MENONGO/SUKODADI/LAMONGAN – Semangat Jambore Nasional XII yang berkobar di Cibubur, Jakarta, ternyata menyala terang hingga ke pelosok Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Pada Kamis-Jumat, 13-14 Agustus 2026, Lapangan Desa Menongo berubah menjadi bumi perkemahan yang riuh oleh yel-yel regu, api unggun, dan langkah tegap ratusan Pramuka Penggalang Ramu. Dalam rangka memeriahkan HUT Pramuka ke-65 sekaligus mendukung Jambore Nasional, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Sukodadi menggelar Perkemahan Ikut Serta Jambore Nasional XII 2026 atau disingkat ITA JAMNAS 2026. Dengan tema “Disiplin, Berdedikasi, dan Berprestasi” serta motto “Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubhaktikan”, kegiatan ini bukan sekadar berkemah, melainkan laboratorium karakter intensif bagi siswa MI se-Sukodadi untuk menempa kemandirian, keterampilan hidup, dan jiwa kepemimpinan.
Simulasi Jambore Nasional Skala Kecamatan yang Padat Isi
Inti dari ITA JAMNAS 2026 adalah replika jambore nasional yang dikemas dalam skala ranting namun dengan substansi yang tak kalah padat. Kegiatan berlangsung selama 2 hari 1 malam dengan tiga pilar utama: (1) Rotasi Anjungan Keterampilan, di mana setiap regu mengikuti empat pos edukatif—Kampung Pengembangan Berkelanjutan (membuat keripik tempe), Kampung Pertanian Terpadu (belajar tanam hingga panen), Hasta Karya (fashion show daur ulang plastik), dan Keterampilan Kepramukaan (pionering, semaphore, sandi morse); (2) Internal Camp Non-Rotasi, meliputi ibadah berjamaah, senam pramuka, K3 tenda, forum diskusi penggalang, anjangsana antar-tenda, pemutaran film pendidikan, kuis, pentas seni, dan puncak acara Malam Api Unggun dengan Renungan Jiwa; serta (3) Kegiatan Khusus, yaitu Upacara Pembukaan, Penutupan, dan peringatan HUT Pramuka ke-65. Semua dirancang menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang edukatif, rekreatif, kreatif, produktif, inovatif, kompetitif, dan menantang.

Sinergi KKMI, Pembina, dan Ratusan Penggalang MI
Protagonis kegiatan ini adalah Pramuka Golongan Penggalang Ramu setingkat MI dari seluruh gugus depan negeri dan swasta di Kecamatan Sukodadi. Setiap lembaga mengirimkan minimal 2 tenda/regu (8 putra + 8 putri), sehingga peserta mencapai ratusan anak yang terbagi dalam regu beranggotakan 8-10 orang. Di balik layar, KKMI Sukodadi bertindak sebagai penyelenggara utama dengan Ketua KKMI Kak Midkhol Huda, S.Pd. sebagai penanggung jawab dan Ketua Panitia Kak Mustofa, S.Pd.I. sebagai eksekutor lapangan. Pelindung kegiatan adalah Pengawas Madrasah Drs. Afandi, sementara jajaran seksi diisi pembina pramuka senior seperti Kak Abdullah Husen, Kak Kacung Maulana, dan Kak Langgeng. Kolaborasi antara pengurus KKMI, kepala madrasah, pembina, dan panitia membuktikan bahwa pembinaan karakter anak adalah tanggung jawab kolektif ekosistem pendidikan Islam di Sukodadi.
Serentak dengan Jambore Nasional di Lapangan Desa Menongo
Pelaksanaan pada 13-14 Agustus 2026 dipilih secara strategis agar bertepatan persis dengan Jambore Nasional XII di Cibubur, menciptakan rasa “serentak nasional” meski berada di tingkat kecamatan. Lokasi di Lapangan Desa Menongo bukan pilihan acak; ia sengaja dipilih agar peserta bisa langsung berbaur dengan masyarakat desa, menghayati nilai kepedulian sosial dan lingkungan yang menjadi esensi Gerakan Pramuka. Waktu dimulai pukul 07.00 WIB hari pertama hingga selesai upacara penutupan dan HUT Pramuka ke-65 pada pukul 15.00-16.00 hari kedua. Jadwal yang padat namun terstruktur memastikan setiap menit dimanfaatkan untuk pembentukan karakter, tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan peserta.
