Demak (26/8/2026) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang posko 150 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sarimulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa dalam membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam sistem pembayaran.
Kegiatan pendampingan dilakukan oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang berasal dari berbagai fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Kolaborasi lintas fakultas tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Sarimulyo, khususnya dalam meningkatkan kemampuan pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Salah satu kegiatan kunjungan dilakukan pada UMKM yang memproduksi peyek kacang hijau. Mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung proses usaha dan mengenal lebih jauh produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM tersebut. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menggali potensi usaha lokal sekaligus menjalin komunikasi dengan pelaku UMKM di Desa Sarimulyo. Pelaku UMKM menyambut baik kunjungan mahasiswa dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi perkembangan usaha mereka.
“Saya senang adanya kunjungan dari mahasiswa KKN. Saya bisa berbagi cerita tentang usaha yang kami jalankan dan juga mendapatkan masukan untuk mengembangkan usaha ke depannya,” ujar pelaku UMKM peyek tersebut.
Selain melakukan kunjungan, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan digitalisasi kepada UMKM lainnya di Desa Sarimulyo. Pendampingan tersebut dilakukan melalui pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran digital serta pembuatan titik lokasi usaha pada Google Maps. Pembuatan QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi tanpa harus menggunakan uang tunai, sedangkan pencantuman lokasi di Google Maps bertujuan agar keberadaan UMKM lebih mudah ditemukan oleh pelanggan.
Salah satu pelaku UMKM yang mendapatkan pendampingan QRIS menyampaikan bahwa penggunaan pembayaran digital dapat menjadi pilihan baru bagi pelanggan. “Sebelumnya Saya masih lebih sering menerima pembayaran secara tunai. Dengan adanya QRIS ini, pelanggan yang tidak membawa uang cash tetap bisa melakukan pembayaran.” ungkapnya.
Sementara itu, pelaku UMKM yang mendapatkan pendampingan pembuatan titik lokasi Google Maps turut menyampaikan manfaat dari kegiatan tersebut. “Kami berharap setelah ada lokasi usaha di Google Maps, orang yang ingin datang atau mencari produk kami bisa lebih mudah menemukan tempatnya”
Kegiatan kunjungan dan pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang kepada masyarakat Desa Sarimulyo. Tidak hanya mengenal potensi UMKM secara langsung, mahasiswa juga berupaya memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari FEBI, FST, FTIK, FUHUM, dan FDK berharap pelaku UMKM di Desa Sarimulyo dapat semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usaha. Digitalisasi melalui QRIS dan Google Maps diharapkan dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat dalam mempermudah transaksi serta meningkatkan visibilitas UMKM lokal, sehingga produk-produk masyarakat Desa Sarimulyo dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas.






















