Malang (MAN 1 Yogya) – Kegagalan pada seleksi Olimpiade Sains Nasional tingkat kabupaten/kota (OSN-K) pada tahun pertama sempat membuat Talitha Andriani Nurhidayati meragukan kemampuannya. Namun, murid kelas XII D MAN 1 Yogyakarta itu tidak berhenti. Dua tahun kemudian, ia berhasil meraih medali perak OSN Pendidikan Menengah 2026 bidang Kimia di tingkat nasional.
Medali tersebut dianugerahkan dalam awarding night di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Babak final OSN berlangsung pada 14–20 September 2026.
Bagi Talitha, keberhasilan ini bukan sekadar hasil dari persiapan akademik, melainkan juga perjalanan untuk menghadapi keraguan dan belajar dari kegagalan. Ia mengaku beberapa kali merasa lelah dan kehilangan kepercayaan diri, terutama ketika hasil kompetisi belum sesuai harapan.
“Pastinya pernah, mungkin sering. Apalagi di tahun pertama saya gagal di OSN-K, saat itu saya cukup down dan bertanya-tanya apakah bisa meraih medali atau tidak. Kegagalan dalam lomba-lomba lain juga sempat membuat saya ragu terhadap kemampuan diri sendiri,” ungkapnya.
Keinginan meraih medali OSN yang telah tumbuh sejak kecil menjadi alasan utama Talitha bertahan. Ia menetapkan tahun terakhir di jenjang MA sebagai kesempatan untuk menuntaskan impiannya.
“OSN adalah mimpi saya sejak kecil. Saya sudah berkomitmen sejak awal bahwa harus mendapatkan medali OSN di tahun terakhir. Ada prinsip yang saya pegang, ‘Apa yang kamu mulai, harus kamu selesaikan’,” tuturnya.
Talitha mempersiapkan diri melalui pembinaan intensif selama dua tahun, baik bersama pembimbing MAN 1 Yogyakarta maupun secara mandiri. Ia rutin mengikuti try out, mengevaluasi hasil latihan, mengikuti pelatihan daring dan luring, serta mencoba berbagai kompetisi tingkat perguruan tinggi untuk memperkuat kemampuan pemecahan masalah.
Dalam persiapan, Kimia Organik menjadi salah satu materi yang dinilainya paling sulit. Ia mengatasinya dengan membaca literatur dan memahami mekanisme reaksi agar dapat membayangkan proses yang terjadi dalam suatu reaksi kimia. Saat final, sintesis senyawa Kimia Organik menjadi salah satu tantangan yang paling berkesan.
OSN juga mempertemukannya dengan ratusan finalis dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menghadapi ujian yang menegangkan, Talitha memperoleh pengalaman melalui diskusi soal Kimia, percakapan lintas bidang, dan pertemanan dengan peserta lain.
Momen paling mendebarkan terjadi saat penganugerahan medali. Talitha mengaku tidak mengetahui siapa saja yang akan menerima medali hingga pengumuman berlangsung. Kebahagiaan pun muncul ketika ia mengetahui dirinya termasuk peraih medali perak bidang Kimia.
“Banyak sekali ilmu dan wawasan baru yang saya dapatkan. Namun, yang paling berharga adalah kenangan bersama teman-teman dari seluruh Indonesia. Momen itu tidak akan terulang lagi karena ini tahun terakhir saya mengikuti OSN,” katanya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian Talitha. Ia berharap perjalanan tersebut dapat menginspirasi murid lain untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas prestasi ananda Talitha yang berhasil meraih medali perak OSN Kimia tingkat nasional. Perjalanan ini tentu membutuhkan ketekunan dan semangat belajar yang luar biasa. Semoga capaian Ananda Talitha menjadi motivasi bagi murid-murid lain untuk terus mengembangkan potensi, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan,” tandas Edi.
Keberhasilan meraih medali perak turut memengaruhi rencana pendidikan Talitha. Pengalaman mengikuti OSN memberinya gambaran untuk menentukan jurusan di perguruan tinggi sekaligus membuka peluang mengikuti jalur prestasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Bagi Talitha, medali perak ini menjadi penanda bahwa proses panjang, termasuk kegagalan, tetap memiliki arti dalam perjalanan meraih cita-cita. (dee)




















