Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Banner Publikasi Press Release Gratis
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Pasar Terapung Banjarmasin: Antara Syariah dan Kapitalisme

MUHAMMAD SYAROFI by MUHAMMAD SYAROFI
16 September 2026
in Opini
A A
0
Aktivitas jual beli di Pasar Terapung Siring Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan para pedagang menggunakan perahu untuk menjajakan beragam hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari di atas Sungai Barito. (Sumber: https://www.linkedin.com/)

Aktivitas jual beli di Pasar Terapung Siring Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan para pedagang menggunakan perahu untuk menjajakan beragam hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari di atas Sungai Barito. (Sumber: https://www.linkedin.com/)

851
SHARES
1.2k
VIEWS

Pasar Terapung Siring Banjarmasin tidak sekadar menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli. Pasar Apung Banjarmasin Siring merupakan pasar terapung yang terkenal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Kita dapat menemukan beragam produk dan makanan tradisional yang dijual di atas perahu. Di atas aliran Sungai Barito, aktivitas ekonomi berlangsung dengan cara yang sederhana, tetapi menyimpan nilai-nilai yang menarik jika dilihat dari perspektif ekonomi syariah. Transaksi dilakukan dari satu perahu ke perahu lainnya, sementara prinsip kejujuran, kerelaan, dan tanggung jawab tetap menjadi bagian penting dalam proses jual beli. Bagi saya, pasar terapung merupakan contoh bahwa aktivitas ekonomi tidak selalu harus dipisahkan dari nilai moral dan keagamaan.

Setiap pagi, sekitar pukul 05.00 hingga 09.00 WITA, puluhan perahu yang dikenal sebagai jukung berjajar di atas sungai. Para pedagang membawa berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sayur, buah, ikan hingga kebutuhan pokok lainnya. Pembeli pun datang menggunakan perahu kecil untuk melakukan transaksi secara langsung. Keunikan pasar ini bukan hanya terletak pada lokasinya yang berada di atas sungai, tetapi juga pada tradisi jual beli yang tetap mempertahankan prinsip-prinsip Islam. Praktik tersebut diyakini berkaitan dengan ajaran Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan telah berlangsung secara turun-temurun.

Jika dilihat dari perspektif ekonomi syariah, terdapat sejumlah nilai yang cukup kuat dalam aktivitas perdagangan di pasar terapung. Salah satunya adalah pandangan bahwa harta bukanlah milik manusia secara mutlak. Pedagang memang memiliki perahu dan barang dagangan, tetapi kepemilikan tersebut dipandang sebagai amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Cara pandang semacam ini terlihat dari sikap pedagang yang tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan kejujuran dan kepentingan pembeli.

Nilai tersebut menjadi semakin terlihat dalam proses penentuan harga. Seperti pasar tradisional pada umumnya, harga ditentukan melalui proses tawar-menawar. Namun, tawar-menawar bukan berarti pembeli atau penjual bebas melakukan segala cara untuk memperoleh keuntungan. Penjual tetap dituntut menjelaskan kondisi barang secara jujur. Sayuran yang sudah layu, ikan yang tidak lagi segar, atau beras yang kualitasnya bercampur seharusnya disampaikan kepada pembeli. Dengan demikian, kerelaan kedua belah pihak (‘an taradhin minkum) menjadi bagian penting dalam transaksi. Bagi ekonomi syariah, keuntungan tidak cukup hanya diperoleh secara ekonomi, tetapi juga harus diperoleh melalui proses yang halal dan adil.

Hal menarik lainnya terlihat dari pola hubungan sosial antarpedagang. Transaksi di pasar terapung pada dasarnya berlangsung secara tunai atau melalui pertukaran barang. Ketika terjadi pinjaman antarpedagang, prinsip yang dikedepankan adalah pengembalian pokok tanpa tambahan yang bersifat bunga. Dalam perspektif ekonomi syariah, praktik semacam ini dapat dikaitkan dengan konsep qardhul hasan, yaitu pinjaman kebajikan yang diberikan tanpa mengambil keuntungan dari pihak yang meminjam. Pola tersebut memperlihatkan bahwa hubungan ekonomi tidak selalu dibangun atas dasar keuntungan finansial semata, tetapi juga dapat didasarkan pada solidaritas.

