Bengkulu — Upaya memperkuat keamanan dan mencegah masuknya barang terlarang terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu. Salah satunya melalui lanjutan kunjungan teknis untuk perbaikan dan optimalisasi mesin X-Ray yang digunakan sebagai salah satu perangkat pendukung pemeriksaan keamanan di area Lapas, Minggu (27/9).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah preventif untuk memastikan perangkat X-Ray dapat kembali berfungsi secara optimal dalam mendeteksi barang atau benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
Melalui pemeriksaan menggunakan X-Ray, petugas dapat melakukan deteksi terhadap barang bawaan tanpa harus membuka seluruh bagian barang secara manual. Teknologi tersebut menjadi salah satu lapisan pemeriksaan penting, khususnya dalam mengantisipasi upaya penyelundupan narkoba, alat elektronik, maupun berbagai barang terlarang lainnya ke dalam lingkungan Lapas.
Optimalisasi perangkat keamanan ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Bengkulu untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan. Terlebih, pemeriksaan terhadap barang dan pengunjung merupakan tahapan penting dalam memastikan setiap benda yang masuk telah melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa pemanfaatan sarana dan prasarana keamanan harus terus dijaga agar mampu mendukung pelaksanaan tugas jajaran Pemasyarakatan secara maksimal.
“Perangkat keamanan harus dipastikan dalam kondisi optimal karena pencegahan merupakan langkah utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan dukungan peralatan yang baik serta ketelitian petugas, potensi masuknya barang terlarang dapat ditekan,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi tidak menggantikan peran petugas, tetapi menjadi instrumen pendukung untuk memperkuat sistem pemeriksaan. Karena itu, perawatan dan perbaikan peralatan keamanan menjadi bagian penting yang tidak dapat diabaikan.
Lapas Bengkulu akan terus melakukan pemeliharaan dan evaluasi terhadap sarana keamanan yang dimiliki. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan yang semakin kuat, sekaligus memberikan rasa aman bagi petugas, warga binaan, maupun masyarakat yang mengakses layanan di lingkungan Lapas.
Dengan optimalnya mesin X-Ray, Lapas Bengkulu kembali mempertegas komitmennya untuk membangun sistem keamanan yang lebih cermat, berlapis, dan responsif sebagai bagian dari upaya mewujudkan Pemasyarakatan yang aman dan tertib.






















