MALANG – Upaya membangun budaya riset dan tradisi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi perlu ditanamkan sejak awal bangku perkuliahan. Menjawab kebutuhan mendasar tersebut, Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar pelatihan kepenulisan akademik dalam rangkaian orientasi Mechanical Technology (MESTECH) 2026 pada Sabtu, 19 September 2026.
Sesi pemaparan materi bertajuk “Pengantar Dasar Karya Tulis bagi Mahasiswa Baru” yang diselenggarakan di Gedung Teknik 1 Lantai 3 ini menghadirkan Wakil Direktur Lembaga Kajian, Penelitian, dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) UIN Malang, Ahmad Royhan Firdaus, sebagai narasumber utama. Dipandu oleh Muhammad Anas Sulki sebagai moderator, acara ini diikuti secara khidmat oleh 45 mahasiswa baru Program Studi Teknik Mesin UIN Malang.
Mengawali pemaparannya yang bertema “Tips and Trik Menulis Karya Tulis Ilmiah Jawara”, Ahmad Royhan Firdaus menekankan bahwa menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan keterampilan fundamental. Kemampuan ini tidak hanya menjadi modal utama mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan seperti makalah dan laporan praktikum, tetapi juga menunjang prospek karir serta prestasi akademik di masa depan.
Ahmad Royhan menjelaskan bahwa Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan karya berbentuk tulisan yang memuat kajian dari suatu masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmu pengetahun. Kaidah yang dimaksud dalam konteks ini menggunakan metode ilmiah dan pemenuhan prinsip-prinsip keilmiahan.
Berbeda dengan karya non-ilmiah seperti cerpen dan puisi yang tidak terikat metode ilmiah, KTI disusun secara objektif berdasarkan temuan nyata di lapangan.
“Menulis karya ilmiah pada dasarnya berkaitan erat dengan proses berpikir, berdialektika, dan berkolaborasi dalam melakukan penelitian secara objektif. Hasil pemikiran atau riset yang tidak dituangkan dalam bentuk tulisan tidak akan memberikan manfaat luas maupun dikenal publik. Menulis adalah cara kita mengabadikan gagasan, kreasi, inovasi, dan solusi terhadap suatu fenomena dan permasalahan yang ada,” tegas Royhan di hadapan para peserta.
Ia juga meluruskan mindset dasar mahasiswa dalam meneliti. “Penelitian yang baik adalah penelitian yang selesai. Semua jenis tulisan akademik dan hasil penelitian beserta publikasinya tergolong sebagai karya ilmiah. Oleh karena itu, prinsipnya adalah Paksa, Peka, Terbiasa, Bisa! Tidak harus siap 100% untuk memulai, yang terpenting adalah konsistensi tanpa kenal berhenti,” tambahnya.
Salah satu sorotan utama dalam sesi pembekalan ini adalah teknik menentukan topik dan perumusan judul KTI yang menarik (eye-catching). Pemateri mengajak peserta meninggalkan pola judul konvensional dan beralih ke judul yang berorientasi pada perancangan, pengembangan, serta inovasi teknologi.
Ahmad Royhan membagikan Cara Cepat Perumusan Judul Karya Tulis Ilmiah untuk memastikan bahwa judul penelitian memiliki fokus yang spesifik. Untuk menggali ide riset tanpa kebingungan, ia mengenalkan pendekatan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) melalui penelusuran literatur di Google Scholar maupun observasi langsung.
Memasuki pembahasan struktur penulisan Karya Tulis Ilmiah, pemateri membedah perbedaan antara Laporan Penelitian, Esai Ilmiah, dan Artikel Ilmiah. Royhan memperkenalkan sistematika IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) yang biasanya dipakai dalam menulis artikel ilmiah bereputasi beserta proporsi penulisan masing-masing bagiannya.
Pemateri juga menegaskan perbedaan mendasar antara Abstrak dan Kesimpulan. Abstrak merupakan ringkasan menyeluruh mulai dari tujuan, metode, hasil pembahasan, hingga simpulan, sedangkan kesimpulan hanya meringkas bagian hasil dan pembahasan saja.
Selain itu, Ahmad Royhan Firdaus mengingatkan mahasiswa untuk menjaga integritas akademik dengan menghindari tiga kejahatan ilmiah: Plagiarisme (mengutip tanpa sumber), Fabrikasi (mengarang data palsu), dan Falsifikasi (memanipulasi data). Mahasiswa dianjurkan memanfaatkan jurnal terakreditasi nasional (Sinta) dan internasional (Scopus), serta menghindari Jurnal Predator yang tidak melewati proses peer-review yang ketat. Penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT atau Consensus juga harus disikapi secara bijak melalui konfirmasi data dan parafrase kalimat.
Sesi penyampaian materi berlangsung sangat interaktif. Pemateri melatih pemahaman mahasiswa secara langsung (person-to-person) dengan membedah sampel judul penelitian riil di bidang teknik mesin. Peserta diajak mengidentifikasi Kata Kerja Operasional, variabel independen (X), variabel dependen (Y), serta tujuan riset pada sampel perancangan prototype dump truck berbasis Arduino hingga penerapan sistem smart mining di industri pertambangan.
Di akhir sesi, pemateri memaparkan lima ciri lomba red flag yang harus dihindari mahasiswa terkait masalah kejelasan juknis, kredibilitas penyelenggara, ruang lingkup tema, kejelasan biaya pendaftaran, dan jadwal lomba. Ia juga mengajak mahasiswa baru Teknik Mesin untuk memberanikan diri mengikuti ajang kompetisi ilmiah nasional seperti National Research and Innovation Fair (NRIF) yang diselenggarakan oleh LKP2M UIN Malang.
Melalui sinergi antara HMM dan LKP2M UIN Malang pada MESTECH 2026 ini, diharapkan mahasiswa baru memiliki fondasi akademik yang kokoh, terhindar dari pelanggaran etika ilmiah, serta termotivasi untuk aktif berkarya dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.





















