Bantul, 16 September 2026 — Pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV C SLB Negeri 2 Bantul dilaksanakan dengan menggunakan media sederhana dan konkret berupa Kantong Sila Pancasila. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, ini mengajak murid mengenal berbagai contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah melalui kegiatan yang interaktif dan melibatkan partisipasi langsung murid. Pembelajaran tersebut diikuti oleh peserta didik dengan hambatan intelektual dan autis.
Dalam kegiatan pembelajaran, murid terlebih dahulu diperkenalkan dengan beberapa contoh perilaku yang dekat dengan kehidupan sehari-hari di sekolah. Guru menggunakan kartu gambar untuk membantu murid mengenali perilaku seperti berdoa, membantu teman, dan bekerja sama. Murid diajak mengamati gambar, kemudian menyebutkan atau menunjuk perilaku yang terdapat pada gambar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya menerima penjelasan secara lisan, tetapi juga memperoleh contoh perilaku secara visual dan konkret.

Setelah mengenal berbagai contoh perilaku, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif menggunakan Kantong Sila Pancasila. Guru menyiapkan stik yang berisi gambar perilaku serta beberapa kantong yang mewakili sila-sila Pancasila. Murid kemudian mengambil stik gambar secara bergiliran, mengamati gambar yang terdapat pada stik, menentukan kantong sila yang sesuai, dan memasukkan stik tersebut ke dalam kantong yang dipilih. Apabila pilihan belum tepat, guru memberikan bimbingan dan kesempatan kepada murid untuk memperbaikinya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan. Murid terlihat senang dan antusias mengikuti kegiatan, terutama ketika mendapat kesempatan untuk mengambil stik gambar dan memasukkannya ke dalam kantong sila. Murid juga menunjukkan ketertarikan untuk menunggu dan mengikuti giliran masing-masing. Aktivitas tersebut membuat proses pembelajaran terasa seperti kegiatan bermain sambil belajar, sehingga murid dapat terlibat secara langsung dalam mengenali perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Penggunaan media Kantong Sila memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret bagi murid. Melalui kegiatan memilih dan memasukkan stik gambar, murid memperoleh kesempatan untuk menghubungkan contoh perilaku yang mereka lihat dengan nilai Pancasila yang sesuai. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi murid untuk merespons pembelajaran melalui berbagai cara, seperti menyebutkan jawaban, menunjuk gambar, memilih gambar, maupun melakukan tindakan secara langsung.
Kegiatan pembelajaran tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 atau Pendidikan Berkualitas, khususnya Target 4.5 yang menekankan kesetaraan akses pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Melalui pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dan menggunakan media yang konkret, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk praktik pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik dengan kebutuhan khusus untuk berpartisipasi dalam proses pendidikan.
Melalui kegiatan sederhana seperti Kantong Sila, pembelajaran nilai-nilai Pancasila dapat dikemas menjadi pengalaman yang lebih konkret, interaktif, dan menyenangkan bagi murid. Kegiatan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang sederhana dapat digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang melibatkan murid secara langsung sekaligus mengenalkan nilai-nilai Pancasila melalui contoh yang dekat dengan kehidupan mereka di lingkungan sekolah.




















