Rangkaian program Gizi Abdi Masyarakat (GAM) 2026 resmi ditutup melalui kegiatan GAM TM 5 yang diselenggarakan oleh Divisi Pengabdian Masyarakat AMAZI, organisasi mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga. Mengusung tema “Closing Ceremony: Life Skill dan Dasar Kewirausahaan”, kegiatan ini melibatkan masyarakat RW 01 Kelurahan Tambaksari, Surabaya, melalui praktik pengolahan sampah organik, penyampaian materi kewirausahaan, serta pemberian apresiasi kepada warga yang berpartisipasi selama program berlangsung.
Salah satu kegiatan utama GAM TM 5 adalah praktik penggunaan komposter yang dilaksanakan di masing-masing RT. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari demonstrasi penggunaan komposter bersama Garda Pangan pada GAM TM 4 bertema Compost Movement. Melalui praktik tersebut, warga berkesempatan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh pada pertemuan sebelumnya sebagai upaya membiasakan pengelolaan sampah organik secara mandiri di lingkungan tempat tinggal. Langkah ini diharapkan dapat mendorong penerapan kebiasaan yang lebih bertanggung jawab dalam menangani sampah rumah tangga.

Setelah praktik kompos selesai, warga mengikuti rangkaian acara penutupan yang berlangsung di Balai RW 01. Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sesi sambutan disampaikan oleh Mbak Ardiyanti Virgina dan Mbak Listya Nihaya selaku perwakilan pelaksana kegiatan, Ibu Dr. Rian Diana, S.P., M.Si. selaku Koordinator Program Studi S1 Gizi, serta Ibu Susi Maindrawati selaku Ketua RW 01. Sesi tersebut menjadi pembuka rangkaian kegiatan sekaligus penanda berakhirnya program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan sepanjang GAM 2026.
Selain praktik pengolahan sampah organik, GAM TM 5 juga menghadirkan edukasi mengenai dasar kewirausahaan untuk menambah wawasan masyarakat terkait pengembangan keterampilan dan potensi usaha. Sesi ini diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan pemateri dan penyampaian materi. Setelah pemaparan selesai, warga diberikan kesempatan untuk berdiskusi melalui sesi tanya jawab. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi.

Sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan warga selama program berlangsung, panitia mengadakan sesi awarding dengan tiga kategori penghargaan, yaitu Warga Ter-On Time, Warga Ter-Aktif, dan Warga Ter-Heboh. Rangkaian penutupan juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari peserta, penyerahan vandel kepada perwakilan RW sebagai kenang-kenangan, serta pembagian produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada warga. Produk tersebut meliputi buku saku, mangkuk, mug, dan kalender. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan dokumentasi bersama warga dan panitia.
Pelaksanaan GAM TM 5 turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Praktik pengolahan sampah organik menjadi salah satu upaya untuk mendukung kebersihan lingkungan, sedangkan edukasi kewirausahaan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal keterampilan yang berpotensi dikembangkan secara produktif. Melalui kedua kegiatan tersebut, GAM berupaya menghubungkan edukasi dengan penerapan keterampilan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Berakhirnya GAM 2026 diharapkan tidak menjadi akhir dari upaya pemberdayaan masyarakat, melainkan menjadi awal bagi keberlanjutan kebiasaan positif yang telah diperkenalkan selama program berlangsung. Melalui praktik pengomposan dan edukasi kewirausahaan, masyarakat RW 01 Kelurahan Tambaksari diharapkan dapat mengembangkan kemandirian dalam mengelola lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan yang bermanfaat. Ke depan, GAM 2027 diharapkan dapat menghadirkan program yang semakin inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat hubungan antara mahasiswa dan warga dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
























