Menjadi ketua umum yang baru dilantik bukanlah sekadar tentang euforia menerima jabatan, melainkan momen dimulainya sebuah pembuktian. Itulah yang kini dipikul oleh Nadiyah, Ketua Umum MPS yang baru. Dengan tekad yang sederhana namun berbobot—ingin mengubah MPS menjadi lebih baik—ia melangkah membawa napas baru di awal masa jabatannya.
Saat menjadi BPH MPS di periode sebelumnya, ia sadar betul bahwa ada banyak sekali harapan dan aspirasi yang mengalir masuk dari para murid. Namun, baginya, mendengarkan saja tidak pernah cukup. Ia melihat sebuah tantangan besar yang harus segera dipecahkan.
“Bagaimana aspirasi ini bisa benar-benar dilaksanakan, tidak hanya diterima lalu didiamkan begitu saja,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Prinsip itulah yang menjadi denyut nadi dari program kerja utamanya tahun ini: “MPS On Track”. Ia ingin memastikan roda organisasi berjalan di jalur yang benar, di mana setiap gagasan dan masukan bermuara pada eksekusi nyata, bukan sekadar berakhir di atas kertas notulensi.
Meski fokus pada target program kerjanya, ia menyadari bahwa memimpin banyak kepala pasti memiliki tantangannya tersendiri. Ketika ditanya bagaimana ia menangani konflik yang mungkin timbul di antara anggotanya, pendekatannya sangat tenang dan solutif. Ia memilih untuk turun langsung mencari tahu akar masalahnya dan memperbanyak porsi komunikasi. Baginya, ruang dialog yang terbuka adalah kunci meredam ego dan menemukan jalan tengah.
Tanggung jawab sebagai Ketua Umum MPS tentu menuntut waktu dan energi ekstra. Lalu, bagaimana ia menyeimbangkan ritme kehidupannya yang baru ini? Rahasianya ternyata cukup pragmatis: berfokus sepenuhnya pada hal yang sedang dikerjakan sekarang. Dengan memusatkan perhatian pada momen saat ini (mindfulness), ia mampu mencegah dirinya merasa kewalahan oleh tumpukan tugas yang menanti.
Sebagai pemimpin muda yang baru merintis langkah awalnya, Nadiyah tidak menuntut kesempurnaan yang kaku, baik dari dirinya sendiri maupun dari timnya. Ia menitipkan sebuah pesan hangat yang menjadi pengingat bagi seluruh anggota organisasi:
“Jadilah diri sendiri yang terbaik. Kalau ada kesalahan, jangan fokus pada kesalahannya, tapi fokuslah pada pembelajaran yang didapat dari kesalahan tersebut.”
Sebuah langkah awal yang menjanjikan. Di bawah kepemimpinan barunya dan hadirnya program MPS On Track, MPS tampak siap melaju mewujudkan perubahan-perubahan yang nyata. (knz)





















