Official Whatsapp
  • Contact Us
  • Mengapa Tulisan Saya Belum Ditayangkan?
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Bahasa Bukan Sekadar Kata: Sensitivitas Sosial dalam Komunikasi

Agus Budiana by Agus Budiana
13 September 2026
in Opini
A A
0
Bahasa menyampaikan kata, tetapi sensitivitas sosial menyampaikan makna. ( iIlustrasi AI )

Bahasa menyampaikan kata, tetapi sensitivitas sosial menyampaikan makna. ( iIlustrasi AI )

865
SHARES
1.3k
VIEWS

Kita sering mengira komunikasi selesai ketika sebuah kalimat telah disampaikan. Padahal, komunikasi baru benar-benar terjadi ketika pesan yang disampaikan dapat dipahami dalam konteks yang tepat.

Satu kata bisa terdengar biasa bagi seseorang, tetapi terasa merendahkan bagi orang lain. Sebuah candaan dapat dianggap ringan dalam satu lingkungan, tetapi menjadi penghinaan ketika dibawa ke ruang sosial yang berbeda. Bahkan sapaan yang menurut kita menunjukkan keakraban bisa dipahami sebagai bentuk ketidaksopanan oleh orang lain.

Di sinilah bahasa memperlihatkan hakikatnya, bahasa bukan sekadar kumpulan kata, melainkan bagian penting dari proses komunikasi yang selalu berhubungan dengan konteks sosial, budaya, pengalaman, dan relasi antarmanusia.

Karena itu, kemampuan berkomunikasi tidak cukup hanya dengan mengetahui apa yang hendak dikatakan. Kita juga perlu memahami kepada siapa kita berbicara, dalam situasi apa, dengan cara bagaimana, dan kemungkinan makna apa yang muncul dari pesan tersebut?

Bahasa, Identitas, dan Relasi Kuasa

Bahasa bukan sekadar alat untuk memindahkan informasi dari satu kepala ke kepala yang lain. Di dalamnya terdapat identitas, nilai, kebiasaan, bahkan relasi kuasa.

Dell Hymes, melalui gagasannya tentang ethnography of communication dan communicative competence, menunjukkan bahwa kompetensi berkomunikasi tidak hanya menyangkut kemampuan menggunakan bahasa secara gramatikal. Seseorang juga perlu mengetahui kapan harus berbicara, kepada siapa, dalam situasi apa, serta bagaimana cara menyampaikan sesuatu.

Artinya, kalimat yang secara bahasa benar belum tentu tepat secara komunikasi.

Cara seseorang menyapa orang lain, misalnya, dapat menunjukkan jarak sosial, kedekatan, penghormatan, atau bahkan posisi kekuasaan. Pilihan kata seperti “kamu”, “Anda”, “Bapak”, “Ibu”, “Pak”, atau “Bu” bukan hanya persoalan kosakata. Di dalamnya terdapat pesan sosial.

Karena itu, memahami bahasa berarti juga memahami manusia yang menggunakan bahasa tersebut.

Konteks Budaya Menentukan Makna

Persoalan menjadi semakin kompleks ketika komunikasi berlangsung di antara orang-orang dengan latar budaya berbeda.

Indonesia sendiri merupakan ruang komunikasi yang sangat beragam. Cara berbicara masyarakat Jawa belum tentu sama dengan masyarakat Sunda, Batak, Minangkabau, Bugis, Papua, atau kelompok budaya lainnya.

Perbedaan itu tidak selalu tampak dalam bahasa formal, tetapi dapat terlihat dalam cara menyampaikan kritik, menunjukkan rasa hormat, menolak permintaan, atau mengungkapkan ketidaksetujuan.

Edward T. Hall memperkenalkan gagasan mengenai budaya high-context dan low-context untuk menjelaskan bahwa masyarakat dapat memiliki cara berbeda dalam membangun dan memahami pesan.

Dalam komunikasi dengan konteks tinggi, sebagian makna dapat berada di luar kata-kata yang diucapkan. Nada suara, hubungan sosial, situasi, ekspresi, bahkan siapa yang berbicara dapat memengaruhi pemaknaan.

Karena itu, salah memahami sebuah pesan tidak selalu berarti seseorang memiliki niat buruk. Bisa jadi, mereka menggunakan kode komunikasi yang berbeda. Di sinilah sensitivitas sosial menjadi penting.

