TUNTANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang tergabung dalam Kelompok Posko 31 dengan nama KKN “Kalpataru” resmi memulai pengabdian masyarakat di Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan mendapat sambutan dan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang pada Selasa (15/7/2026).
KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang merupakan program pengabdian masyarakat tahunan yang diikuti oleh 444 mahasiswa yang tersebar di 213 posko di berbagai wilayah Jawa Tengah. Program ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Posko 31 yang dinamai “Kalpataru” oleh anggotanya dipilih untuk mengabdi di Desa Sraten, sebuah desa yang terletak di bagian tenggara Kabupaten Semarang dengan luas wilayah 168,859 hektar dan berpenduduk 3.997 jiwa yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan karyawan swasta.
Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Mulyana, S.STP., M.M. selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Semarang menyampaikan sambutan hangat serta dukungan penuh kepada para mahasiswa KKN Kalpataru. Beliau mengucapkan selamat dan memberikan doa semoga seluruh rangkaian kegiatan KKN dapat berjalan dengan sehat dan lancar dari awal hingga akhir.
“Selamat melaksanakan KKN. Mudah-mudahan sehat, lancar selalu,” ungkap H. Asep Mulyana, S.STP., M.M. saat memberikan sambutan.
Beliau juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk dapat mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang ke dalam kegiatan nyata di lapangan. Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Apa yang didapat selama melaksanakan pendidikan di UIN Walisongo bisa diimplementasikan pada saat pelaksanaan KKN di Kabupaten Semarang, khususnya di Desa Sraten, Kecamatan Tuntang,” tambahnya.
Desa Sraten sendiri dikenal sebagai desa yang cukup agamis dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Masyarakat di desa ini aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari Maulidiyahan, Muslimatan, Fatayatan, hingga kegiatan rutin tahlilan setiap malam Jumat. Selain itu, desa ini juga memiliki potensi di bidang pertanian yang subur berkat pengairan dari Rawa Pening, serta perkembangan ekonomi kreatif seperti usaha kripik pare dan keju mozzarella yang semakin berkembang di kalangan masyarakat.
Kehadiran mahasiswa KKN Kalpataru di Desa Sraten diharapkan mampu membawa semangat baru dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, keagamaan, maupun kesehatan lingkungan. Mahasiswa diharapkan mampu berbaur dengan masyarakat, mengenal potensi dan kebutuhan desa secara langsung, serta merancang program kerja yang relevan dan berkelanjutan.
Sambutan dari pihak Kesra Kabupaten Semarang ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Daerah memberikan apresiasi dan dukungan terhadap program KKN yang dilaksanakan oleh UIN Walisongo Semarang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam membangun desa yang mandiri, sehat, dan inovatif.
Kegiatan sambutan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan mahasiswa KKN Kalpataru. Seluruh mahasiswa dan tokoh masyarakat yang hadir mendoakan agar program KKN MIT ke-22 di Desa Sraten dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, dan meninggalkan dampak yang berkelanjutan meskipun masa pengabdian telah berakhir.
Mahasiswa KKN bukan hanya pelaksana program, tetapi juga penyampai cerita perubahan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal terjalinnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan program pengabdian yang berdampak positif bagi Desa Sraten.






















