Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Setelah menjalankan masa kepengurusan selama satu periode, Mansa Journalist (MAJOR) resmi mengakhiri masa baktinya melalui Sidang Laporan Pertanggungjawaban Organisasi (LPO) pada Sabtu (12/09/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula lantai dua MAN 1 Yogyakarta tersebut dihadiri oleh anggota aktif MAJOR, pembina, alumni, serta perwakilan OSIS Nurul Jadid dan Majelis Permusyawaratan Siswa (MPS).
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari pembina MAJOR sebagai pengantar sebelum memasuki agenda persidangan.
Memasuki agenda utama, sidang diawali dengan pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Setelah pembahasan AD/ART selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang LPO sebagai forum pertanggungjawaban atas pelaksanaan program kerja dan kepengurusan MAJOR selama satu periode.
Selama persidangan berlangsung, peserta diberikan hak interupsi untuk menyampaikan tanggapan, kritik, maupun masukan terhadap laporan yang disampaikan. Setiap tanggapan kemudian diterima dan ditanggapi oleh badan pengurus harian MAJOR. Persidangan berlangsung secara tertib hingga seluruh laporan pertanggungjawaban selesai dibahas.
Setelah agenda Sidang LPO selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Fiona selaku Ketua Umum MAJOR periode 2025/2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan untuk kepengurusan baru agar dapat melanjutkan estafet organisasi serta mengembangkan MAJOR ke arah yang lebih baik.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pengumuman Badan Pengurus Harian (BPH) 13 sebagai bagian dari proses regenerasi kepengurusan MAJOR. Pengumuman tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya masa kepengurusan baru setelah berakhirnya periode sebelumnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Sidang LPO MAJOR sebagai bagian dari proses pembelajaran berorganisasi. Menurutnya, forum pertanggungjawaban menjadi kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi program sekaligus belajar menerima masukan.
“Dalam organisasi, yang penting bukan hanya menjalankan program, tetapi juga berani melihat kembali apa yang sudah dilakukan. Kritik dan masukan dalam sidang ini bisa menjadi bekal agar kepengurusan berikutnya lebih baik,” ujar Edi.
Ia berharap kepengurusan baru MAJOR dapat melanjutkan kegiatan jurnalistik dengan tetap menjaga semangat belajar, kreativitas, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh pembawa acara. Dengan terlaksananya Sidang LPO ini, berbagai evaluasi, kritik, dan masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kepengurusan selanjutnya. Regenerasi kepengurusan diharapkan mampu membawa semangat baru bagi MAJOR untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi madrasah. (sha)


















