MALANG – Dosen Universitas Negeri Malang (UM) menerbitkan buku Literasi Informasi dan Media: Membangun Masyarakat Kritis di Tengah Banjir Informasi lewat program bantuan publikasi buku dana internal UM tahun 2026. Penulis menyusun buku ini dilatarbelakangi oleh fenomena arus informasi dari media digital yang makin rumit. Informasi kini mudah diakses. Di sisi lain, misinformasi dan disinformasi ikut menyebar, sementara banyak pengguna belum terbiasa menilai informasi yang mereka terima.
Hal baru dalam buku ini adalah penggabungan literasi informasi dan literasi media dengan fokus pada keterampilan praktis. Melalui buku ini, pembaca diajak untuk belajar bagaimana cara mencari informasi, menilai apakah sebuah sumber layak dipercaya, dan memakai informasi secara etis di media digital. Model-model literasi informasi dibahas secara konseptual, lalu dihubungkan dengan cara memakai informasi secara bertanggung jawab. Buku ini ditulis berdasarkan kajian pustaka (literature review) yang dilengkapi analisis konseptual, perbandingan berbagai model literasi informasi, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan.
Isi buku mengikuti seluruh tahap penggunaan informasi. Tahap itu dimulai dengan mengenali kebutuhan informasi dan menyusun strategi pencarian. Selanjutnya, pembaca mengorganisasi temuan, menilainya, dan memanfaatkannya secara etis. Bagian literasi media menjelaskan bagaimana proses pesan dibentuk, disebarkan, dan memengaruhi cara publik memandang suatu hal. Dengan begitu, pembaca belajar menemukan informasi sekaligus membaca cara kerja media. Bekal ini dibutuhkan oleh masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Sebagai buku referensi akademik, karya ini dapat digunakan sebagai rujukan mata kuliah dan bahan ajar di berbagai jenjang pendidikan, atau sebagai materi pelatihan pustakawan. Buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan dosen dan guru untuk membimbing peserta didik memilih informasi yang kredibel, sedangkan bagi pustakawan dapat digunakan untuk memperkuat peran sebagai pendamping literasi, yaitu membantu pemustaka menemukan dan menilai informasi dengan bertanggung jawab.
Sebagai salah satu sumber belajar baik dalam pendidikan formal maupun nonformal, buku ini dapat mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas dan berkelanjutan ( SDG 4 ), khususnya pada era digital saat ini. Buku ini juga mendukung SDG 16 tentang jaminan akses publik terhadap informasi. Masyarakat yang terampil mencari, menilai, dan memakai informasi secara etis lebih sulit termakan hoaks dan manipulasi informasi.
Lewat penerbitan ini, UM menunjukkan dukungannya terhadap budaya akademik, terutama produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang berguna bagi masyarakat. Skema bantuan publikasi buku dana internal membuat gagasan akademik dapat diterbitkan dan terus dipakai sebagai sumber belajar. Ke depannya, buku ini diharapkan menjadi dasar program literasi lanjutan, misalnya pelatihan, lokakarya, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan harapan masyarakat makin kritis, mandiri, dan bertanggung jawab dalam bermedia.
























