Yogyakarta – Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) dilaksanakan dalam bentuk pembinaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang diselenggarakan setiap hari Rabu di SD Negeri Wirosaban, Yogyakarta. Sekolah ini merupakan sekolah dasar berstatus inklusi, sehingga kegiatan yang dilaksanakan turut memperhatikan keberagaman karakteristik peserta didik. TPA ini bernaung di bawah Madrasah Diniyah (Madin) Asy-Syifa, yang merupakan nama mushola di lingkungan SDN Wirosaban, dan telah berjalan sejak tahun 2019 sebagai program kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan membiasakan anak-anak membaca Al-Qur’an sejak usia dini. Pelaksanaannya berupa pendampingan mengaji Iqro dan Al-Qur’an secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing anak, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah bagi peserta pemula hingga tadarus Al-Qur’an bagi peserta yang telah lebih mahir. Selain mengajarkan bacaan, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan melalui rutinitas TPA yang konsisten setiap minggunya, sehingga anak-anak terbiasa menjadikan kegiatan mengaji sebagai bagian dari kesehariannya.
Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), karena kegiatan TPA memberikan akses pendidikan keagamaan yang berkelanjutan dan merata bagi seluruh peserta didik; SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan), mengingat pelaksanaan kegiatan di SD inklusi menunjukkan komitmen pemerataan kesempatan belajar tanpa membedakan kondisi maupun kemampuan anak, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang tercermin dari sinergi antara Kemenag Kota Yogyakarta dan BAZNAS Kota Yogyakarta dalam mendukung keberlangsungan program TPA Madin Asy-Syifa. Kegiatan TPA Madin Asy-Syifa memberikan dampak positif bagi peserta didik SDN Wirosaban, khususnya dalam membentuk kebiasaan membaca Al-Qur’an sejak dini serta menguatkan fondasi karakter religius anak. Bagi sekolah, kegiatan ini memperkaya program pembinaan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan, sementara bagi masyarakat sekitar, keberadaan TPA ini menjadi wadah pembinaan generasi muda yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2019 hingga saat ini.
Diharapkan kegiatan TPA Madin Asy-Syifa dapat terus berlanjut dan semakin berkembang, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas pembelajaran yang diberikan. Dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah, Kemenag, dan BAZNAS Kota Yogyakarta diharapkan dapat memperkuat program ini sebagai model pembinaan keagamaan yang inklusif bagi sekolah sekolah lain.




















