Kegiatan ini merupakan program kokurikuler yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat di area bantaran saluran air sekolah SLB N 2 Bantul, sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) mahasiswa Pendidikan Luar Biasa UNY.
Sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, SLB N 2 Bantul bersama mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) menyelenggarakan program kokurikuler rutin setiap hari Jumat berupa kegiatan bercocok tanam di lahan kosong pinggir saluran air sekolah. Program ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai kelas secara bergantian dan didampingi langsung oleh mahasiswa PK sebagai fasilitator. Kegiatan yang berlangsung secara berkelanjutan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).
Setiap pelaksanaannya, kegiatan kokurikuler ini diawali dengan pengarahan singkat oleh mahasiswa PK mengenai teknik bercocok tanam dan pentingnya pemanfaatan lahan sempit di lingkungan sekolah. Siswa kemudian dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk melakukan perawatan lahan secara berkelanjutan, mulai dari pengolahan tanah, perawatan pagar bambu pelindung tanaman, penyiraman, hingga pemantauan pertumbuhan sayuran dari minggu ke minggu. Rutinitas mingguan ini memungkinkan siswa memahami proses pertumbuhan tanaman secara menyeluruh, bukan sekadar satu tahap penanaman saja.
Sebagai program yang dilaksanakan secara konsisten setiap Jumat, kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang bagi siswa maupun lingkungan sekolah. Siswa memperoleh pembelajaran kontekstual berkelanjutan mengenai pertanian, tanggung jawab, dan kerja sama tim, yang terus terasah karena dilakukan berulang setiap minggu. Bagi lingkungan sekolah, program ini mengubah lahan kosong di sekitar saluran air menjadi area hijau produktif secara bertahap, mendukung pencapaian SDG 15 tentang perlindungan ekosistem daratan, sekaligus SDG 2 melalui hasil tanam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan sederhana bagi warga sekolah.
Dengan dijadikannya kegiatan ini sebagai program kokurikuler rutin setiap Jumat, diharapkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi kebiasaan baik yang terus dilanjutkan. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model kokurikuler berbasis SDGs yang dapat direplikasi di sekolah lain.





















