Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Pengenalan Pramuka Penegak (PRAGA) XLI MAN 1 Yogyakarta, Rabu – Kamis (24 – 25/09/20026), tidak sekadar menjadi kegiatan untuk mengenalkan kehidupan kepramukaan kepada murid kelas X. Beragam aktivitas yang disiapkan dalam kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi, membangun kerja sama, melatih keberanian, serta belajar menghadapi berbagai tantangan.
Setelah mengikuti upacara pembukaan dan simbolisasi di Lapangan Basket MAN 1 Yogyakarta, murid kelas X melanjutkan kegiatan dengan Materi Tata Adat. Materi tersebut dilaksanakan di SBSN Lantai 1 untuk peserta Ambalan Ratnaningsih dan masjid lantai 1 untuk peserta Ambalan Alibasyah. Melalui kegiatan ini, murid diperkenalkan dengan tata adat yang berlaku di pangkalan MAN 1 Yogyakarta.
Materi Tata Adat menjadi bagian penting dalam rangkaian awal PRAGA XLI karena murid tidak hanya mengikuti kegiatan secara teknis, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai tata kehidupan kepramukaan di lingkungan madrasah. Peserta juga diarahkan untuk aktif selama kegiatan dan mencatat materi yang disampaikan narasumber.
Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S. Ag., S. Pd., M. Pd., menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh murid selama PRAGA diharapkan dapat membantu mereka mengenali kemampuan diri sekaligus belajar menghargai potensi orang lain. Menurut Edi, setiap anak memiliki kekuatan dan potensi yang berbeda. Melalui kegiatan seperti PRAGA, anak-anak diberi kesempatan untuk mencoba, berinteraksi, dan menemukan kemampuan yang mungkin belum mereka sadari sebelumnya.
“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi proses belajar yang mereka jalani selama kegiatan,” terang Edi.

Setelah Materi Tata Adat, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman berbeda. Pada sesi berikutnya, murid mengikuti Creativity Session, Speed Number, dan SCOUTRIX yang berlangsung secara bersamaan di lokasi berbeda. Creativity Session dirancang untuk mengembangkan kreativitas, sementara Speed Number menghadirkan tantangan yang harus diselesaikan peserta.
Pada waktu yang sama, SCOUTRIX mengajak peserta menguji pengetahuan, ketepatan berpikir, kecepatan mengambil keputusan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Babak penyisihan menggunakan platform Wayground dengan satu perangkat untuk setiap tim, sedangkan peserta hanya diperbolehkan berdiskusi dengan anggota sangganya.
Tantangan berlanjut melalui Tac-Tics dan Ex-Ray. Tac-Tics mengharuskan beberapa sangga bekerja dalam kelompok besar untuk menyelesaikan misi berdasarkan peta yang diberikan. Kegiatan ini melatih peserta untuk cepat bertindak, mengambil keputusan, dan membangun kerja sama. Sementara itu, Ex-Ray dikemas dalam bentuk estafet yang menguji ketangkasan, kecermatan, kecepatan, dan kerja sama tim. Peserta menghadapi sejumlah tantangan yang harus diselesaikan secara berurutan dalam waktu yang telah ditentukan.
Waka Kesiswaan sekaligus penanggung jawab PRAGA XLI, M. Amin, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa variasi kegiatan sengaja disiapkan agar setiap murid memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang berbeda. Amin menjelaskan bahwa PRAGA disusun dengan berbagai aktivitas karena potensi anak-anak juga beragam.
“Ada yang kuat dalam pengetahuan, ada yang menonjol dalam kreativitas, ada yang memiliki kemampuan bekerja sama, dan ada pula yang berani mengambil peran ketika menghadapi tantangan yang dihadirkan dalam satu rangkaian kegiatan,” kata Amin.
PRAGA XLI diharapkan tidak berhenti pada pengenalan kegiatan Pramuka Penegak, tetapi menjadi pengalaman yang membantu murid mengenal dirinya, mengenal orang lain, berani mencoba, dan leluasa mengembangkan potensi yang dimilikinya. (luf)

























