SUKOHARJO, 13 Juni 2026 – Gegap gempita pergerakan pemuda mewarnai Gedung DPRD Kabupaten Sukoharjo pada hari Sabtu (13/6). Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukoharjo secara gemilang telah menuntaskan salah satu agenda krusial organisasinya, yakni Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum pemanasan mesin organisasi sekaligus prakondisi yang sangat penting sebelum melangkah menuju perhelatan akbar Musyawarah Daerah (Musda).
Forum pengambilan keputusan setingkat di bawah Musda ini dibanjiri oleh delegasi pimpinan dari puluhan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang berhimpun, serta perwakilan Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI se-Kabupaten Sukoharjo. Mengangkat narasi besar bertajuk “Transformasi Kepemimpinan Pemuda Sukoharjo: Solid Bertindak, Progresif Bergerak, Nyata Berdampak!”, persidangan berjalan dengan penuh dialektika yang akrab, kritis, dan melahirkan sejumlah kesepakatan strategis. Fokus utamanya mencakup penetapan kepesertaan, rancangan materi, hingga penjadwalan tahapan Musda 2026.
Dinamika positif yang terbangun dalam Rapimpurda kali ini tak luput dari sorotan dan apresiasi jajaran pengurus provinsi. Desmon Tambubolon, yang hadir sebagai utusan resmi dari DPD KNPI Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan kekagumannya atas vitalitas organisasi pemuda di Sukoharjo ini.
“Melihat langsung forum hari ini, saya harus katakan bahwa DPD KNPI Kabupaten Sukoharjo bergerak dalam frekuensi yang sangat luar biasa. Ritme organisasinya sangat hidup dengan agenda kegiatan yang begitu padat dan berkelanjutan. Belum lagi melihat betapa banyaknya OKP yang berhimpun dan menunjukkan militansinya secara nyata di sini. Kondisi ini secara gamblang menjawab mengapa KNPI Sukoharjo baru-baru ini dianugerahi penghargaan bergengsi oleh DPD KNPI Jawa Tengah. Prestasi tersebut benar-benar sejalan dengan realita di lapangan; kerja keras kawan-kawan di sini sangat patut diacungi jempol,” ungkap Desmon.
Kesuksesan perhelatan ini tentu tidak lepas dari racikan matang kepanitiaan. Sodiq, selaku Ketua Organizing Committee (OC) Rapimpurda KNPI Sukoharjo 2026, memaparkan bahwa kelancaran acara adalah buah dari sinergi dan persiapan tak kenal lelah dari seluruh anggota panitia.
“Kami mengawali persiapan dengan sangat detail, bahkan menggelar gladi bersih secara khusus guna memastikan alur acara berjalan presisi. Puji syukur, segala ikhtiar tersebut terbayar lunas. Kehadiran dan antusiasme rekan-rekan utusan OKP dan DPK sungguh di luar ekspektasi, memenuhi ruangan persidangan dengan energi positif. Kami dari kepanitiaan berupaya semaksimal mungkin memfasilitasi ruang dialog yang representatif, sehingga kawan-kawan dapat merumuskan ketetapan organisasi dengan kondusif, elegan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah,” beber Sodiq.
Sebagai nahkoda pergerakan, Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukoharjo, Didit Ardiyanto, menegaskan esensi filosofis di balik penyelenggaraan Rapimpurda kali ini. Menurutnya, forum ini adalah titik tolak pembaharuan gaya kepemimpinan kaum muda.
“Rapimpurda 2026 ini adalah jembatan emas kita menuju Musda. Melalui tema yang kita angkat, saya ingin mengajak seluruh elemen pemuda Sukoharjo untuk terus berani melakukan transformasi. Organisasi ini menuntut kita untuk selalu solid dan merapatkan barisan saat bertindak, mengedepankan cara-cara progresif dalam setiap gerak langkah, dan pada akhirnya, semua itu harus bermuara pada karya nyata yang membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat daerah. Energi persatuan yang solid hari ini meyakinkan saya bahwa kita sepenuhnya tangguh menyambut Musda 2026 dengan adu gagasan yang konstruktif,” tutur Didit penuh optimisme.
Ketuk palu penutupan Rapimpurda 2026 secara otomatis menandai dimulainya eskalasi menuju perhelatan Musda KNPI Kabupaten Sukoharjo. Kolaborasi yang telah terbangun mantap diikrarkan untuk terus dijaga demi kemajuan pemuda dan pembangunan daerah di Kabupaten Sukoharjo.




















