Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Refleksi Hari Bumi 2025: Pertanian Merawat Planet Kita

Kita bukan mewarisi bumi dari nenek moyang, melainkan meminjamnya dari anak-cucu kita

Kuntoro Boga by Kuntoro Boga
23 April 2025
in Opini
A A
0
hari bumi 2025 1
854
SHARES
1.2k
VIEWS

Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai momen refleksi sekaligus seruan untuk bertindak nyata menjaga kelestarian lingkungan. Pada tahun 2025, tema global yang diangkat adalah “Our Power, Our Planet” atau “Kekuatan Kita, Planet Kita”, yang menyoroti pentingnya transisi menuju energi terbarukan dan peran kolektif seluruh umat manusia dalam merawat bumi. Di Indonesia, peringatan ini menjadi panggilan untuk menyelaraskan sektor pertanian, sebagai penggerak utama ekonomi nasional, dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan perlindungan sumber daya alam.

Pertanian berkelanjutan menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi sektor ini, mulai dari degradasi lahan hingga perubahan iklim. Praktik seperti rotasi tanaman, penggunaan pupuk organik, hingga penerapan sistem agroforestri terbukti mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati. Sayangnya, implementasi pendekatan ini masih menghadapi hambatan di lapangan, termasuk keterbatasan edukasi kepada petani serta kebutuhan akan investasi awal yang tidak sedikit, terutama di daerah terpencil dan minim infrastruktur.

Peringatan Hari Bumi 2025 semestinya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi titik evaluasi dan perenungan atas sejauh mana komitmen kolektif kita dalam mempraktikkan pertanian yang ramah lingkungan. Jika penggunaan pestisida berlebihan, pembakaran lahan, dan sistem monokultur terus dibiarkan, maka risiko krisis iklim hanya akan semakin memburuk. Pepatah bijak dari Suku Indian Amerika mengingatkan kita, “Kita bukan mewarisi bumi dari nenek moyang, melainkan meminjamnya dari anak-cucu kita.” Sebuah pengingat moral bahwa menjaga bumi hari ini berarti menjamin masa depan generasi mendatang.

Solusi yang Menyatukan Ekonomi dan Ekologi

Menyikapi tantangan lingkungan dan krisis iklim, filosofi Hari Bumi tentang harmoni antara manusia dan alam harus menjadi pedoman dalam merancang kebijakan dan praktik pertanian masa depan. Pertanian berkelanjutan bukan sekadar wacana, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebanyak 1.200 petani telah berhasil mengimplementasikan sistem integrated farming yang menggabungkan budidaya padi, peternakan sapi, dan pemanfaatan limbah ternak untuk biogas. Menurut Dinas Pertanian Jawa Barat (2023), sistem ini meningkatkan pendapatan petani hingga 40%, sekaligus mengurangi emisi metana dari limbah ternak hingga 70%. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, praktik agroforestri kopi dengan menanam di bawah naungan pohon endemik telah berhasil meningkatkan produktivitas panen sebesar 25%, serta merehabilitasi sekitar 500 hektar lahan kritis. Kedua contoh tersebut membuktikan bahwa kolaborasi dengan alam bukanlah beban, melainkan kekuatan untuk mendongkrak produktivitas dan keberlanjutan.

Baca Juga

Komunikasi manusia dan mesin AI

Komunikasi Manusia dan Mesin Ketika Batas Itu Semakin Kabur

10 September 2026
Ilustrasi peningkatan produktivitas kerja di lingkungan perusahaan. (Ilustrasi/AI)

Pemerintah Bantu Dorong Perusahaan Tingkatkan Produktivitas di Tengah Tekanan Ekonomi

5 September 2026
IMG 2765

Perencanaan SDM di Era AI: Apakah Perusahaan Harus Mengurangi Karyawan atau Justru Meningkatkan Kompetensinya?

