Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Lima hari bukanlah waktu yang panjang untuk mempersiapkan sebuah olimpiade. Namun, dalam waktu yang terbatas itu, Kariema Wardatul Zahyra, murid MAN 1 Yogyakarta, berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kota Yogyakarta. Ikhtiar tersebut akhirnya berbuah manis. Lomba Matematika yang bertempat di MTsN 1 Yogyakarta menempatkan Kariema sebagai Juara 3 bidang Matematika Terintegrasi pada OMI 2026, Sabtu (12/10/2026).
Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. Menurut Edi, prestasi Kariema menunjukkan bahwa ketekunan dan pengalaman yang dibangun melalui proses panjang menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia juga mengaku bangga karena Kariema mampu memanfaatkan waktu yang sangat terbatas dengan sungguh-sungguh. “Sikap seperti inilah yang penting untuk terus tumbuh dalam diri murid, karena prestasi tidak hanya membentuk kemampuan, tetapi juga ketangguhan dan karakter,” ungkap Edi.
Apresiasi tersebut menjadi semakin berarti jika melihat bagaimana Kariema mempersiapkan diri menuju OMI tahun ini. OMI merupakan ajang lomba yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan talenta murid madrasah di bidang sains dan riset. Bagi Kariema, keikutsertaannya dalam ajang tersebut juga menjadi bagian dari proses panjang yang telah ia jalani dalam menekuni Matematika dan mengikuti berbagai kompetisi.
Namun, kesempatan untuk mempersiapkan diri kali ini datang dalam waktu yang cukup singkat. Kariema, remaja kelas XI C, mengikuti seleksi pada 27 Agustus 2026, hanya sepuluh hari sebelum pelaksanaan OMI tingkat kota. Dari rentang waktu tersebut, ia memiliki lima hari persiapan efektif, yakni 31 Agustus hingga 4 September 2026. Waktu yang singkat itu diisi dengan bimbingan dari pihak madrasah dan tentor dari luar madrasah, dan juga ikhtiar belajar secara mandiri. Kariema tahu bahwa lawan-lawannya adalah murid-murid bertalenta matematika dari SMA/MA di Kota Yogyakarta.
Setelah lima hari mempersiapkan diri, tibalah saatnya Kariema menghadapi kompetisi pada 7 September 2026. Sebelum berangkat, ia terlebih dahulu meminta doa dan restu dari keluarga, guru, serta teman-temannya. Selama dua jam, mulai pukul 08.30 hingga 10.30, ia berhadapan dengan soal-soal yang tidak selalu mudah. Ketika menemukan kesulitan, Kariema berusaha tetap tenang dan terus mencari jawaban terbaik. Ada satu hal yang ia lakukan ketika benar-benar menemui jalan buntu. “Ketika benar-benar tidak dapat menemukan jawabannya, saya bersholawat dan terus berdoa agar diberikan petunjuk,” terang Kariema.
Usai menyelesaikan lomba, Kariema tidak lagi larut dalam memikirkan hasil. Setelah seluruh usaha dilakukan, ia memilih menyerahkan hasilnya kepada Allah. Penantian itu akhirnya terjawab pada Sabtu, 12 September 2026. Tepat pukul 21.42, sebuah kabar yang dibagikan melalui grup besar OMI membuat penantiannya berubah menjadi kebahagiaan. Kariema dinyatakan meraih Juara 3 OMI 2026 tingkat Kota Yogyakarta. “Saat mengetahui kabar tersebut, saya langsung merasa gemetar, terharu, dan sangat bahagia. Akhirnya, seluruh proses dan ikhtiar yang saya lakukan membuahkan hasil yang manis,” terang Kariema.
Bagi Kariema, capaian tersebut bukan sekadar tentang sebuah posisi di podium. Lima hari yang singkat telah menjadi bagian penting dari proses belajar untuk mempersiapkan diri, menghadapi tantangan, dan tetap percaya pada hasil setelah berusaha. Juara 3 OMI 2026 pun menjadi satu langkah baru baginya untuk terus belajar, berkembang, dan meraih prestasi yang lebih tinggi. (luf)

























