Depok (MAN 1 Yogya) — Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) MAN 1 Yogyakarta, Apriyata Dzikry Romadhon, S.Hum., mewakili MAN 1 Yogyakarta dalam kegiatan Penguatan Kapabilitas Pegawai dalam meningkatkan Kualitas Publikasi dan Pengelolaan Media Digital. Kegiatan nasional yang digelar oleh Sub Bagian Tata Usaha Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI ini resmi dibuka di Savero Hotel Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026) malam.
Pembukaan resmi kegiatan dilaksanakan pada malam hari pukul 19.30 WIB. Selain sebagai peningkatan kompetensi pegawai serta pengelolaan media, kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi dan strategi kehumasan di era digital agar setiap informasi yang dipublikasikan oleh madrasah mampu memberikan inspirasi dan dampak positif bagi masyarakat luas.
Pembukaan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perumusan dan penguatan public policy (kebijakan publik) kehumasan di lingkungan madrasah. Humas madrasah kini tidak sekadar berfungsi sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai penyusun strategi komunikasi publik yang berdampak luas.
Dalam laporannya, Direktur KSKK Madrasah, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., mengungkapkan bahwa hanya ada 16 madrasah dari seluruh Indonesia yang diundang secara khusus dalam kegiatan ini. Pemilihan 16 madrasah tersebut didasarkan pada kriteria capaian strategis, yakni madrasah penerima Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), penerima fasilitas Interactive Flat Panel (IFP), serta memiliki kinerja dan pengelolaan humas yang sudah sangat bagus.

Lebih lanjut, Prof. Nyayu menekankan peran strategis humas madrasah sebagai salah satu madrasah terpilih agar keikutsertaannya dapat membawa perubahan nyata. Ia juga memberikan pesan khusus untuk wakil satu-satunya dari D.I. Yogyakarta, “MAN 1 Yogyakarta harus bisa memberikan dampak positif dan menjadi motor penggerak bagi kemajuan madrasah-madrasah lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” tegasnya.
Sesi pengarahan utama diisi oleh Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media/Hubungan Masyarakat, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dr. Drs. Ismail Cawidu, M.Si., dengan mengusung tema “Dari Informasi Menjadi Inspirasi: Peran Publikasi dalam Transformasi Madrasah”.
Dalam paparannya mengenai public policy kehumasan, Dr. Ismail Cawidu menegaskan prinsip utama kehumasan modern, “Perencanaan Matang, Publikasi Berdampak.” Untuk mengimplementasikan prinsip tersebut, ia menjabarkan kerangka kerja perencanaan strategi komunikasi publik berbasis metodologi SOSTAC:
– Situation (Situasi): Menganalisis kondisi real-time kehumasan dan pemetaan citra madrasah saat ini.
– Objective (Tujuan): Menentukan sasaran komunikasi publik yang spesifik, terukur, dan selaras dengan kebijakan lembaga.
– Strategy (Strategi): Merumuskan arah komunikasi serta menentukan segmentasi audiens sasaran secara tepat.
– Tactics (Taktik): Memilih kanal publikasi, jenis media digital, dan teknik penyampaian pesan yang sesuai.
– Action (Aksi): Mengeksekusi rencana kerja publikasi secara konsisten, kreatif, dan profesional.
– Control (Pengendalian): Evaluasi berkesinambungan melalui analisis performa media dan umpan balik masyarakat.
Secara terpisah, Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi penuh dan dukungannya terhadap partisipasi Humas madrasah dalam forum nasional ini.
“Keikutsertaan Humas dalam agenda ini sangat strategis bagi penguatan tata kelola komunikasi publik di MAN 1 Yogyakarta. Kehumasan yang dikelola dengan public policy terencana dan berbasis data adalah kunci utama membangun public trust serta menegaskan posisi MAN 1 Yogyakarta sebagai madrasah unggulan dan berintegritas,” ujar Edi Triyanto.
Menanggapi arahan tersebut, Waka Humas MAN 1 Yogyakarta, Apriyata, menyatakan kesiapannya untuk menginternalisasi kerangka kerja SOSTAC dan arahan Kemenag RI ke dalam program kerja kehumasan madrasah. Keikutsertaan ini diharapkan semakin memantapkan peran Humas MAN 1 Yogyakarta dalam memformulasi kebijakan komunikasi yang inspiratif, responsif, dan berdampak nyata bagi dunia pendidikan, khususnya di wilayah DIY. (adr)

