Kita tidak hanya perlu bertanya, “Apa yang saya maksud?” tetapi juga, “Bagaimana pesan saya mungkin dipahami oleh orang lain?”

Baca Juga

sumpah pemuda ahmad madani generasi muda kesempatan

Sumpah Pemuda: Ketika Kita Terlalu Sibuk Menuntut, tetapi Lupa Membuka Jalan

28 October 2026
BA958EB3 6658 4103 BA11 269AE282FD8B

Ngopi Jalan, Tabungan Aman: Edukasi Finansial untuk Gen Z

26 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 22 at 06.55.43

Menavigasi Era Digital: Mengupas Tuntas Teori, Praktik, dan Tantangan Jurnalisme Modern

24 October 2026
IMG 20261023 WA0024

Penganggaran Modal dan Kas: Kunci Perusahaan Bertahan di Tengah Ketidakpastian 2026

24 October 2026

Menjaga Muka, Menjaga Hubungan

Komunikasi pada dasarnya bukan hanya pertukaran pesan, tetapi juga pengelolaan hubungan. Deborah Tannen menunjukkan bahwa gaya percakapan dapat dipengaruhi oleh latar sosial, pengalaman hidup, serta kebiasaan komunikasi seseorang. Perbedaan gaya tersebut dapat menyebabkan pesan yang sama menghasilkan respons yang berbeda.

Seseorang mungkin merasa sedang bercanda, sementara orang lain merasa sedang dipermalukan. Seseorang merasa sedang berbicara terus terang, sementara lawan bicaranya merasakan serangan pribadi. Masalahnya menjadi lebih rumit ketika komunikasi berlangsung di ruang digital.

Media sosial memungkinkan sebuah kalimat berpindah dari satu kelompok ke kelompok lain dalam hitungan detik. Pesan yang semula ditujukan kepada beberapa orang dapat dibaca oleh ribuan bahkan jutaan orang dengan latar belakang berbeda.

Pada saat yang sama, komunikasi digital sering kehilangan sebagian tanda nonverbal yang biasanya membantu manusia memahami maksud sebuah pesan: intonasi, ekspresi wajah, gestur, dan situasi langsung.

Akibatnya, ruang untuk salah tafsir menjadi semakin besar. Karena itu, semakin luas ruang komunikasi kita, semakin besar pula kebutuhan untuk berhati-hati dalam memilih kata.

Sensitivitas Bukan Berarti Takut Berbicara

Sensitivitas sosial dalam berbahasa bukan berarti kita harus takut berbicara. Bukan pula berarti semua orang harus selalu menggunakan bahasa yang steril dari perbedaan pendapat, kritik, atau ketegasan.

Komunikasi yang sehat justru membutuhkan keberanian untuk menyampaikan sesuatu secara jujur. Namun kejujuran tidak harus menghilangkan penghormatan.

Kita dapat mengkritik gagasan tanpa merendahkan manusia.

Kita dapat berbeda pendapat tanpa menganggap orang lain bodoh.

Kita dapat bercanda tanpa menjadikan kelemahan orang lain sebagai bahan hiburan.

Dan ketika kata-kata kita ternyata melukai seseorang, kemampuan untuk mendengarkan dan mengakui dampaknya jauh lebih dewasa daripada sibuk mempertahankan niat. Sebab dalam komunikasi, niat memang penting. Tetapi dampak pesan juga penting.

Bahasa yang Merawat, Bukan Melukai

Pada akhirnya, kualitas komunikasi tidak hanya dapat diukur dari seberapa jelas pesan disampaikan. Ia juga dapat dilihat dari bagaimana komunikasi tersebut memperlakukan manusia yang menerima pesan.

Bahasa memiliki kemampuan untuk mendekatkan sekaligus menjauhkan. Ia dapat membangun kepercayaan, tetapi juga dapat menciptakan luka. Ia dapat membuka dialog, tetapi dapat pula menutup percakapan sebelum benar-benar dimulai.

Karena itu, sensitivitas dalam berbahasa bukan sekadar persoalan sopan santun. Ia merupakan bagian dari etika komunikasi. Kita perlu belajar mendengarkan sebelum menilai. Memahami konteks sebelum bereaksi.

Mengakui ketika sebuah kata ternyata melukai. Dan yang tidak kalah penting, menyadari bahwa orang lain membawa sejarah, pengalaman, luka, identitas, dan harga dirinya sendiri ke dalam setiap percakapan.

