BANYUMAS, [10 September 2026] – Tim PPKO UKM Kewirausahaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) bersama Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sari, Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, menghadirkan inovasi budidaya cacing sutra melalui pembangunan “Apartemen Cacing Sutra” berbasis energi surya. Inovasi ini dikembangkan untuk mendukung kemandirian pakan alami bagi kegiatan pembenihan ikan lele sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kelompok pembudidaya.
Cacing sutra menjadi salah satu pakan alami utama dalam pemeliharaan larva ikan lele. Tingginya kebutuhan pakan pada fase pembenihan membuat ketersediaan dan biaya pengadaannya menjadi tantangan tersendiri. Melalui budidaya mandiri, Pokdakan Mina Sari diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pakan dari luar serta menekan biaya operasional.
“Inovasi ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pakan alami untuk pembenihan, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi kelompok apabila hasil budidaya cacing sutra nantinya dapat dikembangkan dan diperjualbelikan,” ujar Utomo, Ketua Pokdakan Mina Sari.
Mekanisme Kerja Apartemen Cacing Sutra
Apartemen Cacing Sutra dirancang dalam bentuk rak besi siku empat susun dengan sistem sirkulasi air berkelanjutan. Pada bagian paling bawah, terdapat empat bagian filtrasi yang berfungsi menjaga kualitas air sebelum dialirkan kembali ke wadah. Rak kedua dan ketiga masing-masing terdiri atas lima baskom sebagai tempat perkembangbiakan cacing. Sementara itu, bagian paling atas digunakan sebagai jalur pipa pendistribusian air.
Sistem sirkulasi tersebut digerakkan oleh pompa yang memanfaatkan sumber energi dari panel surya. Pompa berfungsi menaikkan dan mengalirkan air melalui jaringan pipa ke masing-masing wadah. Penggunaan teknologi ini membuat pemanfaatan air menjadi lebih efisien karena terus diputar kembali (recirculating system), sehingga menekan pemborosan sumber air dan meminimalkan limbah ke lingkungan.
Respons Positif dan Potensi Lokal
Kehadiran teknologi sederhana berbasis energi surya ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan operasional sekaligus memberikan alternatif pemanfaatan energi yang ramah lingkungan.
Sejak mulai dioperasikan beberapa hari terakhir, budidaya pada teknologi vertikal ini telah menunjukkan perkembangan awal yang positif. Cacing sutra mulai berkembang biak di wadah media, menjadi indikasi awal bahwa ekosistem tiruan tersebut bekerja dengan baik.
Antusiasme masyarakat terhadap pengembangan potensi desa menjadi faktor pendukung utama pelaksanaan program. Kolaborasi antara Tim PPKO UKM Kewirausahaan FPIK dan Pokdakan Mina Sari diharapkan dapat terus berkembang. Dengan begitu, inovasi ini tidak sekadar menjadi solusi pakan, tetapi juga penggerak kemandirian ekonomi kelompok pembudidaya di Desa Karangnanas.



















