Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

“Negara Blok M”: Ketika Kawasan Tua Jakarta Bangkit Jadi Kiblat Gaya Hidup Gen Z

Maureen Miranka by Maureen Miranka
13 September 2026
in Opini
A A
0
WhatsApp Image 2026 09 13 at 12.31.34
856
SHARES
1.2k
VIEWS

JAKARTA – Coba buka aplikasi TikTok atau Instagram sekarang juga, ketikkan kata “Blok M”, dan lihat berapa banyak konten yang muncul. Kawasan di Jakarta Selatan itu belakangan begitu sering muncul di linimasa sampai warganet menjulukinya “Negara Blok M” — sebutan lelucon yang sebenarnya menyimpan pengamatan tajam. Dalam radius yang tidak terlalu luas, kawasan ini punya “infrastruktur” lengkap layaknya negara mini: moda transportasi sendiri, pusat kulinernya sendiri, panggung mode sendiri, sampai kehidupan malamnya sendiri.

Menariknya, ini bukan cerita baru. Sejak dekade 1980-an, Blok M sudah lebih dulu jadi arena unjuk gaya anak muda ibu kota, lewat budaya yang dulu dikenal dengan istilah “mejeng”: berdandan modis, memamerkan kendaraan di Jalan Melawai, atau sekadar berkumpul sambil bermain sepatu roda. Yang berlangsung hari ini praktis adalah babak lanjutan dari cerita lama itu — lokasinya sama, tapi pelaku dan medianya sudah berganti generasi. Kalau dulu panggungnya radio dan trotoar, sekarang panggungnya adalah linimasa dan algoritma.

Ketika Terminal Bus Berubah Jadi Panggung Digital

Popularitas Blok M sempat surut cukup lama. Salah satu pemicunya adalah perubahan pola transportasi Jakarta pasca-hadirnya Transjakarta pada 2004, di mana makin sedikit rute angkutan umum yang berujung ke Terminal Blok M. Alhasil, fungsi kawasan ini sebagai lokasi berkumpul warga ikut melemah, dan anak muda pun mulai melirik kawasan-kawasan lain seperti Kemang, SCBD, atau Senopati sebagai tempat nongkrong alternatif.

Titik balik kebangkitannya justru datang dari moda transportasi baru: MRT Jakarta. Kehadiran Stasiun MRT Blok M membuat kawasan ini jauh lebih gampang dicapai tanpa perlu pusing memikirkan kemacetan atau lahan parkir. Ditambah perbaikan jalur pejalan kaki, pengunjung jadi betah berpindah-pindah dari satu spot ke spot lain — mulai dari Blok M Hub, Blok M Square, Blok M Plaza, hingga M Bloc Space dan Pasaraya — cukup dengan berjalan kaki. Pengelola MRT Jakarta pun tampaknya sengaja mengarahkan kawasan ini menjadi hub anak muda perkotaan sekaligus ruang bernostalgia, dengan menata ulang komposisi tenant dan komunitas agar generasi lama maupun generasi baru sama-sama merasa “punya rumah” di sana.

Faktor pendorong lainnya jelas media sosial. Kalau dulu kabar tempat nongkrong baru menyebar dari mulut ke mulut atau siaran radio, sekarang cukup satu unggahan TikTok yang tembus jutaan tayangan untuk membuat sudut sepi berubah jadi lautan manusia hanya dalam hitungan hari.

Bukan Sekadar Nongkrong: Beberapa Wujud Nyata Tren Ini

Fenomena Blok M melahirkan berbagai bentuk kreativitas anak muda, di antaranya:

