SUKODADI/LAMONGAN – Suasana khas pembelajaran konvensional bertransformasi menjadi ruang belajar yang inspiratif dan menyatu dengan alam pada Jumat, 25 September 2026. Ratusan peserta didik MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, mengikuti kegiatan kokurikuler bertajuk “Jum’at Pagi Literasi” yang mengusung semangat “Jadikan gerbang cakrawala menembus dunia”. Di bawah koordinasi Samian, S.Hum., M.Pd.I. serta pendampingan guru pembina Ririn Widiana, S.Pd. dan Bu Resti Nur Afifah, siswa tidak hanya membaca buku di perpustakaan “Surya Ilmu”, tetapi juga memanfaatkan lingkungan madrasah—mulai dari halaman terbuka hingga bawah pepohonan—sebagai kelas literasi yang nyaman. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata program kokurikuler dengan tema “Damai dalam Persaudaraan” yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus memperkuat karakter sosial siswa.

Kepala Madrasah, Suparno, S.Pd., dalam arahannya menekankan bahwa proses pendidikan tidak terbatas pada empat dinding kelas. Ia mengajak seluruh siswa menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif minimal satu jam per minggu, karena buku adalah jendela utama untuk memperluas wawasan, informasi, dan gagasan. Melalui mekanisme bergantian mengambil buku secara tertib, diskusi kelompok, dan refleksi bersama, kegiatan ini dirancang bukan sekadar aktivitas fisik membaca, melainkan latihan memahami informasi, menyampaikan pendapat, dan menghargai perspektif orang lain. Integrasi mata pelajaran seperti IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Fikih, hingga Al-Qur’an Hadis dalam tema persaudaraan membuktikan bahwa literasi di MTs M 20 Menongo adalah fondasi holistik: membangun generasi yang cerdas secara intelektual, kaya secara spiritual, dan harmonis secara sosial. Membaca hari ini, membuka wawasan untuk masa depan; dari sebuah buku, langkah menuju cakrawala pengetahuan dimulai.
























