Mojokerto – Enam Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto Tahun Anggaran 2025 mengikuti kegiatan Long March Pembinaan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD). Kegiatan diawali dengan apel pembukaan di Pendopo Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang merupakan kawasan bersejarah dan diyakini berdiri di atas bekas pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, Sabtu (13/06).
Pemilihan Pendopo Agung Trowulan sebagai lokasi apel pembukaan memiliki makna tersendiri. Selain menjadi simbol kejayaan Nusantara, tempat tersebut diyakini sebagai lokasi Mahapatih Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa. Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa pelaksanaan apel di lokasi bersejarah ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai patriotisme dan perjuangan para pendahulu bangsa. Ia berharap semangat pengabdian, persatuan, dan loyalitas yang diwariskan Kerajaan Majapahit dapat tertanam dalam diri para CASN serta diterapkan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Usai apel, peserta memulai long march sejauh 15 kilometer dengan melewati sejumlah pos pembinaan yang telah disiapkan. Pada Pos 1, peserta dihadapkan pada tantangan menyeberangi sungai dan merayap di medan yang menantang. Kegiatan ini bertujuan membangun keberanian, daya juang, ketangguhan, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan tugas sebagai petugas pemasyarakatan.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Pos 2, di mana peserta diberikan berbagai teka-teki dan tantangan pemecahan masalah. Melalui kegiatan tersebut, peserta dilatih untuk berpikir kritis, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan analisis, serta membangun pola pikir yang solutif dalam menghadapi permasalahan di lingkungan kerja.
Di Pos 3 yang berada di tengah hamparan perkebunan tebu, peserta mengikuti simulasi survival yang menekankan pentingnya kerja sama tim. Melalui tantangan tersebut, para CASN diajak menumbuhkan rasa solidaritas, kekompakan, kepedulian terhadap sesama rekan, serta kemampuan bekerja secara kolektif dalam mencapai tujuan bersama.
Memasuki Pos 4 yang menjadi tahapan akhir, peserta melaksanakan prosesi pengambilan baret di area makam sebagai simbol ujian mental dan penguatan karakter. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk keteguhan hati, keberanian, serta kesiapan mental sebagai calon petugas pemasyarakatan yang akan mengemban amanah dan tanggung jawab besar dalam pelaksanaan tugas.
Setelah tiba di Lapas Mojokerto, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan renungan malam dan penciuman pataka sebagai bentuk refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Suasana khidmat dan penuh makna menjadi momentum bagi para CASN untuk menguatkan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pada apel penutupan, Kalapas Mojokerto Arifin Akhmad secara langsung menyematkan baret kepada enam CASN sebagai simbol keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian Bintaldis. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir insan pemasyarakatan yang disiplin, berintegritas, tangguh, memiliki jiwa korsa yang kuat, serta siap memberikan pelayanan profesional dan humanis kepada masyarakat.

























