Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Lebih Nyaman Curhat ke Teman? Tanda Keluarga Gagal Jadi Ruang Aman Remaja

Rafiqah Meidina Syakira by Rafiqah Meidina Syakira
23 April 2025
in Opini
A A
1
Krisis Komunikasi
891
SHARES
1.3k
VIEWS

Pernahkah kamu bertanya, kenapa anak-anak zaman sekarang lebih nyaman cerita ke teman daripada ke orang tua mereka? Di era serba digital seperti sekarang, pemandangan remaja yang lebih banyak menghabiskan waktu menatap layar ponsel daripada berbincang dengan keluarga menjadi pemandangan sehari-hari. Lebih memprihatinkan lagi, ketika menghadapi masalah, sosok yang pertama kali dihubungi bukanlah ayah atau ibu, melainkan teman sebaya atau bahkan “curhat” melalui media sosial. Fenomena ini bukan sekadar pergeseran perilaku biasa, melainkan mencerminkan adanya krisis komunikasi dalam institusi keluarga yang seharusnya menjadi benteng pertama dan utama bagi perkembangan sosial-emosional remaja.

 

Keluarga: Fungsi Ideal vs Realitas

Keluarga, secara ideal, merupakan unit sosial pertama yang memperkenalkan nilai, norma, kasih sayang, dan rasa aman kepada individu. Menurut Friedman (2010) dalam bukunya “Family Nursing: Research, Theory, and Practice“, keluarga memiliki lima fungsi dasar: afektif, sosialisasi, reproduksi, ekonomi, dan perawatan kesehatan. Fungsi afektif—yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan psikologis—seharusnya menjadikan keluarga sebagai tempat paling nyaman untuk berbagi dan mencurahkan perasaan.

Baca Juga

file 000000004f2871f89ac9223ba0eef08e

Literasi dan Inklusi Keuangan: Dua Bekal Penting Menghadapi Kehidupan Modern

17 June 2026
231116 9b05965b 9829 44a6 be98 d4b492adef4f

Live Shopping TikTok: Panggung Interaktif yang Dongkrak Omzet, tapi “Harta Karun” Data Masih Diabaikan

16 June 2026
es teh

Ketika Niat Hidup Sehat Meredup Di Tengah Pandangan Masyarakat

16 June 2026
IMG 20260613 WA0001.jpg

Di Balik Sunyi Yang Ditinggalkan Ayah

16 June 2026

Namun realitasnya, penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dalam “Indeks Ketahanan Keluarga Indonesia” (2022) menunjukkan bahwa hanya 43% remaja Indonesia yang merasa nyaman mendiskusikan masalah pribadi dengan orang tua mereka. Sisanya lebih memilih teman sebaya (37%), media sosial (12%), atau memendam sendiri (8%). Data ini menunjukkan adanya kesenjangan antara fungsi ideal keluarga dengan kenyataan yang dihadapi.

 

Akar Masalah: Mengapa Remaja “Menghindar”?

Berdasarkan studi longitudinal yang dilakukan oleh Santrock (2019) dalam “Life-Span Development”, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan remaja enggan berkomunikasi dengan orang tua:

• Takut dihakimi: 68% remaja merasa orang tua cenderung menghakimi daripada memahami. “Kalau cerita malah dimarahi” atau “ujung-ujungnya disalahkan” menjadi keluhan yang sering terdengar.

• Kesenjangan generasi: Perbedaan cara pandang antara generasi digital native dan generasi sebelumnya menciptakan jurang pemahaman. Orang tua sering tidak memahami konteks permasalahan yang dihadapi remaja di era digital.

• Sibuk vs Sibuk: Kesibukan orang tua dengan pekerjaan dan kesibukan remaja dengan aktivitas serta dunia digitalnya menciptakan minimnya waktu berkualitas. Penelitian Badan Pusat Statistik (2023) menunjukkan penurunan waktu interaksi keluarga dari rata-rata 3,2 jam per hari pada 2010 menjadi hanya 1,7 jam pada 2023.

• Pola komunikasi otoritatif: Komunikasi satu arah dan direktif masih mendominasi pola pengasuhan di Indonesia. Menurut penelitian Lestari (2020) dalam “Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga”, 57% keluarga Indonesia masih menerapkan pola komunikasi yang cenderung mendikte daripada dialogis.

• Kurangnya keterampilan mendengar aktif: Banyak orang tua yang belum memiliki keterampilan mendengar aktif—kemampuan untuk benar-benar mendengarkan tanpa langsung memberikan solusi atau penilaian.

 

Dampak Krisis Komunikasi Keluarga

Krisis komunikasi dalam keluarga bukanlah masalah sepele. Kajian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (2021) menunjukkan korelasi yang signifikan antara buruknya komunikasi keluarga dengan berbagai masalah kesehatan mental pada remaja:

• 42% remaja dengan komunikasi keluarga yang buruk menunjukkan gejala depresi, dibandingkan hanya 17% pada remaja dengan komunikasi keluarga yang baik.