3 September 2026
1787323144748

“Pengabdian Sama Mulianya, Hak Harus Sama Adilnya”: Suara Hati Ribuan Pendidik Madrasah Swasta yang Selama Ini Diam Mengabdi

31 August 2026

Transformasi pertanian menuju keberlanjutan juga memerlukan landasan ilmiah yang kuat melalui inovasi berbasis riset. Hasil penelitian Institut Pertanian Bogor dan Badan Litbang Pertanian (Sekarang BRMP), Kementerian Pertanian (2021) menunjukkan bahwa praktik pertanian organik selama lima tahun dapat meningkatkan indeks kesuburan tanah sebesar 30%, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50%. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), varietas padi tahan kekeringan seperti Inpago 12 terbukti mampu menjaga produktivitas hingga 5,2 ton/hektare di lahan kering, melebihi rata-rata nasional yang berada di kisaran 4,9 ton/hektare (Balitbangtan, 2023). Inovasi lain juga datang dari Gunung Kidul, Yogyakarta, di mana sistem irigasi tenaga surya berhasil menghemat air hingga 40%, sekaligus memanfaatkan sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Transisi menuju pertanian berkelanjutan di Indonesia mulai didorong dengan teknologi dan pendanaan. Kementerian Pertanian menggencarkan program Smart Farming 4.0 yang memanfaatkan IoT, big data, drone, dan otomasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi pertanian. Upaya ini sejalan dengan target regenerasi 500 ribu petani milenial per tahun (total 2,5 juta hingga 2024) melalui pelatihan dan pendampingan intensif oleh penyuluh.

Berbagai contoh lokal menunjukkan transisi ke pertanian lestari membawa hasil positif. Di Sumatra Barat, misalnya, praktek agroforestri oleh kelompok tani berhasil merehabilitasi lahan kritis: lahan pertanian dicampur pepohonan keras sehingga tutupan hijau meningkat signifikan dibanding beberapa tahun lalu. Integrasi pohon dan tanaman pangan di lahan bukit terbukti memperbaiki fungsi hidro-orologi – penelitian menunjukkan agroforestri mampu mengurangi laju erosi tanah hingga 50% dibanding pertanian monokultur biasa.

Di Nusa Tenggara Timur, sistem pertanian tradisional seperti “tambarangan” (pola tanam berjenjang dengan kombinasi tanaman semusim dan tahunan) berperan menjaga kesuburan tanah dan ketersediaan air. Hasilnya, laju erosi di lahan lereng dapat ditekan puluhan persen, sekaligus menambah tutupan vegetasi. Sementara itu, di sentra peternakan sapi perah Boyolali (Jawa Tengah), para petani beralih memanfaatkan biogas dari limbah kotoran ternak. Ribuan unit digester biogas rumah tangga dibangun melalui program kemitraan (misalnya Program BIRU). Energi biogas tersebut telah menggantikan lebih dari separuh kebutuhan energi fosil (LPG atau kayu bakar) untuk memasak di tingkat rumah tangga petani, sekaligus mengurangi emisi karbon ratusan ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun.

Dari aspek kebijakan, transisi Badan Litbang Pertanian, menjadi BSIP, dan saat ini menjadi BRMP menunjukkan makin kokohnya peran dan fungsi riset dan inovasi kedepan di sektor pertanian. Pendekatan inovasi pertanian hijau masih perlu ditingkatkan melalui alokasi anggaran dan kebijakan serta aturan.  Dukungan ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan untuk mengembangkan praktik Climate-Smart Agriculture di lapangan. Organisasi pangan dunia FAO telah bermitra dengan Indonesia menjalankan program Climate-Smart Agriculture (CSA) yang menjadi salah satu fokus dalam kerangka program negara (Country Programme Framework), terutama untuk memperkuat praktik pertanian tahan iklim dan berkelanjutan.

