Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Waktu persiapan yang singkat tidak menghalangi Tim Nasyid MAN 1 Yogyakarta untuk memberikan penampilan terbaiknya. Dengan waktu latihan efektif selama enam hari saja bersama pembimbing, tim yang terdiri atas Uzma (X B), Wizdan (X F), Alvin (X PK 1), Annissa (X PK 2) dan Hima (XA) berhasil meraih Juara 3 Nasyid dalam ajang Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) yang digelar di MA Mualimin Sedayu, Selasa (15/09/2026).
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian Tim Nasyid MAN 1 Yogyakarta. Edi menjelaskan PKM menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi sekaligus belajar menghadapi tantangan di luar madrasah. Menurut Edi, proses yang dijalani murid dalam sebuah kompetisi sama pentingnya dengan hasil yang diperoleh.
“Persiapan yang singkat justru menjadi pengalaman bagi mereka untuk belajar beradaptasi, bekerja sama, dan tetap memberikan yang terbaik. Hal-hal seperti inilah yang akan membentuk mental dan karakter murid,” tutur Edi
Sebelum lomba, Tim Nasyid MAN 1 Yogyakarta melakukan persiapan yang cukup dinamis. Selama Fatah Adgantani, S.H., selaku pembimbing tim, berada di Makkah untuk beribadah, tim nasyid ini berlatih mandiri. Kesempatan untuk memaksimalkan latihan datang ketika pelatih Fatah kembali. Dengan waktu yang tersisa, Fatah langsung mendampingi tim dan mengarahkan latihan secara lebih terfokus. Latihan dilakukan di studio musik Mansacoustic di area MAN 1 Yogyakarta. Waktu yang terbatas dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempersiapkan penampilan, membangun kekompakan, serta mematangkan lagu yang akan dibawakan.
“Alhamdulillah, setelah Pak Fatah kembali, waktu latihan yang tersisa dapat dimaksimalkan dengan sangat baik. Latihan menjadi lebih efektif dan efisien,” ungkap Hima salah satu anggota tim.
Pada hari perlombaan, setiap tim tampil sesuai nomor urut yang telah diperoleh saat technical meeting (TM). Tim nasyid dari madrasah lain seperti dari MAN 2 Yogyakarta, MA Mu’allimaat Muhammadiyah, MA Muhammadiyah 1, MA Mu’allimin Muhammadiyah, dan MA Nurul Ummah juga terlihat bersiap-siap mengikuti perlombaan. Sambil menunggu giliran, Tim Nasyid MAN 1 Yogyakarta melakukan latihan di kelas yang telah disediakan panitia. Mereka juga mendapat kesempatan untuk melakukan sound check sebelum tampil. Tim Nasyid MAN 1 Yogyakarta membawa dua lagu ke panggung perlombaan, yaitu Habibi yang dinyanyikan penyani terkenal Maher Zain dan Senyumlah dari Raihan. Keduanya menjadi pilihan yang mereka siapkan untuk ditampilkan di hadapan dewan juri.
Suasana perlombaan membuat setiap tim harus benar-benar berkonsentrasi pada penampilannya sendiri. Penampilan berlangsung di ruang musik yang hanya dapat digunakan oleh satu tim dan dewan juri sehingga peserta lain menunggu di luar dan tidak diperkenankan menyaksikan penampilan tim lain. Perlombaan Nasyid juga berlangsung tanpa babak final, sehingga penampilan pada kesempatan tersebut menjadi satu-satunya kesempatan bagi setiap tim untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kerja keras dalam waktu singkat ini membuahkan hasil yang menggembirakan. Tim Nasyid MAN 1 Yogyakarta berhasil meraih Juara 3.
Bagi para anggota tim, capaian tersebut menjadi pengalaman berharga. Enam hari latihan mungkin bukan waktu yang panjang, tetapi dari waktu yang terbatas itu mereka belajar bahwa persiapan, kerja sama, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus berusaha menjadi bagian penting dalam sebuah kompetisi. (luf)




