• Risiko perilaku berisiko (seperti penggunaan NAPZA dan perilaku seksual berisiko) 2,3 kali lebih tinggi pada remaja dengan komunikasi keluarga yang buruk.

• Kecenderungan isolasi sosial dan kecanduan internet lebih tinggi pada keluarga dengan pola komunikasi tertutup.

Dari perspektif kesejahteraan sosial, fenomena ini berpotensi menciptakan masalah sosial yang lebih luas. Ketika keluarga gagal menjadi sistem pendukung utama, remaja mencari validasi dan dukungan dari sumber lain yang tidak selalu memberikan arahan yang tepat atau bahkan destruktif.

 

Membangun Komunikasi yang Sehat: Perspektif Kesejahteraan Sosial

Sebagai mahasiswa kesejahteraan sosial, kami melihat pentingnya pendekatan sistemik dalam mengatasi krisis komunikasi keluarga. Beberapa strategi yang dapat diterapkan:

• Pendidikan Keterampilan Pengasuhan: Program seperti Parenting School yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial RI berhasil meningkatkan keterampilan komunikasi orang tua hingga 47% berdasarkan evaluasi program tahun 2022.

• Pendekatan Family-Centered Practice: Model intervensi yang menempatkan seluruh anggota keluarga sebagai pusat perubahan, bukan hanya berfokus pada remaja sebagai “masalah”. Dr. Irwanto, pakar kesejahteraan anak dari Universitas Indonesia, menekankan bahwa “intervensi terhadap remaja tanpa melibatkan sistem keluarga hanya akan memberikan solusi sementara” (Irwanto, 2019).

• Menciptakan Safe Space: Keluarga perlu menciptakan ruang aman baik secara fisik maupun psikologis, di mana setiap anggota keluarga dapat mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi. Program PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang dikembangkan oleh KPPPA menunjukkan efektivitas pendekatan ini dalam meningkatkan kualitas komunikasi keluarga.

• Waktu Berkualitas tanpa Gadget: Mengalokasikan waktu khusus tanpa gangguan gadget untuk interaksi keluarga. “Komunikasi yang bermakna membutuhkan kehadiran penuh, baik secara fisik maupun mental,” kata Prof. Sarlito Wirawan Sarwono dalam penelitiannya tentang dinamika keluarga Indonesia (2018).

• Pelatihan Mendengar Aktif: Keterampilan mendengar aktif—mendengarkan dengan empati, tanpa interupsi dan penilaian—perlu dikembangkan oleh setiap anggota keluarga. Hasil penelitian dari Lembaga Demografi UI (2022) menunjukkan bahwa keluarga yang menerapkan teknik mendengar aktif memiliki tingkat konflik 37% lebih rendah.

 

Penutup: Mengembalikan Fungsi Keluarga di Era Digital

Krisis komunikasi dalam keluarga bukanlah takdir yang tidak bisa diubah. Dengan pendekatan yang tepat dan kesadaran semua pihak, keluarga dapat kembali menjadi tempat pertama dan utama bagi remaja untuk mencurahkan hati dan mencari solusi.

Sebagai calon pekerja sosial, kami melihat urgensi untuk mengembangkan program-program intervensi berbasis keluarga yang tidak hanya berfokus pada remaja sebagai “pihak yang bermasalah”, tetapi melihat dinamika keluarga secara keseluruhan. Pendekatan dari hulu—memperkuat ketahanan dan komunikasi keluarga—akan jauh lebih efektif daripada menangani dampak hilir seperti kenakalan remaja atau masalah kesehatan mental.

Artikel ini bukan dimaksudkan untuk menyalahkan pihak mana pun, melainkan sebagai refleksi dan ajakan untuk bersama-sama membangun kembali komunikasi yang lebih sehat dalam keluarga. Karena ketika keluarga gagal menjadi tempat pulang yang nyaman, berbagai masalah sosial akan bermunculan sebagai konsekuensinya.

Sebagaimana ungkapan bijak dari Prof. Paulus Wirutomo, sosiolog senior dari UI: “Ketahanan sosial sebuah bangsa dimulai dari ketahanan keluarga, dan ketahanan keluarga dimulai dari komunikasi yang jujur dan penuh kasih sayang.” Mari kita kembalikan fungsi keluarga sebagai pelabuhan yang aman bagi setiap anggotanya, terutama remaja yang sedang mencari jati diri. Keluarga bukan sekadar tempat pulang, tapi juga ruang tumbuh. Dengan komunikasi yang terbuka dan penuh pengertian, remaja dapat merasa aman menjadi diri mereka sendiri.

 

Referensi:

• Friedman, M.M., Bowden, V.R., & Jones, E. (2010). Family Nursing: Research, Theory, and Practice. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.

• Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2022). Indeks Ketahanan Keluarga Indonesia. Jakarta: KPPPA.