Bahasa pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang kita katakan. Bahasa adalah tentang bagaimana kita memperlakukan manusia melalui apa yang kita katakan. Di situlah komunikasi menemukan makna yang lebih dalam, bukan sekadar menyampaikan pesan, tetapi membangun jembatan antarmanusia.

 

    Tags: bahasakatakomunikasiSensitivitasSosial
    Share346Tweet216Share61Pin78SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Dukungan Penuh MAN 1 Yogyakarta untuk Dua Duta Terbaik di MTQ Nasional XXXI Semarang

    Next Post

    Sabtu Sehati, WBP Lapas Arjasa Kompak Jaga Kebersihan Hunian

    Agus Budiana

    Agus Budiana

    Agus Budiana adalah jurnalis, penulis, dan mantan akademisi di bidang komunikasi.  Memiliki perhatian pada isu jurnalistik, media digital, komunikasi publik, kecerdasan buatan (AI), literasi digital, serta perkembangan media dan teknologi. Alumni Journalism Course Thomson Foundation UK (Inggris), anggota Society for Features Journalism USA (Amerika), alumni Mafindo Institute (Fact-Checking - Anti-Scam dan AI). Aktif menulis opini dan artikel mengenai media, komunikasi, jurnalistik, dan berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat. Latar belakang di bidang ilmu komunikasi menjadi landasan dalam melihat perubahan lanskap media dan komunikasi di era digital.

    Related Posts

    sumpah pemuda ahmad madani generasi muda kesempatan

    Sumpah Pemuda: Ketika Kita Terlalu Sibuk Menuntut, tetapi Lupa Membuka Jalan

    28 October 2026
    BA958EB3 6658 4103 BA11 269AE282FD8B

    Ngopi Jalan, Tabungan Aman: Edukasi Finansial untuk Gen Z

    26 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 22 at 06.55.43

    Menavigasi Era Digital: Mengupas Tuntas Teori, Praktik, dan Tantangan Jurnalisme Modern

    24 October 2026
    IMG 20261023 WA0024

    Penganggaran Modal dan Kas: Kunci Perusahaan Bertahan di Tengah Ketidakpastian 2026

    24 October 2026
    Next Post
    IMG 20260913 WA0003

    Sabtu Sehati, WBP Lapas Arjasa Kompak Jaga Kebersihan Hunian

    WhatsApp Image 2026 09 13 at 6.22.45 AM

    MAN 1 Yogyakarta Berdiri di Puncak Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa (OBAJ)#4

    WhatsApp Image 2026 09 13 at 12.31.34

    "Negara Blok M": Ketika Kawasan Tua Jakarta Bangkit Jadi Kiblat Gaya Hidup Gen Z

    IMG 20260910 211007

    Kabupaten Tasikmalaya Ukir Sejarah, Resmi Sandang Predikat Kabupaten Pramuka

    20260913 173534

    Sinergi Makmurkan Masjid, DPK BKPRMI Pangkalan Susu Dampingi Dakwah Remaja di Maulid Perdana Surau Al-Ikhlas

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 10 28 at 10.09.22

    Penguatan Kompetensi Mahasiswa melalui Praktik Kerja Industri: Pengalaman Magang pada Bidang Funding and Transaction di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Branch Office Semarang A. Yani

    28 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 27 at 19.10.24 1

    Dosen STMIK AMIKOM Surakarta Adakan Sosialisasi di Destinasi Wisata Janti Park Klaten

    28 October 2026
    Potret Ahmad Ilyas, pelajar berprestasi SMAN 1 Parakansalak yang inspiratif, beserta dokumentasi perjalanan akademik dan penghargaan nasionalnya.

    Rahasia Jenius Ahmad Ilyas, Siswa SMAN 1 Parakansalak Peraih Puluhan Medali Lintas Ilmu

    28 October 2026
    Lapas Bengkulu, Hari Sumpah Pemuda 2026, Sumpah Pemuda ke-98, upacara Sumpah Pemuda

    Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026, Lapas Bengkulu Kobarkan Semangat Nasionalisme

    28 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 28 at 08.40.35

    Semangat Pemuda Bangsa, Lapas Mojokerto Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

    28 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 27 at 22.42.09

    Sinergi Aparat Penegak Hukum, Kalapas Mojokerto Hadiri Malam Kenal Pamit Kapolres Mojokerto Kota

    28 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 media@swsmedia.id

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita