Arga Makmur – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menegaskan pentingnya penguatan integritas, pelayanan prima, dan pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.
Pesan tersebut disampaikan Yulian Fernando saat memberikan amanat pada apel pagi jajaran Lapas Kelas IIB Arga Makmur. Dalam arahannya, Kalapas mengingatkan seluruh jajaran bahwa apel pagi tidak hanya menjadi rutinitas kedinasan, tetapi juga momentum untuk menyatukan komitmen, memperkuat disiplin, serta memastikan setiap pelaksanaan tugas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
“Setiap tugas yang kita laksanakan harus berorientasi pada pelayanan yang baik, dilaksanakan dengan penuh integritas, serta dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai pekerjaan hanya selesai secara administratif, tetapi tidak memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas layanan dan pembinaan,” tegas Yulian.
Dorong Pelayanan Prima dan Integritas
Kalapas menekankan bahwa pelayanan prima harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran. Setiap petugas diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, kualitas pelayanan Pemasyarakatan sangat ditentukan oleh sikap dan integritas setiap petugas dalam menjalankan tugas sehari-hari. Karena itu, seluruh jajaran diminta untuk menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat serta senantiasa menjaga profesionalitas dalam memberikan pelayanan.
“Integritas bukan hanya slogan, tetapi harus terlihat dalam setiap tindakan. Laksanakan tugas sesuai aturan, jangan menyalahgunakan kewenangan, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat maupun WBP,” lanjutnya.
15 Program Aksi Harus Diimplementasikan
Selain penguatan pelayanan dan integritas, Yulian juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak berhenti pada pemahaman terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, tetapi memastikan program tersebut benar-benar diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas di tingkat satuan kerja.
Setiap bidang diminta mengidentifikasi program yang relevan dengan tugas dan fungsinya, menyusun langkah kerja yang jelas, serta memastikan pelaksanaannya dapat dipantau, diukur, dan didokumentasikan.
Implementasi tersebut mencakup penguatan keamanan dan ketertiban, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembinaan dan pemberdayaan WBP, ketahanan pangan, tata kelola pemerintahan, hingga penguatan akuntabilitas dan profesionalisme aparatur.
“15 Program Aksi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata. Jangan hanya menjadi laporan atau dokumen, tetapi harus terlihat hasilnya di lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta WBP,” ujar Yulian.
Perkuat Kinerja melalui Kerja Nyata
Arahan tersebut menjadi penguatan bagi jajaran Lapas Arga Makmur untuk terus meningkatkan kualitas kinerja secara berkelanjutan. Setiap petugas diharapkan memahami bahwa keberhasilan Pemasyarakatan tidak hanya diukur dari terlaksananya suatu kegiatan, tetapi juga dari hasil, manfaat, dan perubahan positif yang dihasilkan.
Melalui apel pagi, jajaran juga didorong untuk meningkatkan koordinasi antarbidang, memperkuat pengawasan, menjaga kedisiplinan, serta menyelesaikan setiap pekerjaan secara tepat waktu dan akuntabel.
Lapas Kelas IIB Arga Makmur berkomitmen menjadikan integritas, pelayanan prima, dan implementasi 15 Program Aksi sebagai bagian dari budaya kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, penguatan pembinaan WBP, peningkatan keamanan dan ketertiban, serta penyelenggaraan layanan Pemasyarakatan yang semakin transparan dan berkualitas.
Dengan penguatan tersebut, Lapas Arga Makmur terus berupaya menghadirkan Pemasyarakatan yang aman, tertib, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan serta pembinaan yang berdampak.























