Arga Makmur, 14 September 2026 – Lapas Kelas IIB Arga Makmur terus memperkuat program ketahanan pangan melalui pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan. Setelah sebelumnya melaksanakan panen kangkung, jajaran Lapas kembali mengolah lahan pertanian sebagai langkah persiapan menuju masa tanam berikutnya, Senin (14/9).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Staf Kegiatan Kerja bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Tamping Kegiatan Kerja tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan kemandirian sekaligus upaya mengoptimalkan lahan produktif yang dimiliki Lapas.
Dari Panen Menuju Siklus Pertanian Berkelanjutan
Pengolahan lahan pasca panen tidak berhenti pada kegiatan membersihkan area pertanian. Lapas Arga Makmur menjadikan tahapan tersebut sebagai bagian penting dalam menjaga keberlangsungan siklus budidaya.
WBP Tamping Kegiatan Kerja, dengan pendampingan dan pengawasan Staf Kegiatan Kerja, terlebih dahulu membersihkan sisa tanaman, gulma, dan material yang dapat mengganggu proses budidaya berikutnya. Lahan kemudian digemburkan dan bedengan diperbaiki untuk menciptakan kondisi tanah yang lebih siap digunakan pada masa tanam selanjutnya.
Yang menarik, proses tersebut turut memanfaatkan kompos organik yang diproduksi sendiri di lingkungan Lapas. Pemanfaatan kompos menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pengelolaan limbah organik dengan kegiatan pertanian sehingga sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan kembali secara produktif.
Ketahanan Pangan Sekaligus Pembinaan Kemandirian
Bagi Pemasyarakatan, lahan pertanian bukan sekadar ruang produksi. Lahan tersebut menjadi media pembinaan kemandirian bagi WBP melalui pengalaman langsung dalam menjalankan tahapan budidaya pertanian.
Mulai dari pengolahan tanah, pembuatan dan perbaikan bedengan, pemupukan, hingga persiapan masa tanam menjadi keterampilan praktis yang dapat memberikan bekal bagi WBP untuk mengembangkan kemampuan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
Di sisi lain, pengelolaan lahan secara berkelanjutan membantu menjaga produktivitas pertanian Lapas. Dengan lahan yang segera dipersiapkan setelah panen, kegiatan pertanian dapat berlangsung secara berkesinambungan dan tidak berhenti pada satu siklus produksi.
Mendukung 15 Program Aksi Kementerian Tahun 2026
Langkah Lapas Arga Makmur dalam mengoptimalkan lahan produktif dan melibatkan WBP dalam kegiatan pertanian sejalan dengan arah Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian WBP.
Implementasinya tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada bagaimana kegiatan tersebut menciptakan proses pembinaan yang produktif, terukur, dan memberikan manfaat nyata.
Penggunaan kompos produksi internal juga memperkuat pendekatan pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara efisien di lingkungan satuan kerja.
Lahan Kembali Siap, Siklus Produksi Berlanjut
Melalui pengolahan pasca panen, kondisi lahan menjadi lebih siap untuk memasuki masa tanam berikutnya. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan pengawasan petugas terhadap pelaksanaan kegiatan kerja WBP.
Lebih dari sekadar persiapan lahan, kegiatan ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan di Lapas Arga Makmur dibangun melalui siklus yang berkelanjutan: mengolah, menanam, merawat, memanen, kemudian kembali mengolah lahan untuk menghasilkan produksi berikutnya.
Pemasyarakatan Hadir melalui Program yang Produktif
Kalapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menegaskan bahwa optimalisasi lahan pertanian merupakan bagian dari upaya menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi WBP sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Kegiatan pertanian tidak hanya kita arahkan untuk menghasilkan panen, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian. Setiap tahapan yang dilakukan WBP merupakan proses untuk membangun keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Yulian.
Lapas Arga Makmur akan terus menjaga keberlanjutan pengelolaan lahan, meningkatkan keterampilan pertanian WBP, serta mengoptimalkan penggunaan pupuk organik dan teknik budidaya yang tepat.
Melalui lahan yang dikelola secara produktif, Pemasyarakatan tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menanam kemandirian sebagai bekal WBP untuk kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat.



















