LAMONGAN – Membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat tidak harus menunggu terjadinya persoalan keamanan. Kedekatan justru perlu ditanamkan sejak dini, termasuk di lingkungan pendidikan. Semangat inilah yang ditunjukkan Kapolsek Sukodadi, AKP Joshua Peter Krisnawan, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., saat memperkenalkan salam “Polisi Bersama Masyarakat” kepada keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Senin (2/11/2026).
Kegiatan berlangsung penuh keakraban di halaman Perguruan Muhammadiyah Menongo setelah pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih. Ratusan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut bersama kepala madrasah, dewan guru, dan tenaga kependidikan.
Perguruan Muhammadiyah Menongo sendiri menaungi sejumlah lembaga pendidikan, yakni RA/TK Muhammadiyah, MI Muhammadiyah 02 Menongo, dan MTs Muhammadiyah 20 Menongo. Kehadiran Kapolsek di tengah lingkungan pendidikan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Polri, tenaga pendidik, dan generasi muda.

Dengan penuh semangat, AKP Joshua Peter Krisnawan mengajak para siswa dan guru memperagakan salam “Polisi Bersama Masyarakat”. Gerakan mengepalkan tangan ke depan menjadi simbol semangat kebersamaan, kekompakan, solidaritas, serta tekad untuk saling mendukung.
Salam tersebut bukan sekadar gerakan seremonial atau slogan semata. Lebih dari itu, pesan yang ingin dibangun adalah menghadirkan sosok polisi yang dekat, bersahabat, terbuka, serta siap hadir di tengah masyarakat.
Melalui pendekatan humanis, polisi diharapkan tidak hanya dikenal sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat, pelindung, pengayom, dan mitra dalam menciptakan kehidupan yang aman dan tertib.
Bagi kalangan pelajar, pendekatan seperti ini memiliki arti penting. Anak-anak perlu mengenal polisi melalui interaksi positif sehingga tumbuh rasa percaya, keberanian berkomunikasi, serta kesadaran bahwa kepolisian merupakan bagian dari masyarakat.
Pengenalan salam “Polisi Bersama Masyarakat” juga menjadi sarana edukasi karakter bagi peserta didik. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, cinta tanah air, kepedulian sosial, dan kesadaran hukum perlu ditanamkan sejak usia dini.

Kehadiran aparat kepolisian di sekolah menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi langsung dengan pelajar. Dengan demikian, pendidikan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga melalui keteladanan dan interaksi nyata.
Upaya tersebut juga membuka ruang kerja sama dalam pembinaan generasi muda, mulai dari pencegahan perundungan (bullying), bahaya penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga pentingnya tertib berlalu lintas.
Pesan pentingnya, menjaga keamanan bukan semata-mata tugas polisi. Seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah, keluarga, dan para pelajar, memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Kepala MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Suparno, S.Pd., menyambut baik kehadiran Kapolsek Sukodadi di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Menongo.
Menurutnya, kehadiran kepolisian di lingkungan pendidikan merupakan bentuk sinergi positif yang dapat memberikan motivasi sekaligus wawasan kepada peserta didik.
“Kami berharap polisi bisa berperan dalam perkembangan pendidikan di Perguruan Muhammadiyah Menongo. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi siswa,” ungkap Suparno.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa dunia pendidikan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk kepolisian, dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial.
Sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berlanjut melalui program pembinaan pelajar secara berkesinambungan.
Suasana keakraban semakin terasa ketika Kapolsek berinteraksi dan berfoto bersama para peserta didik. Mulai dari anak-anak RA/TK berseragam kuning-hijau, siswa MI Muhammadiyah 02 Menongo berseragam putih-hijau, hingga para siswi MTs Muhammadiyah 20 Menongo.
Senyum dan antusiasme para siswa menjadi gambaran bahwa pendekatan humanis mampu menciptakan suasana komunikasi yang lebih terbuka antara polisi dan generasi muda.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa polisi tidak harus selalu hadir ketika terjadi persoalan. Polisi juga perlu hadir untuk menyapa, mendengarkan, memberikan edukasi, membangun persahabatan, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
Ke depan, komunikasi dan kerja sama antara Polsek Sukodadi dengan Perguruan Muhammadiyah Menongo diharapkan semakin kuat melalui berbagai kegiatan positif yang mendukung pembinaan karakter dan perlindungan peserta didik.
Kegiatan pengenalan salam “Polisi Bersama Masyarakat” di Perguruan Muhammadiyah Menongo menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban merupakan fondasi penting bagi berlangsungnya proses pendidikan.
Sekolah membutuhkan lingkungan yang aman agar peserta didik dapat belajar dengan tenang. Sebaliknya, kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat untuk membangun budaya tertib, disiplin, dan taat hukum.
Karena itu, kedekatan antara polisi dan pelajar perlu terus dirawat. Sebab, membangun kepercayaan tidak cukup hanya melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui kehadiran, komunikasi, kepedulian, dan tindakan nyata.
Polisi Bersama Masyarakat: Semakin Dekat, Semakin Bersahabat, Bersama Menjaga Keamanan dan Ketertiban.




















