Jeneponto, Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memperkenalkan spray pengusir nyamuk berbahan dasar cengkeh dan serai kepada masyarakat Desa Lebang Manai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Selasa (12/08). Program kerja individu tersebut digagas oleh Nurjannah Pahrir, mahasiswa Sastra Jepang Universitas Hasanuddin, sebagai bentuk pemanfaatan bahan lokal yang tersedia di lingkungan desa.
Cengkeh dan serai dipilih karena kedua tanaman tersebut dapat ditemukan di sekitar masyarakat Desa Lebang Manai. Keberadaan nyamuk di lingkungan sekitar turut mendorong pemanfaatan kedua bahan tersebut sebagai bahan dasar spray pengusir nyamuk. Proses pembuatannya dilakukan melalui tahapan sederhana hingga menghasilkan produk yang kemudian diperkenalkan kepada masyarakat dalam kegiatan sosialisasi.
“Pemanfaatan bahan lokal seperti cengkeh dan serai di Desa Lebang Manai menjadi spray pengusir nyamuk merupakan inovasi yang menarik, tidak hanya menghemat biaya, tapi juga mengurangi penggunaan bahan kimia,” ujar salah satu warga Desa Lebang Manai.

Kegiatan sosialisasi mendapat respons positif dari masyarakat Desa Lebang Manai. Jannah berharap pemanfaatan cengkeh dan serai sebagai bahan dasar spray dapat menjadi salah satu alternatif yang dikenal dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan arahan Dosen Pendamping Kegiatan (DPK), Bapak Ilham Syarif, S.Pt., M.Si. Selain menghasilkan produk spray, program tersebut juga dilengkapi dengan Buku Panduan Pembuatan Spray Pengusir Nyamuk Berbahan Dasar Cengkeh dan Serai sebagai acuan bagi masyarakat dalam mengetahui tahapan pembuatan hingga pemanfaatan produk.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepala Desa Lebang Manai, Bapak Herman, S.Pd., Sekretaris Desa Lebang Manai, Bapak Jamaluddin, S.P., serta seluruh warga Desa Lebang Manai atas dukungan dan partisipasinya sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.




















