JENEPONTO — Kiprah nyata dalam memajukan budaya literasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas). Bertempat di Kantor Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, kelompok KKN Tematik Literasi Gelombang 116 resmi menggelar acara Seminar Hasil Program Kerja pada hari Kamis, 13 Agustus 2026.
Acara yang dilangsungkan pada pukul 10.00 WITA ini mendapat sambutan hangat dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting wilayah setempat. Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Camat Tamalatea, Lurah Bontotangnga beserta jajaran staf, Kepala Lingkungan Bontotangnga, Babinsa, Babinkamtibmas, serta pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Seminar ini mengusung tema besar “Penguatan Budaya Literasi Masyarakat melalui Optimalisasi Taman Bacaan Masyarakat”. Dalam forum pemaparan tersebut, perwakilan mahasiswa KKN melaporkan bahwa seluruh tujuh program kerja literasi utama telah terlaksana secara penuh selama masa pengabdian mereka di Kelurahan Bontotangnga.
Ketujuh program inovatif tersebut dipaparkan secara komprehensif di hadapan para pemangku kepentingan:
Pengelolaan TBM: Meliputi penataan ruang, pemilahan, inventarisasi, dan pelabelan buku sehingga koleksi menjadi lebih tertata dan mudah ditelusuri pengunjung.
Membaca Nyaring: Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak enam kali di SDN 16 Tamalatea dan SDN 10 Tamalatea, yang terbukti meningkatkan antusiasme dan kemampuan menyimak para siswa.
Mengulas Buku: Sesi diskusi interaktif yang melatih siswa untuk berani mengungkapkan pemahaman dan pendapat secara lisan, tepat setelah sesi membaca nyaring selesai.
Menulis Cerita: Pendampingan berbasis buku bacaan di SMPN 1 Tamalatea yang sukses menumbuhkan keberanian siswa dalam menulis dan membacakan karya cerita pendek di depan kelas.
Proyek Berbasis Buku: Meliputi pelatihan kreativitas membuat origami di TBM dan pelaksanaan simulasi debat edukatif di SMPN 1 Tamalatea.
Kunjungan Pustaka: Mengajak langsung anak-anak dari SDN 16 dan SDN 10 Tamalatea untuk mengunjungi TBM demi mengenalkan ruang baca di luar jam sekolah.
Apresiasi Literasi: Menjadi panggung unjuk bakat sebagai penutup program lewat pelaksanaan lomba menulis cerpen, membaca puisi, dan storytelling atau mendongeng.
Rangkaian program yang sistematis ini tidak hanya merapikan tata kelola ruang TBM, tetapi juga membawa dampak psikologis positif bagi para pelajar. Minat siswa terhadap kegiatan membaca mengalami peningkatan, serta ruang baca yang kini lebih rapi berhasil mendorong kemauan anak-anak untuk berkunjung secara mandiri.
Seminar hasil ini kemudian ditutup dengan sesi diskusi,
di mana mahasiswa KKN memohon arahan serta masukan dari aparatur kelurahan dan pengurus TBM demi penyempurnaan evaluasi. Sinergi kuat antara akademisi Unhas, aparat pemerintah, dan elemen masyarakat ini diharapkan mampu menjadikan Kelurahan Bontotangnga sebagai percontohan kampung literasi yang tangguh di masa depan.

























