Bengkulu – Kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemasyarakatan yang profesional dan berkualitas. Dalam rangka memastikan hal tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu menerima kunjungan Kasubdit Kerja Sama Pemasyarakatan Direktorat Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Gayatri Rachmi Rilowati, Rabu (04/11).
Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kesiapan satuan kerja menjelang pelaksanaan tiga agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) tingkat Provinsi Bengkulu, meliputi Bimtek Duta Kerja Sama, Bimtek Pelayanan Publik, dan Bimtek Aplikasi Sistem Informasi Kerja Sama Pemasyarakatan (SIKAP).
Ketiga agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (05/11) di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu dengan melibatkan perwakilan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Provinsi Bengkulu.
Monitoring dan evaluasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan sekaligus menyelaraskan pemahaman jajaran Pemasyarakatan terhadap kebijakan dan pengembangan kapasitas organisasi.
Bimtek Duta Kerja Sama diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam membangun jejaring kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi terkait, lembaga pendidikan, serta elemen masyarakat. Peran tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang sinergi yang memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan fungsi Pemasyarakatan.
Sementara itu, Bimtek Pelayanan Publik menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi aparatur dalam memberikan pelayanan yang profesional, responsif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Pemasyarakatan.
Adapun Bimtek Aplikasi SIKAP difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan administrasi dan dokumentasi kerja sama. Melalui sistem ini, data mitra, dokumen perjanjian, serta informasi pelaksanaan kerja sama dapat dikelola secara lebih tertib, terintegrasi, dan mudah dipantau.
Melalui rangkaian monitoring dan evaluasi serta pelaksanaan ketiga agenda bimtek tersebut, diharapkan seluruh UPT Pemasyarakatan di Provinsi Bengkulu semakin siap mengimplementasikan penguatan kerja sama, meningkatkan standar pelayanan publik, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Lapas Kelas IIA Bengkulu menyambut baik kunjungan dan perhatian dari Ditjenpas sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan Pemasyarakatan. Komitmen tersebut sejalan dengan semangat untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik, memperluas kolaborasi, serta mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.























