Workshop copywriting mengajarkan siswa untuk tidak berhenti pada spesifikasi produk, tetapi menjelaskan perubahan nyata yang dirasakan pelanggan.
SURABAYA, 10 September 2026 — Siswa SMK Labschool UNESA 1 Surabaya mempelajari cara mengubah fitur produk menjadi manfaat dalam workshop “Bikin Orang Berhenti Scroll”, Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan bersama Ahmad Madani tersebut membahas kesalahan yang sering terjadi dalam konten pemasaran, yaitu terlalu banyak menjelaskan bahan, ukuran, teknologi, dan spesifikasi tanpa menunjukkan alasan mengapa pelanggan perlu peduli.
Kepala SMK Labschool UNESA 1 Surabaya, Dian Widyastuti, S.Pd., mengatakan bahwa pembelajaran vokasi perlu membantu siswa menghubungkan pengetahuan produk dengan kemampuan menyelesaikan persoalan pelanggan.
“Siswa perlu memahami bahwa kualitas produk harus dapat diterjemahkan menjadi nilai yang dirasakan masyarakat. Kemampuan tersebut membuat kompetensi mereka lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan usaha,” ujar Dian Widyastuti.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMK Labschool UNESA 1 Surabaya, Sri Rahayusih Wilujeng, S.Pd., menyampaikan bahwa komunikasi yang berpusat pada manfaat lebih mudah membangun perhatian dan kepercayaan.
“Masyarakat tidak selalu memahami istilah teknis. Tugas komunikator adalah menjelaskan dengan bahasa yang dekat dan menunjukkan bagaimana sebuah produk membantu kehidupan penggunanya,” kata Sri Rahayusih Wilujeng.
Ketua Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital SMK Labschool UNESA 1 Surabaya, Dwi Handayani, S.Pd., mengatakan bahwa latihan mengubah fitur menjadi manfaat memperkuat cara berpikir pemasaran siswa.
“Siswa tidak hanya belajar membuat kalimat promosi. Mereka belajar mengamati masalah, memahami perilaku konsumen, dan merumuskan pesan yang sesuai dengan kebutuhan target pasar,” ujar Dwi Handayani.
Ahmad memberikan contoh tas berbahan antiair. Bahan antiair merupakan fitur, sedangkan laptop dan dokumen yang tetap aman ketika pengguna harus menerobos hujan merupakan manfaat.
Peserta juga membandingkan kalimat promosi generik dengan tulisan yang menggambarkan pengalaman nyata. Contoh mengenai keripik pisang menunjukkan bahwa situasi yang mudah dibayangkan dapat terasa lebih manusiawi daripada klaim “lezat” dan “berkualitas terbaik”.
“Fitur menjelaskan apa yang dimiliki produk. Manfaat menjelaskan apa yang berubah dalam kehidupan pelanggan. Copywriter bertugas menjembatani keduanya,” ujar Ahmad.
Selain latihan manfaat, siswa mempelajari formula PAS: mengangkat masalah yang dikenal audiens, memperjelas dampaknya secara proporsional, kemudian menawarkan solusi yang relevan.
Workshop menempatkan pemahaman pelanggan sebagai fondasi sebelum siswa menggunakan teknik headline, desain, ataupun bantuan AI.
Tentang Ahmad Madani
Ahmad Madani adalah praktisi pemasaran dan vokasi, Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), Co-Founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), serta Juri LKS Digital Marketing Tingkat Nasional 2026. Ia aktif sebagai trainer, konsultan, guru, dan narasumber tamu SMK Jurusan Pemasaran. Informasi lebih lanjut tersedia di ahmadmadani.id.



