Membangun Bangsa Dimulai dari Karakter Anak di Tingkat Kecamatan
Mengapa KKMI Sukodadi merasa perlu menggelar simulasi jambore nasional? Karena Pramuka diakui sebagai wadah paling lengkap untuk membentuk karakter anak bangsa yang tangguh, mandiri, dan bermanfaat. Landasan hukumnya kuat: UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, AD/ART Gerakan Pramuka, dan Program Kerja KKMI Sukodadi 2026-2027. Tujuannya jelas: (1) membentuk sikap, perilaku, kemandirian, dan keterampilan Penggalang; (2) memperkuat persatuan dan komitmen terhadap Tri Satya-Dasa Dharma; (3) menyiapkan generasi yang mampu bersaing dan hidup berdampingan dengan masyarakat. Sasaran spesifiknya mencakup peningkatan ketakwaan melalui ibadah berjamaah, penumbuhan tali persaudaraan dan jati diri bangsa, serta pengembangan mental, fisik, pengetahuan, jiwa kepemimpinan, dan kepercayaan diri. Seperti ditegaskan Kak Midkhol Huda dalam sambutannya, “Di saat yang sama, ribuan Pramuka se-Indonesia berkumpul di Cibubur Jakarta. Maka KKMI Sukodadi hadir untuk menyemarakkan, untuk membuktikan bahwa semangat Jambore juga menyala sampai ke Lamongan.”

Dari Rotasi Keterampilan Hingga Renungan Jiwa di Api Unggun
Bagaimana metode pelaksanaan yang efektif? Melalui kombinasi rotasi anjungan yang memberikan pengalaman praktis kewirausahaan, pertanian, daur ulang, dan pionering; internal camp yang membangun rutinitas disiplin, kebersihan, dan ukhuwah; serta kegiatan khusus yang menanamkan nilai spiritual dan nasionalisme. Biaya partisipasi sebesar Rp14.000/siswa membuat kegiatan terjangkau tanpa mengurangi kualitas. Peserta wajib registrasi, mengikuti seluruh rangkaian dari awal hingga akhir, dan berpartisipasi aktif dalam apel HUT Pramuka serta upacara pembukaan-penutupan. Kak Mustofa, Ketua Panitia, menekankan dalam pernyataannya: “Tujuan kami sederhana: membentuk adik-adik menjadi pribadi yang disiplin, berdedikasi, dan berprestasi. Bukan hanya jago baris-berbaris, tapi juga jago hidup mandiri, gotong royong, dan peduli lingkungan.” Malam Api Unggun dengan Renungan Jiwa menjadi puncak emosional di mana nilai-nilai kepramukaan diinternalisasi secara mendalam sebelum peserta kembali ke madrasah masing-masing.
Pernyataan Resmi Pimpinan Kegiatan
Ketua KKMI Kecamatan Sukodadi, Kak Midkhol Huda, S.Pd., menegaskan makna strategis kegiatan ini: “Melalui tema ‘Disiplin, Berdedikasi, dan Berprestasi’ dan motto ‘Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubhaktikan’, saya berharap perkemahan 2 hari ini mampu membentuk kalian menjadi Pramuka yang tangguh, mandiri, cinta tanah air, dan berakhlak mulia. Belajarlah di pos rotasi kewirausahaan, pertanian, daur ulang, dan keterampilan. Eratkan persaudaraan saat anjangsana dan api unggun.” Ia menyatakan ITA JAMNAS 2026 dibuka secara resmi dengan harapan ridho Allah SWT.
Sementara Ketua Panitia, Kak Mustofa, S.Pd.I., menambahkan: “Perkemahan ini kami rancang… dengan rangkaian kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan… Tujuan kami sederhana: membentuk adik-adik menjadi pribadi yang disiplin, berdedikasi, dan berprestasi… Kepada seluruh peserta, ikuti semua aturan, jaga nama baik gugus depan dan madrasah masing-masing. Kepada Pembina, mari kita dampingi dengan penuh kasih.”
Membangun Bangsa dari Lapangan Desa Menongo
ITA JAMNAS 2026 KKMI Sukodadi adalah bukti nyata bahwa pembangunan karakter tidak harus menunggu skala nasional; ia bisa dimulai dari lapangan desa, dengan sumber daya lokal, dan komitmen bersama. Ketika anak-anak MI Sukodadi belajar membuat keripik tempe, menanam jeruk, mendaur ulang plastik, dan merenung di bawah api unggun, mereka sedang mempraktikkan Tri Satya dan Dasa Dharma dalam bentuk yang paling konkret. Terima kasih kepada KKMI, panitia, pembina, kepala madrasah, dan seluruh peserta atas dedikasinya. Semoga semangat “Disiplin, Berdedikasi, Berprestasi” terus menyala di hati setiap penggalang Sukodadi, karena sejatinya, membangun bangsa dimulai dari membangun karakter anak di setiap kecamatan. Salam Pramuka!

