Nilai sosial juga tampak dalam cara sebagian hasil perdagangan didistribusikan. Pedagang tidak hanya menggunakan pendapatan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mengenal praktik zakat dan sedekah. Sebagian harta diberikan kepada pihak yang membutuhkan, termasuk masyarakat sekitar yang mengalami kesulitan. Di titik inilah ekonomi syariah memiliki karakter yang berbeda karena distribusi kekayaan tidak berhenti pada mekanisme pasar. Ada tanggung jawab sosial yang melekat pada kepemilikan dan pendapatan seseorang.

Menurut saya, hal paling penting dari praktik tersebut adalah orientasi ekonomi yang tidak berhenti pada keuntungan materi. Pedagang tentu membutuhkan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, keuntungan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kejujuran, keberkahan, dan hubungan baik dengan sesama juga menjadi pertimbangan. Dalam kerangka ekonomi Islam, orientasi tersebut sejalan dengan konsep falah, yaitu tercapainya kesejahteraan yang mencakup kehidupan dunia sekaligus akhirat. Karena itu, memperoleh keuntungan yang lebih kecil tetapi melalui cara yang jujur dipandang lebih baik daripada mendapatkan keuntungan besar melalui penipuan.

Pasar Terapung dalam Perspektif Kapitalisme

Perbedaan tersebut menjadi lebih jelas ketika pasar terapung dibandingkan dengan sistem ekonomi kapitalis. Kapitalisme pada dasarnya memberikan ruang yang luas bagi individu untuk memiliki dan mengelola sumber daya serta mengejar kepentingan ekonominya. Mekanisme pasar bekerja melalui interaksi antara permintaan dan penawaran, sedangkan keuntungan menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi.

Dalam sistem tersebut, kepemilikan pribadi memiliki posisi yang sangat kuat. Seseorang memiliki kebebasan untuk menggunakan aset yang dimilikinya selama tidak bertentangan dengan aturan hukum. Sementara itu, dalam ekonomi syariah, kepemilikan pribadi tetap diakui, tetapi terdapat dimensi tanggung jawab kepada Allah dan masyarakat. Dengan kata lain, seorang pedagang tidak hanya ditanya mengenai seberapa besar keuntungan yang diperoleh, tetapi juga bagaimana keuntungan tersebut diperoleh dan digunakan.

Perbedaan juga terlihat dalam persoalan keuangan. Sistem kapitalis modern mengenal bunga sebagai salah satu instrumen penting dalam aktivitas pembiayaan. Sebaliknya, ekonomi syariah melarang riba dan menawarkan mekanisme pembiayaan yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariah. Dalam konteks pasar terapung, pola transaksi tunai, barter, maupun pinjaman tanpa tambahan menunjukkan bagaimana aktivitas ekonomi dapat berlangsung tanpa harus bergantung pada mekanisme bunga.

Dari sisi distribusi, kapitalisme lebih banyak menyerahkan distribusi pendapatan kepada mekanisme pasar. Mekanisme tersebut dapat menghasilkan efisiensi, tetapi pada kondisi tertentu juga berpotensi menciptakan kesenjangan apabila tidak diimbangi dengan kebijakan dan mekanisme pemerataan. Ekonomi syariah mencoba memberikan dimensi tambahan melalui zakat, sedekah, infak, dan bentuk kepedulian sosial lainnya. Kekayaan tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dikumpulkan, tetapi juga memiliki fungsi sosial.

Karena itu, pasar terapung Siring Banjarmasin menarik untuk dilihat bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai gambaran sederhana mengenai praktik ekonomi yang memasukkan nilai agama ke dalam aktivitas perdagangan. Di tengah perkembangan ekonomi modern yang sering menempatkan efisiensi dan keuntungan sebagai ukuran utama, pasar terapung menunjukkan bahwa transaksi ekonomi masih dapat berjalan dengan mengedepankan kejujuran, kerelaan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Baca Juga

IMG 0373

Ketika Semua Transaksi Masuk QRIS: Sudahkah UMKM Memanfaatkan Data Penjualan untuk Mengambil Keputusan?