Kebijakan dan tantangan lain muncul dalam pengelolaan input pertanian: Indonesia masih sangat bergantung pada pupuk kimia impor. Sepanjang 2023 saja, impor pupuk dan bahan baku pupuk mencapai 5,37 juta ton (senilai sekitar Rp30 triliun), hanya turun sedikit dari tahun sebelumnya. Ketergantungan ini menunjukkan perlunya strategi keberlanjutan yang lebih holistik,  seperti memproduksi pupuk organik dan efisiensi pemupukan,  agar transisi pertanian berkelanjutan semakin nyata. Dengan kombinasi kebijakan anggaran pro-riset, program internasional (FAO CSA) dan penegakan hukum lingkungan, disertai pergeseran menuju input pertanian yang ramah lingkungan, Indonesia dapat mempercepat transformasi menuju sistem pertanian yang produktif, adaptif, dan lestari berbasis data resmi terkini.

 

    Tags: Hari Bumi
    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Leaderboard Satu Rumah
    Previous Post

    Komunikasi Bencana : Strategi Mengelola Infromasi di Tengah Kondisi Bencana

    Next Post

    Komisi III DPRD Kota Palembang Akan Tertibkan Perizinan yang ada di Kota Palembang

    Kuntoro Boga

    Kuntoro Boga

    Related Posts

    Komunikasi manusia dan mesin AI

    Komunikasi Manusia dan Mesin Ketika Batas Itu Semakin Kabur

    10 September 2026
    Ilustrasi peningkatan produktivitas kerja di lingkungan perusahaan. (Ilustrasi/AI)

    Pemerintah Bantu Dorong Perusahaan Tingkatkan Produktivitas di Tengah Tekanan Ekonomi

    5 September 2026
    IMG 2765

    Perencanaan SDM di Era AI: Apakah Perusahaan Harus Mengurangi Karyawan atau Justru Meningkatkan Kompetensinya?

    3 September 2026
    1787323144748

    “Pengabdian Sama Mulianya, Hak Harus Sama Adilnya”: Suara Hati Ribuan Pendidik Madrasah Swasta yang Selama Ini Diam Mengabdi

    31 August 2026
    Next Post
    IMG 20250422 WA0096 768x343 1

    Komisi III DPRD Kota Palembang Akan Tertibkan Perizinan yang ada di Kota Palembang

    kampus unu

    Program Studi Baru di UNU Purwokerto, Calon Mahasiswa kini Punya Pilihan yang Lebih Luas

    Pengajian Akbar dalam rangka Syawalan dan Pembukaan Selapanan

    Antusiasme masyarakat akan Tradisi Syawalan di kaki Gunung Merbabu

    UNU Purwokerto

    Mahasiswa PBI UNU Purwokerto Terjun Langsung ke Dunia Pendidikan di MTs Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng

    Krisis Komunikasi

    Lebih Nyaman Curhat ke Teman? Tanda Keluarga Gagal Jadi Ruang Aman Remaja

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Workshop copywriting dan AI bersama Ahmad Madani membahas strategi membuat konten yang menarik perhatian dan meningkatkan konversi

    Siswa Labschool Belajar Mengubah Fitur Menjadi Manfaat

    10 September 2026
    Alat NoodleTech berbasis IoT untuk proses pengacakan, pencetakan, penggulungan, dan pendataan produksi Mie Lethek

    Saat Tradisi Bertemu Otomasi: NoodLeTech Hadir untuk Menjawab Tantangan Produksi Mie Lethek

    10 September 2026
    Melihat secara langsung apartemen cacing sutra

    Apartemen Cacing Sutra Berbasis Energi Surya, Dorong Kemandirian Pakan di Desa Karangnanas

    10 September 2026
    Komunikasi manusia dan mesin AI

    Komunikasi Manusia dan Mesin Ketika Batas Itu Semakin Kabur

    10 September 2026
    pelataran 1

    PEDAL JUARA Dorong Anak Pemulung Bantargebang Berani Bermimpi dan Mengenali Potensi Diri

    10 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 10 at 09.37.22

    KUA Pangkalan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

    10 September 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Square Media Wanita
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita