Seminar inspiratif mengajak generasi pemasar muda memahami bahwa percaya diri bukan syarat untuk memulai, melainkan hasil dari keberanian yang terus dilatih.
JOMBANG, 14 September 2026 — SMK Negeri 1 Jombang menyelenggarakan seminar inspiratif “Sales Itu Bukan Soal Bakat” bagi siswa, Senin, 14 September 2026. Kegiatan menghadirkan praktisi pemasaran dan vokasi Ahmad Madani untuk membekali siswa dengan keberanian, kemampuan komunikasi, dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Seminar tersebut menantang anggapan bahwa keberhasilan di bidang sales hanya dimiliki orang yang sejak awal percaya diri, pandai berbicara, atau berani tampil. Siswa diajak memahami bahwa hampir setiap profesional pernah merasa gugup, takut salah, dan mengalami penolakan.
“Percaya diri tidak selalu datang sebelum tindakan. Sering kali, percaya diri justru tumbuh setelah seseorang berani mencoba, mengevaluasi hasilnya, lalu mencoba kembali,” ujar Ahmad Madani.
Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, S.Pd., M.M., menilai keberanian mengambil langkah pertama perlu tumbuh bersama kompetensi teknis siswa.
“Sekolah ingin siswa tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga berani menggunakan kemampuannya, berkomunikasi, menerima masukan, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. Pengalaman seperti ini menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja,” kata Abdul Muntolib.*
Ketua Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital SMKN 1 Jombang, Arief Budi Setiawan, M.Pd., menyampaikan bahwa keberanian perlu dibangun melalui latihan yang terhubung dengan kompetensi pemasaran.
“Siswa perlu memperoleh kesempatan untuk menyampaikan gagasan, menawarkan solusi, dan menghadapi respons nyata. Dari latihan yang dilakukan berulang, mereka belajar mengelola rasa gugup serta memperbaiki cara berkomunikasi,” ujar Arief Budi Setiawan.*
Dalam sesi tersebut, Ahmad menjelaskan bahwa keberanian bukan bakat tetap, melainkan kebiasaan yang dapat dilatih melalui langkah sederhana. Siswa dapat memulainya dengan berbicara di depan kelompok kecil, menawarkan gagasan, menghubungi satu calon pelanggan, atau mendokumentasikan satu proyek.
Ia juga mengenalkan prinsip “lima menit pertama” untuk mengatasi kebiasaan menunda. Alih-alih menunggu siap sepenuhnya, siswa diminta menyediakan lima menit untuk membuka tugas, menulis satu paragraf, membuat satu unggahan profesional, atau memulai percakapan.
Menurut Ahmad, tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan pengalaman. Pengalaman kemudian membentuk keterampilan dan kepercayaan diri.
“Masa depan tidak hanya dibangun oleh orang yang paling berani sejak awal. Masa depan dibangun oleh mereka yang tetap bergerak meskipun masih memiliki rasa takut,” tuturnya.
Seminar menegaskan bahwa karier yang baik dibangun melalui keberanian memulai, kemauan belajar, dan konsistensi memperbaiki diri. Siswa tidak harus menunggu sempurna untuk mengambil langkah pertama.
Tentang Ahmad Madani
Ahmad Madani adalah praktisi pemasaran dan vokasi, trainer, konsultan, content creator, guru, dan narasumber tamu SMK Jurusan Pemasaran. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI, Co-Founder AGMARI, serta Juri LKS Digital Marketing Tingkat Nasional 2026. Informasi kegiatannya dapat diakses melalui ahmadmadani.id.
























