Mahasiswa Program Studi Kebijakan Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Azila Fatmah Putri, merancang “POROS” (Pusat Konten dan Publikasi Dikpora) sebagai alternatif digital untuk mendukung pengelolaan konten media sosial di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Dikpora DIY). Perancangan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) yang dilaksanakan pada Subbagian Umum Dikpora DIY, Unit Media Sosial selama Juli–September 2026. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berada dibawah arahan Bu Alfa Endrapuri, S.Psi., selaku koordinator lokasi PK, dan Bu Tampi Prehadini, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Perancangan POROS dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap proses pengelolaan konten media sosial yang meliputi penerimaan informasi, perencanaan, produksi, penyuntingan, hingga publikasi. Dalam pelaksanaannya, terdapat konten yang dapat direncanakan sebelumnya dan konten yang muncul secara insidental, seperti kunjungan, rapat, dan kegiatan kelembagaan lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya instrumen yang dapat membantu mengatur rencana publikasi sekaligus mencatat konten yang telah dibuat atau dipublikasikan. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan analisis dokumen, POROS dirancang dengan dua fitur utama, yaitu Content Calendar dan Content Log. Content Calendar digunakan untuk menyusun dan memantau rencana publikasi, sedangkan Content Log digunakan untuk mencatat konten yang telah dibuat atau dipublikasikan, termasuk konten yang bersifat insidental.
Dalam pelaksanaannya, perancangan POROS dilakukan pada Unit Media Sosial Dikpora DIY di bawah arahan Bapak Ernawan Nur Hidayat selaku pembimbing instruktur. Kegiatan tersebut berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Meskipun tidak berupa kegiatan pembelajaran secara langsung, perancangan POROS mendukung pengelolaan dan penyebarluasan informasi di bidang pendidikan. Pengelolaan konten yang lebih terstruktur diharapkan dapat membantu penyampaian informasi mengenai program, layanan, kebijakan, dan kegiatan pendidikan kepada masyarakat secara lebih sistematis.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menerapkan analisis kebijakan dan pemanfaatan teknologi digital untuk merespons kebutuhan organisasi. Bagi Dikpora DIY, rancangan POROS dapat menjadi alternatif instrumen untuk mendukung perencanaan, pencatatan, dan pemantauan konten media sosial. Namun, POROS masih berada pada tahap rancangan sehingga diperlukan pengembangan, uji coba, dan evaluasi lebih lanjut sebelum diterapkan dalam sistem kerja Unit Media Sosial.
Ke depan, rancangan POROS diharapkan dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga mampu mendukung pengelolaan publikasi informasi pendidikan yang lebih sistematis, fleksibel, dan berkelanjutan.




