15 September 2026
WhatsApp Image 2026 09 13 at 12.31.34

“Negara Blok M”: Ketika Kawasan Tua Jakarta Bangkit Jadi Kiblat Gaya Hidup Gen Z

13 September 2026
Bahasa menyampaikan kata, tetapi sensitivitas sosial menyampaikan makna. ( iIlustrasi AI )

Bahasa Bukan Sekadar Kata: Sensitivitas Sosial dalam Komunikasi

13 September 2026
akuntansi mnj

Penerapan Metode Kalkulasi Biaya Produksi Tradisional sebagai Dasar Penetapan Harga Jual pada UMKM

13 September 2026

Pada akhirnya, perbandingan ini tidak berarti bahwa seluruh praktik pasar terapung secara otomatis telah memenuhi seluruh prinsip ekonomi syariah atau bahwa sistem kapitalisme selalu bertentangan dengan nilai moral. Namun, pasar terapung memberikan pelajaran bahwa kegiatan ekonomi memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pertukaran barang dan uang. Pasar yang sehat bukan hanya pasar yang mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga pasar yang mampu menjaga kepercayaan, keadilan, dan martabat orang-orang yang berada di dalamnya.

Penulis: Muhammad Syarofi dan Suci Nur Chairina (Dosen dan Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur)

    Tags: BanjarmasinKapitalismePasar TerapungSyariah
    Share340Tweet213Share60Pin77SendShare
    Leaderboard Satu Rumah
    Previous Post

    Penelitian Mahasiswa Untag Surabaya Petakan Potensi Pengembangan Permukiman Pesisir Kota Surabaya Berbasis SIG

    Next Post

    “Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Kembangkan Alat Penabur Pupuk Manual Sederhana di Desa Lebang Manai”

    MUHAMMAD SYAROFI

    MUHAMMAD SYAROFI

    Related Posts

    IMG 0373

    Ketika Semua Transaksi Masuk QRIS: Sudahkah UMKM Memanfaatkan Data Penjualan untuk Mengambil Keputusan?

    15 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 13 at 12.31.34

    “Negara Blok M”: Ketika Kawasan Tua Jakarta Bangkit Jadi Kiblat Gaya Hidup Gen Z

    13 September 2026
    Bahasa menyampaikan kata, tetapi sensitivitas sosial menyampaikan makna. ( iIlustrasi AI )

    Bahasa Bukan Sekadar Kata: Sensitivitas Sosial dalam Komunikasi

    13 September 2026
    akuntansi mnj

    Penerapan Metode Kalkulasi Biaya Produksi Tradisional sebagai Dasar Penetapan Harga Jual pada UMKM

    13 September 2026
    Next Post
    PROKER5 1

    “Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Kembangkan Alat Penabur Pupuk Manual Sederhana di Desa Lebang Manai”

    Aktivitas para santri putri berinteraksi di lingkungan pesantren, mencerminkan suasana pendidikan, keagamaan, dan kehidupan santri. (Sumber: website https://www.arrohmah.co.id/)

    Dari Uang Saku hingga Berbagi: Wajah Ekonomi Syariah di Pesantren

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Aktivitas para santri putri berinteraksi di lingkungan pesantren, mencerminkan suasana pendidikan, keagamaan, dan kehidupan santri. (Sumber: website https://www.arrohmah.co.id/)

    Dari Uang Saku hingga Berbagi: Wajah Ekonomi Syariah di Pesantren

    16 September 2026
    PROKER5 1

    “Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Kembangkan Alat Penabur Pupuk Manual Sederhana di Desa Lebang Manai”

    16 September 2026
    Aktivitas jual beli di Pasar Terapung Siring Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan para pedagang menggunakan perahu untuk menjajakan beragam hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari di atas Sungai Barito. (Sumber: https://www.linkedin.com/)

    Pasar Terapung Banjarmasin: Antara Syariah dan Kapitalisme

    16 September 2026
    Cuplikan layar 2026 09 16 013318

    Penelitian Mahasiswa Untag Surabaya Petakan Potensi Pengembangan Permukiman Pesisir Kota Surabaya Berbasis SIG

    16 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 16 at 00.07.26

    KKN UNHAS 116 Dorong Digitalisasi Pembayaran bagi UMKM dan Petani Desa Lebang Manai melalui QRIS

    16 September 2026
    bukan sekadar jago desain menjadi talenta berprestasi ahmadmadani2

    Karya Siswa Perlu Keluar dari Galeri dan Menjadi Portofolio

    16 September 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Guest Post
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita