“Mandiri, Berbudaya, Berprestasi, Beriman dan Bertakwa” bukan sekadar slogan yang tertulis, melainkan visi yang terus diupayakan. Sejalan dengan SDGs tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas, sekolah meyakini bahwa pembelajaran dapat dilakukan melalui banyak cara. Sebanyak 13 kegiatan ekstrakurikuler aktif menjadi ruang bagi murid SLB Negeri Pembina Yogyakarta untuk mengembangkan minat dan bakat di luar pembelajaran di kelas, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk turut mendukung pelaksanaan kegiatan diluar pembelajaran. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan di area sekolah setelah pembelajaran selesai dan memberikan kesempatan bagi murid untuk memilih aktivitas sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki. Selain menjadi wadah pengembangan bakat, ekstrakurikuler juga menjadi sarana bagi sekolah untuk mengenali dan mengembangkan kemampuan murid yang dapat mendukung pencapaian prestasi di berbagai bidang.
Melalui berbagai penyesuaian, pelaksanaan ekstrakurikuler didukung oleh pelatih khusus dan para pendidik yang memiliki keahlian di bidang masing-masing serta melibatkan mahasiswa yang sedang melakukan Praktik Kependidikan (PK). Penyesuaian dilakukan berdasarkan karakteristik murid, termasuk dengan mempertimbangkan kebutuhan murid dengan hambatan intelektual. Beragam bidang tersedia dalam kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari bidang seni, olahraga, keagamaan, hingga kepemimpinan. Bidang seni terdiri dari seni rupa, seperti lukis, batik, dan merangkai bunga, serta seni pertunjukan, seperti tari, fashion show, teater, dan musik, termasuk karawitan dan angklung. Pada bidang olahraga, terdapat ekstrakurikuler pencak silat, atletik, bulu tangkis, dan tenis meja. Sementara itu, bidang keagamaan meliputi MTQ dan bidang kepemimpinan seperti pramuka. Keberagaman tersebut memberikan kesempatan bagi murid untuk memilih dan mengikuti kegiatan yang sesuai dengan minat serta potensi yang dimiliki.
Dari berbagai aktivitas tersebut, minat dan bakat murid mulai terlihat, salah satunya melalui prestasi yang diraih dalam ajang FLS3N. Nathan berhasil meraih prestasi pada cabang fashion show, sementara Ilham menunjukkan kemampuannya di bidang teater, Syam Bayu Herlambang di bidang cipta komik, dan Rafa Kusuma Atma Wibowo pada cabang olahraga pencak silat. Selain itu, prestasi juga berhasil dicapai pada cabang Batik dalam ajang LKSN PDBK oleh Gendhis Alfira Putri yang berhasil menjadi juara ke-2. Capaian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan murid dapat hadir melalui beragam bidang. Setiap murid memiliki kemampuan yang dapat terus diasah ketika didukung dengan lingkungan dan kesempatan yang sesuai. Sejalan dengan kegiatan yang telah ada, keterlibatan mahasiswa PK UNY diharapkan dapat turut memberikan dukungan sederhana melalui pendampingan selama kegiatan ekstrakurikuler berlangsung, meskipun proses pengembangan minat dan bakat murid tetap menjadi bagian dari pembinaan yang telah berjalan di sekolah. Hal ini sejalan dengan SDGs tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi murid, serta tujuan ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui aktivitas keolahragaan.
Antusiasme serta capaian yang muncul dari berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa ruang belajar bagi murid tidak berhenti ketika pembelajaran di kelas selesai. Setiap ekstrakurikuler dapat menjadi bagian dari proses untuk mengenali kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan sisi lain dari diri murid yang mungkin tidak selalu terlihat dalam pembelajaran akademik. Ke depan, keberagaman ekstrakurikuler diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai ruang bagi murid untuk tumbuh sesuai dengan minat dan potensinya. Bagi mahasiswa, pengalaman mendampingi berbagai kegiatan tersebut menjadi pembelajaran bermakna bahwa pendidikan dapat hadir melalui banyak ruang, dengan tetap membuka peluang bagi setiap murid untuk menunjukkan dan mengembangkan kemampuannya.





















