“Apa gunanya aku hidup didunia ini?”, “Kok semua orang selalu mengecewakan ya?” Masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang muncul di dalam pikiran kita ketika sedang merasa tak dianggap oleh orang lain. Terkadang pikiran itu muncul apalagi ketika semua usaha yang telah kita lakukan hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Setiap kegagalan membuat kita meragukan diri sendiri, seolah olah keberadaan kita tidak memberikan manfaat bagi siapa pun.
Saya pernah berada pada posisi tersebut. Saya merasa ketika semua hal yang saya lakukan hanya sia-sia. Saya mempertanyakan kemampuan diri, dukungan yang saya berikan, bahkan harga diri saya sebagai manusia. Perasaan itu semakin saya sadari ketika saya merasa tidak diperhatikan oleh seseorang.
Tanpa saya sadari, saya menggantungkan kebahagiaan dan menempatkan segala sesuatu pada satu orang. Ketika orang tersebut tidak memberikan perhatian seperti biasanya, saya langsung menyimpulkan bahwa saya tidak penting. Kejadian itu membuat saya berpikir, bahwa tidak ada yang benar-benar peduli kepada saya. Saya tidak melihat fakta bahwa masih sangat banyak orang orang terdekat seperti keluarga dan sahabat saya yang menyayangi, mendukung, dan menerima saya apa adanya.
Menurut saya orang orang yang menggap dirinya tidak berharga itu berasal dari cara berpikirnya yang salah. Sebagian orang menjadikan satu orang sebagai pusat kebahagiaannya, sebagai tempat validasi dirinya. Hal tersebut yang membuat seseorang merasa tidak berharga karna perhatian dari seseorang tersebut berkurang, kita juga merasa seluruh dunia ikut meninggalkan kita, merasa semua orang tidak ada yang menyanyangi, merasa pada akhirnya semua orang akan meninggalkan kita. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.
Ketika perasaan kita tidak dilihat oleh seseorang memang menyakitkan. Apalagi jika selama ini kita sudah banyak berusaha untuk hadir. Namun, rasa sakit tersebut tidak boleh membuat harga diri kita ikut hilang hanya karna seseorang memilih pergi. Kita tetap memiliki arti meskipun ada orang yang tidak menyadarinya.
Saat ini saya mencoba belajar untuk mengubah pola pikir tersebut. Saya berusaha memahami bahwa tidak semua hal buruk yang terjadi harus menjadi bukti bahwa saya tidak berharga. Saya juga belajar untuk tidak menilai semua hal berdasarkan dari rasa kecewa yang saya alami. Dikarenakan satu orang tidak peduli, bukan berarti kita juga menyimpulkan semua orang tidak peduli dengan kita. Karna pada dasarnya manusia adalah tempatnya kecewa. Sehingga kita tidak bisa menggantungkan semua makna hidup kita kepada seseorang.
Menurut saya, banyak orang pernah mengalami perasaan worthlessness atau merasa tidak berharga. Namun, terkadang yang perlu diubah bukan keadaan di sekitar kita, melainkan cara kita memandang diri kita sendiri seperti apa. Ketika kita berhenti menggantungkan harga diri pada orang lain, kita akan mulai menyadari bahwa keberhargaan diri tidak pernah benar-benar hilang. Hal itu hanya dibutakan oleh pikiran-pikiran negatif yang terlalu lama kita percaya.
Pada akhirnya, belajar menghargai diri sendiri adalah proses yang tidak mudah. Namun, proses tersebut penting agar kita tidak terus-menerus mengukur nilai diri berdasarkan perhatian orang lain. Sebab, keberadaan kita tetap berarti, bahkan ketika ada seseorang yang gagal melihatnya. Dan ada kebaikan kebaikan yang tak akan pernah hadir jika kamu tidak ada didunia ini.


















