Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berupaya meningkatkan kualitas program pembinaan bagi Warga Binaan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pelaksanaan asesmen, Rabu (16/9) untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, serta potensi Warga Binaan yang berasal dari latar belakang perkara yang beragam, mulai dari tindak pidana kriminal umum hingga kasus narkotika.
Asesmen tersebut dilakukan dengan melibatkan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch I, salah satunya Daniel Cristian Deo, lulusan Sarjana Bimbingan dan Konseling Universitas Pattimura. Kegiatan ini bertujuan menggali kondisi emosional, sikap, kemampuan adaptasi, serta berbagai keluhan dan kebutuhan Warga Binaan selama berada di Lapas Bandanaira.
Daniel menjelaskan, asesmen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan Warga Binaan, baik dalam aspek layanan pribadi maupun sosial.
”Melalui asesmen ini, kami ingin mengetahui kebutuhan-kebutuhan Warga Binaan, baik kebutuhan layanan pribadi, sosial, maupun minat dan bakat yang mereka miliki,” ujar Daniel.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa asesmen merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pembinaan yang lebih tepat sasaran.
”Setiap Warga Binaan memiliki kondisi, kebutuhan, minat, dan potensi yang berbeda. Hasil asesmen dapat menjadi bahan bagi petugas dalam menentukan bentuk pembinaan yang sesuai, sehingga pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi Warga Binaan,” ungkap Samad.
Ia menambahkan, Lapas Bandanaira akan terus membuka ruang kolaborasi dan inovasi dalam pelaksanaan pembinaan guna mendukung proses perubahan dan pengembangan potensi Warga Binaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira menunjukkan komitmennya untuk memberikan pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan sebagai bekal bagi Warga Binaan untuk kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat. (Humas/LT)





