• Santrock, J.W. (2019). Life-Span Development (17th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

• Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Kesejahteraan Rakyat. Jakarta: BPS.

• Lestari, S. (2020). Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

• Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia. (2021). Laporan Penelitian: Komunikasi Keluarga dan Kesehatan Mental Remaja di Indonesia. Depok: UI Press

• Irwanto. (2019). Intervensi Berbasis Keluarga untuk Kesejahteraan Anak dan Remaja. Jurnal Kesejahteraan Sosial Indonesia, 8(2), 112-128.

• Sarwono, S.W. (2018). Psikologi Remaja: Tantangan di Era Digital. Jakarta: Rajawali Press.

• Lembaga Demografi Universitas Indonesia. (2022). Perubahan Dinamika Keluarga Indonesia Pasca Pandemi COVID-19. Depok: UI Press.

• Wirutomo, P. (2021). Ketahanan Sosial dan Peran Keluarga dalam Pembangunan. Jurnal Sosiologi Indonesia, 11(1), 23-40.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Sosiologi Keluarga untuk Kesejahteraan Sosial dengan dosen pengampu Dr. Hairani Siregar S.Sos., M.SP. dan Dra. Berlianti, M.SP.

 

Artikel ini juga pernah dimuat dengan judul berbeda di situs Kumparan.

    Tags: Krisis Komunikasi
    Share356Tweet223Share62Pin80SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    Mahasiswa PBI UNU Purwokerto Terjun Langsung ke Dunia Pendidikan di MTs Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng

    Next Post

    Susilo Bagikan Kisah Inspiratif ke Siswa PKL MAN 2 Bantul, Lulusan Tekstil Jadi Pemilik Bengkel Sukses

    Rafiqah Meidina Syakira

    Rafiqah Meidina Syakira

    Related Posts

    file 000000004f2871f89ac9223ba0eef08e

    Literasi dan Inklusi Keuangan: Dua Bekal Penting Menghadapi Kehidupan Modern

    17 June 2026
    231116 9b05965b 9829 44a6 be98 d4b492adef4f

    Live Shopping TikTok: Panggung Interaktif yang Dongkrak Omzet, tapi “Harta Karun” Data Masih Diabaikan

    16 June 2026
    es teh

    Ketika Niat Hidup Sehat Meredup Di Tengah Pandangan Masyarakat

    16 June 2026
    IMG 20260613 WA0001.jpg

    Di Balik Sunyi Yang Ditinggalkan Ayah

    16 June 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2025 04 23 at 11.35.07

    Susilo Bagikan Kisah Inspiratif ke Siswa PKL MAN 2 Bantul, Lulusan Tekstil Jadi Pemilik Bengkel Sukses

    WhatsApp Image 2025 04 23 at 11.33.48

    Siswa MAN 2 Bantul Program APHP/Tata Boga PKL di Srawung Resto Kalasan

    WhatsApp Image 2025 04 22 at 19.00.23

    Siswa APHP MAN 2 Bantul Perkuat Keterampilan Kuliner dengan PKL di Warung Inem Jogja

    WhatsApp Image 2025 04 22 at 20.42.00

    Keseruan Peringatan Hari Kartini, Gelaran Lomba Geguritan di MAN 2 Bantul

    WhatsApp Image 2025 04 22 at 20.59.47

    Praktik Kerja Lapangan, Siswa Program Tata Busana MAN 2 Bantul Mulai PKL di LPK Arimbi

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)
    Berita Utama

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    by Salsabila Witri Susanto
    12 June 2026
    0

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat Kota Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau seluruh masyarakat...

    Read moreDetails
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    6 May 2026
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    FBF7324D 008D 4AE5 B3D8 AEF904CA0BD7

    Kisah inspiratif Ajay Sundawy: Mantan Guru Tasikmalaya yang Kini Berkembang Jadi Konten Kreator

    18 June 2026
    IMG 20260618 WA0147

    Lapas Arga Makmur Terima Kunjungan Kerja dari Kantor Imigrasi Bengkulu

    18 June 2026
    IMG 20260618 144733

    Kalapas Arga Makmur Tegaskan Komitmen WBK kepada Keluarga Warga Binaan pada Area Kunjungan

    18 June 2026
    WhatsApp Image 2026 06 18 at 13.03.08

    WBP Rutan Bengkulu Jalani Pemeriksaan Kesehatan oleh Tim Medis Kanwil Ditjenpas Bengkulu

    18 June 2026
    d56cd376 2a8d 4c66 ad93 4938789b2fb3

    Rutan Bengkulu Fasilitasi Pelaksanaan Litmas bagi WBP sebagai Tahapan Program Integrasi

    18 June 2026
    IMG 20260618 114356

    Lapas Arga Makmur Optimalkan Lahan Pertanian Melalui Pembersihan Gulma untuk Dukung Ketahanan Pangan

    18 June 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Square Media Wanita
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita