PAMULANG — Suasana riuh transaksi jual beli tampak menghiasi area Labstore Universitas Pamulang (UNPAM). Sekilas, toko ini tak berbeda jauh dari deretan minimarket ritel modern yang menjamur di sekitar area kampus. Rak-rak tertata rapi, pendingin minuman berjejer di sudut ruangan, serta petugas kasir yang melayani pembeli dengan sigap.
Namun, jika dilihat lebih dekat, Labstore UNPAM menyimpan keunikan tersendiri. Tempat ini bukan sekadar gerai komersial biasa, melainkan laboratorium praktikum nyata sekaligus wadah inkubasi bisnis bagi mahasiswa yang ingin menjajal dunia usaha sejak di bangku kuliah.
Keberadaan Labstore menjadi sarana pembelajaran langsung. Di sinilah mahasiswa diajarkan bagaimana mengelola rantai pasok, mengatur inventaris barang, hingga membaca tren pasar. Menariknya, produk-produk yang dijajarkan tidak hanya berasal dari pabrikan skala besar, tetapi juga menampung hasil karya wirausaha mahasiswa yang telah lolos proses kurasi.
“Di sini kami belajar langsung bagaimana produk dipasarkan ke konsumen. Bukan cuma teori di kelas, tapi soal bagaimana barang bisa laku, menjaga kualitas, dan menangani stok,” ujar salah satu mahasiswa yang terlibat dalam pengelolaan Labstore.
Untuk dapat memajang produknya di rak Labstore, mahasiswa harus melalui beberapa tahapan penilaian. Mulai dari kebersihan kemasan, kepastian rasa atau fungsi, hingga daya saing harga. Proses kurasi ini sengaja diterapkan agar produk lokal karya mahasiswa mampu bersanding dan tak kalah menarik dari produk merek nasional.
Respon dari para pembeli yang didominasi mahasiswa dan staf kampus pun cukup positif. Selain menawarkan lokasi yang dekat dan praktis, kehadiran Labstore memberikan variasi pilihan produk yang jarang ditemukan di minimarket jejaring biasa. Harganya pun disesuaikan agar tetap ramah bagi kantong mahasiswa.
Pihak pengelola berharap keberadaan Labstore dapat terus melahirkan wirausahawan muda yang siap terjun ke dunia industri setelah lulus nanti. Kehadiran fasilitas praktikum berbasis bisnis ini membuktikan bahwa kampus tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga menciptakan lulusan yang mampu membuka lapangan usaha sendiri.
























