Bengkulu — Ada yang berbeda di Dapur Elok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu pada Minggu (27/9). Aktivitas di dapur yang setiap hari menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan makanan warga binaan itu mendapat perhatian khusus dari tim Humas Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Publik (Pusdatin KP) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Datang langsung dari pusat ke Bengkulu, tim Pusdatin KP melakukan pengambilan video untuk merekam lebih dekat aktivitas Dapur Elok Lapas Bengkulu. Kedatangan tersebut menjadi momentum tersendiri bagi jajaran Lapas Bengkulu untuk menunjukkan bagaimana layanan makanan bagi warga binaan dikelola dari awal hingga makanan diterima oleh warga binaan.
Tak ingin sekadar mengambil gambar suasana dapur, tim mengikuti alur kegiatan secara utuh pada hari tersebut. Kamera merekam sejak bahan makanan (BAMA) diterima di Lapas, kemudian ditimbang, dicuci, dipersiapkan, hingga masuk ke proses memasak.
Dari balik aktivitas dapur, terlihat bagaimana setiap tahapan saling terhubung. Bahan makanan yang datang tidak langsung diolah, tetapi terlebih dahulu melalui proses penerimaan dan penimbangan. Setelah itu, bahan dicuci dan dipersiapkan sebelum akhirnya diolah menjadi makanan untuk warga binaan.
Proses memasak pun menjadi bagian yang tak luput dari dokumentasi. Aktivitas petugas dan warga binaan yang terlibat dalam pengelolaan dapur direkam untuk memperlihatkan bagaimana makanan dipersiapkan hingga siap didistribusikan.
Perjalanan kamera kemudian berlanjut sampai tahap akhir, yakni pendistribusian makanan kepada warga binaan.
Dengan demikian, video yang diambil tidak hanya memperlihatkan kondisi Dapur Elok, tetapi juga menyajikan cerita lengkap mengenai perjalanan bahan makanan—dari BAMA datang hingga menjadi makanan yang diterima warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyambut baik kedatangan tim Pusdatin KP untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian dari tim pusat menjadi kesempatan bagi Lapas Bengkulu untuk memperlihatkan secara langsung berbagai upaya yang dilakukan jajaran dalam memberikan layanan kepada warga binaan.
“Kami tentu menyambut baik kedatangan tim Pusdatin KP. Ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bagaimana Dapur Elok Lapas Bengkulu dikelola dan bagaimana proses penyediaan makanan bagi warga binaan dilaksanakan setiap harinya,” ujar Julianto.
Ia menambahkan, Dapur Elok merupakan bagian penting dari pelayanan Lapas karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan. Oleh karena itu, setiap proses mulai dari penerimaan bahan makanan hingga pendistribusian menjadi perhatian jajaran.
Bagi Lapas Bengkulu, kehadiran tim Humas Pusdatin KP dari tingkat pusat juga menjadi dorongan untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas berbagai program serta layanan yang telah berjalan.
Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi gambaran bagi masyarakat bahwa di balik tembok Lapas terdapat berbagai aktivitas pelayanan yang berjalan setiap hari. Salah satunya adalah Dapur Elok, yang memastikan makanan warga binaan dipersiapkan melalui rangkaian proses yang teratur sebelum akhirnya tersaji.
Dari Bengkulu, cerita tentang Dapur Elok kini direkam untuk dilihat lebih luas. Sebuah bentuk perhatian yang sekaligus menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Bengkulu untuk terus menghadirkan pelayanan Pemasyarakatan yang semakin baik.




















