digunakan untuk mendukung perumusan kebijakan. Hubungan antara keamanan siber dan kualitas data menjadi semakin penting ketika pengelolaan statistik berlangsung dalam ekosistem digital. Data yang berkualitas membutuhkan proses pengelolaan yang tertata, sedangkan proses tersebut membutuhkan sistem yang aman dari ancaman yang dapat mengganggu integritas informasi. Sinergi antara BSSN dan BPS menjadi salah satu bagian dari upaya menjawab kebutuhan tersebut melalui kolaborasi lintas lembaga.
BPS memiliki peran dalam penyelenggaraan statistik nasional, sementara BSSN menjalankan tugas dalam bidang keamanan siber dan sandi. Kedua fungsi tersebut memiliki keterkaitan dalam membangun ekosistem data nasional yang aman dan tepercaya. Kerja sama antara kedua lembaga diarahkan agar proses pengelolaan data negara dapat berlangsung dengan dukungan sistem keamanan yang memadai, mulai dari proses pengumpulan hingga pemanfaatannya. Peringatan Hari Statistik Nasional 2026 turut memberikan konteks penting bagi penghargaan tersebut. Tahun ini, HSN mengusung tema “Statistik Berkualitas untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menegaskan pentingnya data yang akurat dan terpercaya sebagai fondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan bangsa. Informasi statistik yang memiliki kualitas dibutuhkan untuk membantu menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran berdasarkan kondisi yang tergambarkan melalui data.
Kualitas statistik juga memiliki hubungan dengan keamanan data yang menjadi bagian dari perhatian BSSN. Data yang akurat perlu dijaga agar integritas dan validitasnya tetap terpelihara selama berada dalam proses pengelolaan. Perlindungan terhadap sistem dan informasi menjadi bagian penting dari rangkaian tersebut, terutama ketika data strategis negara dikelola melalui infrastruktur digital. Momentum HSN 2026 kemudian menjadi ruang bagi BSSN untuk mempertegas komitmennya dalam mempererat kolaborasi lintas sektoral bersama BPS. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memastikan berbagai instrumen pengumpulan data strategis negara dapat berada dalam ruang siber yang terlindungi dan berdaulat. Perhatian tersebut mencakup data Sensus Ekonomi serta berbagai basis data sektoral lainnya yang memiliki peran dalam mendukung kebutuhan informasi negara.

Data Sensus Ekonomi dan basis data sektoral memiliki fungsi penting dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk melihat kondisi berbagai sektor. Karena itu, keamanan data menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam setiap tahapan pengelolaan informasi. Perlindungan terhadap sistem yang menopang pengumpulan dan pengolahan data membantu menjaga agar informasi strategis tersebut tetap berada dalam lingkungan yang aman. Komitmen BSSN bersama BPS juga mencerminkan kebutuhan terhadap kolaborasi lintas sektoral dalam menghadapi perkembangan ruang digital. Pengelolaan data negara tidak berdiri sendiri karena melibatkan berbagai lembaga dengan fungsi yang saling berkaitan. Sinergi antara penyelenggara statistik dan lembaga keamanan siber menjadi bagian penting dalam menjaga agar ekosistem data nasional dapat berjalan dengan tingkat perlindungan yang memadai.
Penghargaan yang diterima BSSN pada Malam Anugerah HSN 2026 menjadi catatan penting atas kontribusi keamanan siber dalam mendukung pengelolaan statistik nasional. Apresiasi tersebut menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kualitas data dan keamanan sistem yang menopangnya. Dedikasi jajaran BSSN dalam menjaga ekosistem data nasional mendapatkan pengakuan melalui momentum yang menempatkan kualitas statistik sebagai bagian penting dari agenda pembangunan. Bagi BSSN, penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk melanjutkan penguatan kolaborasi bersama BPS. Ke depan, berbagai instrumen pengumpulan data strategis negara akan terus diarahkan agar berada dalam ruang siber yang terlindungi dan berdaulat. Upaya tersebut mencakup pengamanan data Sensus Ekonomi maupun basis data sektoral lainnya sebagai bagian dari dukungan terhadap kebutuhan pembangunan nasional.
Malam Anugerah Hari Statistik Nasional 2026 akhirnya menjadi momentum yang mempertemukan dua kebutuhan strategis dalam tata kelola negara, yakni tersedianya statistik yang berkualitas dan terjaganya keamanan data yang menopang informasi tersebut. Penghargaan kepada BSSN menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi keamanan siber dalam menjaga integritas, validitas, dan ketahanan data statistik nasional. Komitmen tersebut akan terus diperkuat melalui sinergi antara BSSN dan BPS. Keamanan siber dan sandi ditempatkan sebagai fondasi yang mendukung transformasi digital pemerintahan serta pengelolaan ekosistem data nasional. Selaras dengan semangat HSN 2026, upaya tersebut diarahkan untuk menjaga agar data strategis negara dapat dikelola secara aman, andal, dan tepercaya demi mendukung pembangunan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.



















