Saya pernah menyadari bahwa anak yang kehilangan ayah bukan hanya kehilangan seseorang yang dicintai, dan disayangi .tetapi juga ada banyak hal lain yang ikut hilang, terutama rasa aman yang selama ini begitu dekat. Rasanya sangat beda Ketika harus menghadapi masalah sendiri atau mengambil Keputusan penting tanpa sosok yang biasanya menjadi tempat bertanya dan meminta pendapat. Kehilangan tersebut meninggalkan kesedihan yang sulit dijelaskan, kadang rasa sedih itu datang begitu saja. Namun, ditengah kehilangan itu, ada sosok ibu yang selalu berusaha hadir dan menjadi sumber kekuatan dalam hidup saya.
Ayah memiliki peran penting dalam kehidupan seorang anak. Kehadirannya sering kali memberikan rasa aman, perlindungan, dan dukungan emosional. Ketika sosok itu tidak lagi ada, banyak anak mengalami perubahan dalam kondisi psikologisnya. Mereka dapat merasa lebih cemas, kehilangan kepercayaan diri, atau memiliki ketakutan terhadap masa depan. Perasaan itu merupakan hal yang wajar karena kehilangan orang tua merupakan salah satu pengalaman paling berat dalam hidup seorang anak.
Menurut teori attachment yang dikemukakan oleh John Bowlby, hubungan emosional yang kuat antara anak dan orang tua berperan penting dalam membentuk rasa aman. Ketika seorang anak kehilangan salah satu figur penting dalam hidupnya, ia dapat mengalami guncangan emosional yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan menghadapi kehidupan. Dalam beberapa kasus, kehilangan tersebut juga dapat memunculkan rasa takut untuk melangkah ke depan karena merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi tempat bergantung.
Saya juga pernah merasakan ketakutan seperti itu. Ada masa ketika saya bertanya-tanya apakah saya bisa mencapai cita-cita tanpa kehadiran ayah. Rasanya seperti kehilangan seseorang yang selama ini selalu ada untuk memberi arahan dan dukungan. Ketika melihat teman-teman yang masih memiliki ayah untuk diajak berdiskusi atau berbagi cerita, rasa rindu itu terkadang muncul kembali. Namun, di saat yang sama, saya menyadari bahwa saya tidak benar-benar sendirian karena masih ada sosok ibu yang selalu berusaha menguatkan saya.
Menurut saya, sosok ibu sering kali menjadi alasan mengapa banyak anak mampu bangkit setelah kehilangan ayah. Meskipun tidak mudah, ibu berusaha menjalankan dua peran dalam keluarga. Ia menjadi tempat bercerita, tempat mengadu, memberikan semangat, dan memastikan anak-anaknya tetap memiliki harapan untuk masa depan. Kehadiran ibu tidak menghapus rasa kehilangan, tetapi membantu mengurangi beban yang dirasakan oleh anak.
Menurut saya, masyarakat perlu lebih peka terhadap anak anak yang kehilangan sosok ayah. kehilangan tersebut bukan hanya kesedihan, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi mental seorang anak. Dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan agar mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit tersebut. Terkadang, hal sederhana seperti mendengarkan dan menemani dapat memberikan dampak yang besar bagi seseorang yang sedang berduka.
Pada akhirnya, kehilangan ayah memang meninggalkan luka yang tidak mudah hilang. Rasa rindu mungkin akan tetap ada, begitu pula kenangan yang pernah dibangun bersama. Namun, saya belajar bahwa kehilangan bukanlah akhir dari segalanya. Berkat kasih sayang dan dukungan ibu, saya memahami bahwa seseorang tetap bisa bangkit, melanjutkan hidup, dan mengejar impiannya meskipun pernah kehilangan sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.
“Meski tangan yang dahulu mengenggam saya telah pergi, masih ada tangan ibu yang setia menguatkan Langkah saya setiap hari”

















