Bantul (MAN 1Yogya) — Panggung Pidato Bahasa Arab PKM Kota Yogyakarta menjadi ruang bagi Rafa Al Ghaniyu Purnama untuk menyuarakan gagasan tentang generasi muda di tengah derasnya perkembangan dunia digital. Membawakan tema
“أَنْ يُصْبِحَ جِيْلًا شَابًّا ذَكِيًّا حَكِيمًا فِي الْعَالَمِ الرَّقْمِيِّ”
Rafa berhasil meraih Juara 2 dalam ajang yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026) di Madrasah Mu’allimin Yogyakarta, Sedayu, Bantul.
Tidak sekadar mengandalkan kemampuan berbahasa Arab, Rafa memadukan retorika, intonasi, dan ekspresi yang menarik dengan untaian syair dari Ta’lim Muta’allim, syair Imam Syafi’i, serta ungkapan yang sarat dengan unsur manṭiq dan balāghah. Perpaduan tersebut membuat pesan tentang kecerdasan dan kebijaksanaan generasi muda di era digital terasa lebih hidup, mendalam, dan reflektif.
Persaingan berlangsung sangat ketat. Rafa memperoleh 296 poin, hanya terpaut satu poin dari peraih Juara 1 yang memperoleh 297 poin. Bagi pembimbing Rafa, Hilman Abdullah, S.Hum., capaian tersebut bukan alasan untuk kecewa, tetapi menjadi pijakan untuk terus bertumbuh.
“Kami menghormati keputusan dewan juri. Selisih satu poin menunjukkan bahwa persaingannya sangat ketat. Bagi kami, yang terpenting Rafa telah mampu membawa gagasan yang kuat dengan proses yang sungguh-sungguh. Hasil ini semoga menjadi lecutan untuk terus mengevaluasi, menyempurnakan teknik, dan menghadirkan penampilan yang semakin matang. Karena satu poin bukanlah batas perjuangan, melainkan ruang untuk melangkah lebih jauh.”
Atas capaian tersebut, Rafa menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT serta apresiasi dan terima kasih kepada pembimbing, guru, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Rafa. Capaian ini menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam mendorong murid mengembangkan kemampuan bahasa, literasi, komunikasi, dan keberanian menyampaikan gagasan di ruang publik.
Prestasi Rafa menegaskan bahwa pidato bukan sekadar seni berbicara, tetapi juga seni mengolah ilmu menjadi gagasan dan gagasan menjadi pesan yang bermakna. Satu poin mungkin menjadi jarak dalam perolehan nilai, tetapi proses belajar dan keberanian untuk terus bertumbuh adalah bekal untuk melangkah lebih jauh. (H.A)
























