Ternate – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate mengikuti kegiatan sosialisasi program SI PATUH IMIPAS (Sinergi, Pencatatan atas Konflik Kepentingan, Taat Prosedur, Urus Secara Terbuka, dan Hindari Penyalahgunaan) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual, Senin (14/09).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendorong kepatuhan pengelolaan konflik kepentingan serta memperkuat integritas di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Agenda utama dalam sosialisasi ini mencakup pemaparan materi Pengelolaan Konflik Kepentingan serta Penandatanganan Komitmen Pengelolaan Konflik Kepentingan oleh Kantor Wilayah yang menjadi Piloting Project.
Kalapas Ternate, Faozul Ansori, menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai SI PATUH IMIPAS dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Prinsip SI PATUH IMIPAS akan menjadi pedoman bagi seluruh petugas Lapas Ternate. Pengelolaan konflik kepentingan secara terbuka dan taat prosedur adalah kunci utama untuk menjaga integritas serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini, ujar Faozul Ansori.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Ternate, Taufik Hadinoto, menyampaikan komitmen jajaran subbagian tata usaha dan internal untuk menindaklanjuti arahan tersebut secara konsisten.
Kami siap mendukung penuh implementasi SI PATUH IMIPAS di lingkungan Lapas Ternate. Pencatatan konflik kepentingan dan pengawasan kepatuhan prosedur akan terus diperkuat agar tata kelola administrasi dan pelayanan berjalan secara bersih, efisien, dan bebas dari penyalahgunaan wewenang, ujar Taufik Hadinoto.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Lapas Ternate berkomitmen untuk terus mewujudkan lingkungan kerja yang transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi selaras dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.























