Bengkulu – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu melaksanakan tes urine bagi pegawai pada Kamis, 22 Oktober 2026, sebagai langkah nyata mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus memperkuat integritas aparatur negara. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Direktur Jenderal Pemasyarakatan, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu, dengan pengawasan langsung dari Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal).
Pengawasan dilakukan oleh jajaran Satops Patnal Bapas Kelas I Bengkulu, yakni Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Pertama Muhammad Ery Wiranu, PK Pertama Ari Fadilah, dan PK Pertama Syahrun Alfiqri. Keterlibatan Satops Patnal menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan berjalan tertib sekaligus memperkuat fungsi pengawasan internal terhadap kepatuhan pegawai.
Pelaksanaan tes urine ini merupakan upaya deteksi dini untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja. Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal institusi, dengan memastikan setiap pegawai menjaga kedisiplinan, menaati peraturan, serta menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Sebagai bagian dari pengawasan internal, Satops Patnal berperan mendukung penguatan kepatuhan terhadap ketentuan dan tata tertib di lingkungan Pemasyarakatan. Pengawasan dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Bapas Bengkulu untuk membangun budaya kerja yang bersih, sehat, aman, dan berintegritas.
Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, menegaskan bahwa tes urine dan pengawasan internal merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan.
“Pelaksanaan tes urine ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menindaklanjuti arahan pimpinan sekaligus memastikan lingkungan kerja Bapas Bengkulu tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba. Dengan dukungan pengawasan Satops Patnal, kami ingin memperkuat kedisiplinan dan kepatuhan pegawai agar integritas benar-benar tercermin dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Aidil.
Ia menambahkan bahwa integritas aparatur bukan hanya menyangkut kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menjadi landasan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Karena itu, pengawasan dan langkah pencegahan perlu dilakukan secara konsisten untuk menjaga profesionalisme seluruh jajaran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja (Bimker) pada Seksi Bimbingan Klien Dewasa (BKD), Yoggy Pramana Putra, menyampaikan bahwa tes urine menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk menjaga perilaku dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.
“Setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri, mematuhi aturan, dan mendukung lingkungan kerja yang bebas dari narkoba. Pengawasan internal dan langkah pencegahan seperti ini penting untuk membangun budaya kerja yang disiplin, sehingga tugas Pemasyarakatan dapat dilaksanakan secara profesional dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ungkap Yoggy.
Sementara itu, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Pertama Muhammad Ery Wiranu selaku perwakilan Satops Patnal Bapas Kelas I Bengkulu menegaskan bahwa pengawasan dalam pelaksanaan tes urine merupakan bagian dari upaya memperkuat kepatuhan internal dan memastikan seluruh pegawai menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Satops Patnal hadir untuk mendukung pengawasan dan memastikan kepatuhan internal di lingkungan Pemasyarakatan tetap terjaga. Melalui kegiatan tes urine ini, kami ingin menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja. Integritas bukan hanya tuntutan organisasi, tetapi juga tanggung jawab setiap pegawai dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Ery.
Ia menambahkan bahwa pengawasan internal diharapkan tidak hanya menjadi langkah pencegahan, tetapi juga membangun kesadaran seluruh pegawai untuk menjunjung tinggi kedisiplinan, profesionalisme, dan tanggung jawab. Dengan demikian, lingkungan kerja yang bersih dari narkoba dapat mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui pelaksanaan tes urine yang diawasi Satops Patnal, Bapas Kelas I Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Langkah ini diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mewujudkan jajaran Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.(IH)




















