SUKOHARJO — Pengelolaan sampah masih menjadi salah satu aspek lingkungan yang perlu diperhatikan, termasuk dalam menumbuhkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah sejak usia dini. Pengenalan mengenai jenis sampah serta cara mengolahnya menjadi hal penting agar anak-anak dapat memahami bahwa sampah tertentu masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian lingkungan pada anak-anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University melaksanakan program PUPUKIN di SDN 02 Alasombo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, pada 25 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 47 siswa dengan rangkaian edukasi dan praktik sederhana mengenai pengelolaan sampah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T mengenalkan pemilahan sampah serta tahapan pembuatan kompos menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Siswa juga diajak memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam untuk menanam serai. Galon tersebut dihias oleh para siswa sehingga kegiatan tidak hanya memberikan pengalaman mengenai pemanfaatan barang bekas, tetapi juga mendorong kreativitas dan keterlibatan aktif peserta.
Melalui praktik langsung, siswa memperoleh pengalaman dalam mengolah sampah menjadi kompos serta menggunakan kembali barang bekas sebagai media yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan hubungan antara pengelolaan sampah dan pemanfaatannya dalam kegiatan penanaman.
Program PUPUKIN merupakan salah satu bentuk edukasi lingkungan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University di Desa Alasombo. Melalui pengenalan pemilahan sampah, pembuatan kompos, dan pemanfaatan galon bekas, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini serta mendorong siswa untuk menerapkan pengelolaan sampah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

