Perpaduan gaya vintage dan kontemporer di jalanan. Kawasan ini kini berfungsi layaknya catwalk terbuka, tempat Gen Z memadukan unsur streetwear dengan sentuhan retro untuk membangun identitas visual mereka, yang kemudian jadi inspirasi outfit yang banyak ditiru di media sosial.
Layanan jalan-jalan bareng ala komunitas. Ada kreator bernama Nasywa yang menginisiasi “open trip” keliling Blok M lewat unggahan media sosialnya, sengaja dibatasi hanya lima peserta per sesi agar suasana lebih hangat dan akrab. Karena antusiasme publik tinggi, ia terpaksa membuka beberapa gelombang pendaftaran tambahan yang selalu ludes terjual — bukti sederhana bahwa ide kreatif anak muda bisa disulap menjadi ladang usaha baru.
Menjamurnya bilik foto instan bergaya jadul. Bisnis photobox ala studio foto koran lawas ikut tumbuh subur di kawasan ini, didorong oleh budaya konten viral dan ketakutan tertinggal tren (FOMO). Salah satu pelaku usahanya bahkan mampu memperluas jaringan dari dua gerai menjadi belasan gerai hanya dalam rentang waktu singkat.
Perburuan menu kekinian dan barang bernostalgia, semisal toko piringan hitam atau kedai kopi bertema literasi, yang membuat kunjungan ke Blok M terasa lebih dari sekadar cari makan — melainkan sebuah momen sosial tersendiri.

Baca Juga

Bahasa menyampaikan kata, tetapi sensitivitas sosial menyampaikan makna. ( iIlustrasi AI )

Bahasa Bukan Sekadar Kata: Sensitivitas Sosial dalam Komunikasi

13 September 2026
akuntansi mnj

Penerapan Metode Kalkulasi Biaya Produksi Tradisional sebagai Dasar Penetapan Harga Jual pada UMKM

13 September 2026
IMG 4253

Ekonomi itu apa sih? Yuk kenalan dengan Pengertian dan Fungsinya

13 September 2026
Sempat Jadi Kuli Bangunan 1

Mahasiswa Harus Bisa Semuanya

13 September 2026

Penutup

Kisah Blok M menegaskan satu hal: sebuah kawasan tidak akan benar-benar padam selama ia sanggup terus beradaptasi dengan zamannya. Dulu jadi arena pamer kaset pita dan kaus band kesayangan, kini berubah jadi latar konten TikTok dan lokasi berburu matcha latte — tapi denyutnya sebagai titik temu anak muda Jakarta tak pernah benar-benar hilang. Revolusi Blok M pada akhirnya bukan sekadar cerita soal tempat nongkrong baru, melainkan potret bagaimana kota, infrastruktur, dan budaya digital saling menganyam gaya hidup generasi masa kini.

    Tags: Blok Mgaya hidupGen ZjakartaKawasan TuaKiblat
    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    MAN 1 Yogyakarta Berdiri di Puncak Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa (OBAJ)#4

    Maureen Miranka

    Maureen Miranka

    Related Posts

    Bahasa menyampaikan kata, tetapi sensitivitas sosial menyampaikan makna. ( iIlustrasi AI )

    Bahasa Bukan Sekadar Kata: Sensitivitas Sosial dalam Komunikasi

    13 September 2026
    akuntansi mnj

    Penerapan Metode Kalkulasi Biaya Produksi Tradisional sebagai Dasar Penetapan Harga Jual pada UMKM

    13 September 2026
    IMG 4253

    Ekonomi itu apa sih? Yuk kenalan dengan Pengertian dan Fungsinya

    13 September 2026
    Sempat Jadi Kuli Bangunan 1

    Mahasiswa Harus Bisa Semuanya

    13 September 2026
    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 09 13 at 12.31.34

    “Negara Blok M”: Ketika Kawasan Tua Jakarta Bangkit Jadi Kiblat Gaya Hidup Gen Z

    13 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 13 at 6.22.45 AM

    MAN 1 Yogyakarta Berdiri di Puncak Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa (OBAJ)#4

    13 September 2026
    IMG 20260913 WA0003

    Sabtu Sehati, WBP Lapas Arjasa Kompak Jaga Kebersihan Hunian

    13 September 2026
    Bahasa menyampaikan kata, tetapi sensitivitas sosial menyampaikan makna. ( iIlustrasi AI )

    Bahasa Bukan Sekadar Kata: Sensitivitas Sosial dalam Komunikasi

    13 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 13 at 5.39.59 AM

    Dukungan Penuh MAN 1 Yogyakarta untuk Dua Duta Terbaik di MTQ Nasional XXXI Semarang

    13 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 13 at 5.31.55 AM

    Sinergi Dua Madrasah Rujukan: MAN 1 Yogyakarta Gelar Benchmarking Strategic Collaboration ke MAN 2 Kudus

    13 September 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita